Staf Khusus Menteri Agama RI, Gugun Gumilar, bergerak cepat meninjau langsung persoalan rumah ibadah yang dihadapi oleh jemaat Gereja Kristen Jawa (GKJ) Banyuanyar di Solo, Jawa Tengah. Pemerintah menegaskan komitmen penuh untuk merampungkan masalah perizinan ini sesuai aturan hukum yang berlaku.
Pertemuan tersebut berlangsung pada Jumat (12/6/2026). Gugun berdialog langsung dengan jemaat serta tokoh masyarakat setempat guna mendengarkan aspirasi sekaligus mencari jalan keluar yang efektif.
"Saya bertanggung jawab dan berkomitmen untuk mendukung upaya penyelesaiannya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan," ujar Gugun di hadapan jemaat GKJ Banyuanyar, dalam keterangan persnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kesempatan itu, Gugun menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta beserta seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, respons cepat dan sikap kondusif yang ditunjukkan semua pihak menjadi modal utama dalam menjaga kerukunan di Kota Solo.
Ia pun mendorong agar seluruh proses administrasi dan perizinan yang selama ini dinanti oleh jemaat bisa segera diproses tanpa hambatan birokrasi yang berbelit.
"Saya mewakili Pemerintah menjamin kebebasan beragama dan beribadah sebagaimana diamanatkan oleh konstitusi. Hari ini saya hadir ingin mempercepat proses supaya aman, lancar dan tidak berbelit," tegasnya.
Lebih lanjut, Gugun memastikan Kementerian Agama tidak akan melepas tangan begitu saja. Langkah koordinasi, dialog, serta musyawarah akan terus dilakukan secara intensif dengan melibatkan Pemkot Surakarta, pihak GKJ, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), tokoh masyarakat, serta Kantor Kemenag Surakarta.
Kemenag berjanji akan memberikan pendampingan penuh dari awal hingga seluruh proses legalitas rumah ibadah tersebut rampung secara resmi.
"Saya siap melakukan pendampingan sampai selesai. Penyelesaian harus berkeadilan dan memperkuat kerukunan umat beragama di Kota Surakarta," imbuh Doktor lulusan luar negeri tersebut.
Di akhir pertemuannya, Stafsus Menag ini menitipkan pesan mendalam bagi warga Solo. Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus merawat semangat persaudaraan dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah persatuan.
"Semoga ikhtiar bersama ini dapat menghasilkan penyelesaian yang baik dan berkeadilan," pungkas Gugun.
(hnh/lus)












































Komentar Terbanyak
Cegah Korupsi, MUI Usul MBG Pakai Dapur Pesantren dan Benahi Pejabat BGN
Tega! Oknum KBIH Diduga Tipu 140 Jemaah Haji, Transaksi hingga Rp 1,4 M
MUI Minta Pelaku LGBT Dihukum Lebih Berat dari Perzinaan