Sudah 17 hari berturut-turut Masjid Al-Aqsa kosong usai pasukan pendudukan Israel menutup situs suci ketiga umat Islam itu dengan alasan keamanan. Namun, tindakan itu tak menyurutkan keimanan warga Palestina dalam menghidupkan bulan Ramadan.
Laporan sejumlah media yang berbasis di Timur Tengah, seperti Al Jazeera dan Middle East Eye, jemaah Palestina menggelar salat Tarawih di area terdekat masjid yang bisa mereka jangkau. Mereka salat dan berdoa di luar tembok masjid hingga di jalan-jalan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada malam ke-27 Ramadan, malam istimewa yang diyakini terjadinya Lailatul Qadar, biasanya puluhan ribu jemaah berkumpul di Masjid Al-Aqsa menghidupkan malam mulia tersebut dengan khusyuk. Meski tahun ini masjid ditutup, semangat meraih Lailatul Qadar itu tidak surut. Muslim Palestina tetap beribadah di luar masjid.
Kantor berita Palestina, WAFA, turut melaporkan pada Jumat terakhir Ramadan, 13 Maret 2026, warga Palestina menggelar salat Jumat di jalan-jalan dekat masjid. Pemerintah Provinsi Yerusalem mengatakan ratusan jemaah melakukan salat Jumat di titik-titik terdekat masjid yang bisa diakses, termasuk di Bab Al-Sahira, area Bab Al-Amud (Gerbang Damaskus), dan Masjid Muhammad Al-Fatih.
Jemaah muslim salat di luar Masjid Al-Aqsa pada hari ke-14 penutupan berturut-turut oleh Israel, Jumat (13/3/2026). Foto: Via WAFA News Agency |
Israel mengerahkan pasukan besar-besaran untuk menghalau jemaah memasuki Masjid Al-Aqsa selama masa penutupan. Penutupan dilakukan sejak 28 Februari 2026 setelah perang Israel-Amerika Serikat dan Iran meletus.
Setidaknya sudah 17 hari berturut-turut kompleks Masjid Al-Aqsa ditutup. Hasutan "berbahaya" yang dipimpin organisasi ekstremis "Temple Mount" meningkat di tengah upaya penutupan yang sedang berlangsung.
Pemerintah Provinsi Yerusalem memperingatkan peningkatan berbahaya itu. "Pernyataan itu menekankan bahwa apa yang sedang terjadi tidak dapat dianggap sebagai langkah-langkah keamanan sementara, seperti yang diklaim oleh otoritas Israel, melainkan bagian dari pendekatan politik dan ideologis yang bertujuan untuk mengubah status quo keagamaan, historis, dan hukum yang ada di kompleks masjid tersebut," lapor WAFA.
Negara Arab-Islam Kecam Penutupan Masjid Al-Aqsa
Penutupan kompleks Masjid Al-Aqsa di bulan Ramadan memicu kecaman dari negara-negara Arab dan Islam yang tergabung dalam Organisasi Kerjasama Islam (OKI), Liga Arab, dan Uni Afrika. Dalam pernyataan bersama yang dikeluarkan pada 13 Maret 2026, Sekretariat Jenderal OKI, Sekretariat Jenderal Liga Arab, dan Komisi Uni Afrika menekankan penutupan Masjid Al-Aqsa adalah pelanggaran berat terhadap status quo historis dan hukum yang berlaku di situs-situs suci Islam dan Kristen di Kota Yerusalem yang diduduki.
Mereka menegaskan, Israel sebagai kekuatan pendudukan tidak memiliki kedaulatan atas wilayah Palestina yang diduduki sejak 1967, termasuk Kota Tua Yerusalem. Mereka juga menekankan kompleks Masjid Al-Aqsa atau Al-Haram Al-Sharif yang diberkahi dengan luas 144 dunum adalah tempat ibadah khusus umat Islam.
"Israel, sebagai kekuatan pendudukan, memikul tanggung jawab penuh atas konsekuensi dari tindakan ilegal dan provokatif ini," bunyi pernyataan itu.
Mereka menyerukan komunitas internasional, khususnya Dewan Keamanan PBB, bertindak mewajibkan otoritas pendudukan Israel menghormati hak dan kebebasan beribadah, menjalankan status quo dan hukum yang berlaku di situs suci tersebut, dan segera membuka Masjid Al-Aqsa serta mencabut pembatasannya.
Kenapa Masjid Al-Aqsa Penting bagi Umat Islam?
Secara historis, Masjid Al-Aqsa adalah situs suci di Yerusalem, Palestina yang menjadi kiblat pertama umat Islam. Tempat ini menjadi saksi perjalanan agung Nabi Muhammad SAW, Isra Miraj. Sebelum diberangkatkan ke Sidratul Muntaha melewati tujuh lapis langit, Nabi Muhammad SAW mendirikan salat di Masjid Al-Aqsa.
Masjid Al-Aqsa berdiri di kompleks yang bernama Al-Haram Al-Sharif seluas 144 dunum (sekitar 14 hektare). Di sampingnya terdapat Kubah Shakhrah (Dome of the Rock) dengan kubah berwarna emas. Di dalam bangunan yang menyerupai masjid ini terdapat batu yang diyakini sebagai pijakan Nabi Muhammad SAW saat akan naik ke langit ketujuh.
(kri/lus)


Komentar Terbanyak
Ramai Keluhan soal Tahlilan, Begini Penjelasan soal Jamuan di Rumah Duka
BEM Psikologi UI Sebut Homoseksual Bukan Penyimpangan, MUI Sentil Moral Kampus
Kemenag Tanggapi Hoaks Bolehkan Korupsi Asal Sesuai Syariat