Niat termasuk salah satu rukun puasa Ramadan. Niat puasa wajib dilakukan sejak malam setelah salat Tarawih.
Dinukil dari buku Fikih oleh Udin Wahyudin, niat adalah kesungguhan hati untuk melaksanakan ibadah puasa sebagai wujud ketaatan kepada Allah serta mengharapkan ridha-Nya. Rasulullah SAW dalam haditsnya bahkan menyebut terkait niat, beliau bersabda:
"Sesungguhnya setiap amal tergantung pada niatnya." (HR Bukhari dan Muslim)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejak Kapan Niat Puasa Wajib Ramadan Dibaca?
Masih dari sumber yang sama, niat puasa wajib Ramadan bisa dibaca sebelum terbit fajar yaitu pada malam hari selama bulan Ramadan. Ketentuan ini mengacu pada hadits Nabi Muhammad SAW yang berasal dari Hafshah RA.
"Barang siapa yang tidak berniat puasa sebelum fajar, maka tidak sah puasanya." (HR Al Khamsah)
Senada dengan itu, Imam Syafi'i berpendapat niat puasa wajib Ramadan dilakukan pada malam hari sebelum fajar. Lain halnya dengan puasa sunnah yang boleh dibaca setelah fajar.
Sementara itu, Imam Malik berpandangan niat puasa wajib maupun sunnah harus diamalkan sebelum fajar. Adapun, Abu Hanifah menyatakan niat puasa wajib atau sunnah bisa diamalkan setelah fajar dengan syarat puasa itu memiliki waktu yang telah ditentukan, contohnya puasa Ramadan atau puasa nazar pada waktu tertentu.
Niat Puasa Wajib Ramadan: Arab, Latin dan Arti
Berikut niat puasa Ramadan lengkap dengan Arab, latin dan artinya yang dikutip dari Buku Praktis Ibadah karya Irwan dkk.
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin 'an adaa-i fardhi syahri Ramadhaana haadzihis-sanati lillaahi ta'aalaa.
Artinya: "Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadan tahun ini, karena Allah Ta'ala."
Jika muslim ingin membaca niat puasa Ramadan untuk satu bulan penuh, berikut lafaznya.
نَوَيْتُ صَوْمَ جَمِيعِ شَهْرِ رَمَضَانِ هَذِهِ السَّنَةِ فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma jamii'i syahri ramadhaani haadzihis-sanati fardhan lillaahi ta'aalaa.
Artinya: "Aku niat berpuasa di sepanjang bulan Ramadan tahun ini, wajib karena Allah Ta'ala."
Cara Mengamalkan Niat Puasa Wajib Ramadan
Menurut buku Tafsir Ayat Ahkam karya Kadar M Yusuf, Imam Maliki dan Ima Syafi'i berpendapat ketika membaca niat puasa umat Islam wajib menjelaskan (ta'yin) puasa tersebut, apakah itu puasa Ramadan, nazar dan lainnya. Sementara itu, Abu Hanifah memiliki pendapat yang berbeda.
Abu Hanifah menilai tetap sah puasa Ramadan muslim meski membaca niat secara mutlak tanpa menjelaskan atau menyebutkan Ramadannya. Berdasarkan pandangannya, puasa Ramadan sah walau bukan dengan niat puasa tersebut kecuali bagi musafir.
Wallahu a'lam.
(aeb/kri)











































Komentar Terbanyak
Tega! Oknum KBIH Diduga Tipu 140 Jemaah Haji, Transaksi hingga Rp 1,4 M
Cegah Korupsi, MUI Usul MBG Pakai Dapur Pesantren dan Benahi Pejabat BGN
MUI Minta Pelaku LGBT Dihukum Lebih Berat dari Perzinaan