Tata Cara Wudhu Sesuai Urutan, Lengkap dengan Niat dan Doanya

Tata Cara Wudhu Sesuai Urutan, Lengkap dengan Niat dan Doanya

Daffa Ichyaul Majid Sarja - detikHikmah
Rabu, 06 Mei 2026 17:46 WIB
Ilustrasi wudhu
Ilustrasi wudhu. Foto: Freepik/Freepik
Jakarta -

Dalam ibadah salat, wudhu bukan sekadar membasuh anggota tubuh dengan air, melainkan sebuah kunci utama agar ibadah tersebut sah dan diterima oleh Allah SWT. Oleh karena itu, setiap muslim wajib memahami tata cara wudhu yang benar sesuai urutan dan syariat.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an surah Al-Maidah ayat 6:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْاۗ وَاِنْ كُنْتُمْ مَّرْضٰٓى اَوْ عَلٰى سَفَرٍ اَوْ جَاۤءَ اَحَدٌ مِّنْكُمْ مِّنَ الْغَاۤىِٕطِ اَوْ لٰمَسْتُمُ النِّسَاۤءَ فَلَمْ تَجِدُوْا مَاۤءً فَتَيَمَّمُوْا صَعِيْدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوْا بِوُجُوْهِكُمْ وَاَيْدِيْكُمْ مِّنْهُ ۗمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِّنْ حَرَجٍ وَّلٰكِنْ يُّرِيْدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهٗ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Yā ayyuhal-lażīna āmanū iżā qumtum ilaṣ-ṣalāti fagsilū wujūhakum wa aidiyakum ilal-marāfiqi wamsaḥū biru'ūsikum wa arjulakum ilal-ka'bain(i), wa in kuntum junuban faṭṭahharū, wa in kuntum marḍā au 'alā safarin au jā'a aḥadum minkum minal-gā'iṭi au lāmastumun-nisā'a falam tajidū mā'an fa tayammamū ṣa'īdan ṭayyiban famsaḥū biwujūhikum wa aidīkum minh(u), mā yurīdullāhu liyaj'ala 'alaikum min ḥarajiw wa lākiy yurīdu liyuṭahhirakum wa liyutimma na'matahū 'alaikum la'allakum tasykurūn(a).

Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu berdiri hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku serta usaplah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai kedua mata kaki. Jika kamu dalam keadaan junub, mandilah. Jika kamu sakit dalam perjalanan, kembali dari tempat buang air (kakus), atau menyentuh perempuan, lalu tidak memperoleh air, bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menjadikan bagimu sedikit pun kesulitan, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu agar kamu bersyukur."

ADVERTISEMENT

Syarat Sah Wudhu

Dr. Muhammad Hambali dalam bukunya yang berjudul Panduan Muslim Kaffah Sehari-Hari dari Kandungan hingga Kematian, menyebutkan syarat-syarat sah wudhu seseorang. Antara lain sebagai berikut:

  1. Beragama Islam
  2. Mampu membedakan mana yang baik, mana yang buruk
  3. Suci dari hadats kecil dan besar
  4. Menggunakan air yang suci dan menyucikan
  5. Tidak ada benda yang dapat menghalangi sampainya air ke anggota wudhu
  6. Mengetahui fardhu dan sunnah wudhu

Bacaan Niat Wudhu

Masih mengutip dari sumber sebelumnya, berikut bacaan niat wudhu yang benar:

نَوَيْتُ الْوُضُوءَ لِرَفْعِ الحَدَثِ الْأَصْغَرِ فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitul wudhuua liraf'il hadatsil asghari fardal lillaahi ta'aalaa.

Artinya: "Saya niat berwudhu untuk menghilangkan hadats kecil fardhu karena Allah Ta'ala."

Tata Cara Wudhu Sesuai Syariat

Dinukil dari buku Panduan Terlengkap Ibadah Muslim Sehari-hari karya KH. Muhammad Habibillah, berikut tata cara melaksanakan wudhu menurut syariat:

  1. Mengawali dengan membaca basmalah, sambil membasuh kedua tangan hingga pergelangan.
  2. Lanjut dengan berkumur-kumur sebanyak 3 kali.
  3. Membasuh kedua lubang hidung sebanyak 3 kali.
  4. Membasuh seluruh muka sebanyak 3 kali. Basuhan dimulai dari batas tumbuhnya rambut hingga bagian bawah dagu dan dari telinga kanan hingga kiri.
  5. Mencuci tangan hingga kedua siku sebanyak 3 kali.
  6. Usap sebagian atau seluruh rambut kepala sebanyak 3 kali.
  7. Membasuh kedua kaki hingga mata kaki.
  8. Membaca doa.

Bacaan Doa Setelah Wudhu

Masih mengutip dari sumber sebelumnya, berikut bacaan doa setelah wudhu:

أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ وَجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ وَاجْعَلْنِي مِنْ عِبَادِكَ الصَّلِحِيْنَ

Asyhadu allaa ilaaha illallaah wahdahuu laa syariika lahuu wa asyhadu anna muhammadan 'abduhuu wa rasuuluh. Allaahummaj'alnii minat tawaabiina waj'alnii minal mutathahhiriina waj'alnii min 'ibaadikash shaalihiin.

Artinya: "Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah Yang Tunggal, tiada sekutu bagi-Nya. Dan, aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku orang yang ahli taubat dan jadikanlah aku orang yang suci dan jadikanlah aku orang dari golongan hamba-hamba-Mu yang shalih."

Hal-Hal yang Membatalkan Wudhu

Masih dari sumber yang sama, berikut hal-hal yang dapat membatalkan wudhu:

  1. Keluarnya sesuatu dari qubul dan dubur.
  2. Hilangnya akal yang disebabkan kegilaan, mabuk, atau tidur.
  3. Bersentuhan kulit antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahramnya tanpa adanya penghalang.
  4. Menyentuh qubul dan dubur tanpa adanya penghalang.




(inf/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads