Kemenag Imbau Gen Z Tidak Tunda Menikah, Siapkan Expo hingga Forum Ta'aruf

Kemenag Imbau Gen Z Tidak Tunda Menikah, Siapkan Expo hingga Forum Ta'aruf

Hanif Hawari - detikHikmah
Kamis, 11 Jun 2026 15:30 WIB
Kemenag Imbau Gen Z Tidak Tunda Menikah, Siapkan Expo hingga Forum Taaruf
Ilustrasi pernikahan. (Foto: Getty Images/Vasil Dimitrov)
Jakarta -

Kementerian Agama (Kemenag) mengajak generasi muda, khususnya Gen Z yang sudah memenuhi syarat, untuk tidak menunda-nunda pernikahan. Kemenag menegaskan bahwa pernikahan membawa banyak keberkahan serta ketenangan secara psikologis bagi kehidupan seseorang.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Dirjen Bimas Islam) Kemenag, Abu Rokhmad, saat meluncurkan agenda Peaceful Muharam 1448 Hijriyah di Auditorium Kemenag, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (11/6/2026).

"Teman-teman ya, terutama Gen Z ini yang sudah di atas umur 19 tahun, yang secara fisik dan mental sudah siap, secara ekonomi juga sudah siap, secara persiapan semuanya sudah siap, jangan menunda untuk melakukan pernikahan," ujar Abu Rokhmad.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Abu Rokhmad menjelaskan bahwa di dalam ajaran agama, pernikahan bukanlah sekadar ikatan formalitas, melainkan sebuah ibadah yang mendatangkan kebaikan emosional dan spiritual yang besar bagi pelakunya.

"Karena pernikahan itu menurut ajaran agama kita-dan semua agama saya kira-itu mengandung banyak sekali keberkahan. Secara psikologis membuat orang yang menikah itu tenang, fokus pada tujuan hidup. Dan mereka jauh menjadi lebih bermakna daripada ketika dia masih sendirian," tuturnya.

ADVERTISEMENT

Guna memfasilitasi anak muda yang ingin serius membina rumah tangga namun terkendala biaya atau belum menemukan pasangan, Kemenag meluncurkan rangkaian acara menarik. Melalui Islamic Wedding Expo dan nikah massal yang berlokasi di Jakarta, Kemenag bahkan menyediakan forum ta'aruf atau biro jodoh bagi yang masih melajang.

"Kami ingin mengajak yang cukup umur ya, tentu saja cukup umur yang memang sudah sangat serius ingin membina rumah tangga. Tetapi mungkin belum ketemu dengan jodohnya, barangkali di forum itu nanti ada kegiatan-kegiatan atau game-game yang menarik bagi mereka," ungkap Abu Rokhmad sembari tersenyum.

"Siapa tahu salah satu ikhtiar itu bisa mempertemukan dua orang yang berbeda lawan jenis itu. Siapa tahu akan menjadi momentum mereka untuk berjodoh. Jadi insya Allah kalau penasaran, memang kita buat penasaran dan besok datang di Islamic Wedding Expo di Jakarta," lanjutnya.

Bagi pasangan di Jabodetabek yang sudah siap lahir batin namun terkendala biaya, Abu Rokhmad menyarankan untuk memanfaatkan momen nikah massal gratis ini. "Oleh karena itu, ayo ini momentum yang tepat. Kalau memang membutuhkan yang sifatnya massal dan gratis, daftar ke KUA sekitar di kawasan Jabodetabek. Masih ada waktu untuk kita bisa melakukan pernikahan," imbuhnya.

Di sisi lain, Kemenag juga mengusung misi mendobrak mitos budaya lewat pergelaran nikah massal ini. Abu Rokhmad mengimbau masyarakat, khususnya masyarakat Jawa, untuk tidak lagi menganggap bulan Muharram atau bulan Suro sebagai waktu yang tabu untuk menggelar hajatan pernikahan.

"Termasuk kami mengimbau agar Muharram itu jangan dijadikan sebagai bulan yang kata kepercayaan orang Jawa itu tabu untuk menikah. Makanya besok kami lakukan nikah massal di bulan Muharram," tegasnya.

Langkah ini sengaja diambil Kemenag sebagai bagian dari edukasi publik agar cara pandang masyarakat terhadap bulan-bulan Islam menjadi lebih positif dan dinamis.

"Supaya dinormalisasi saja bahwa yang penting menikah itu harinya semua hari baik. Terutama tentu weekend karena semuanya sedang tidak bekerja. Kita normalisasikan bahwa Muharram juga merupakan bulan baik yang bisa digunakan untuk melakukan akad," pungkas Abu Rokhmad.




(hnh/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads