Dalam sejarah Islam dan kisah para nabi, bulan Muharram dikaitkan dengan sejumlah peristiwa penting yang menjadi pelajaran berharga bagi umat manusia. Sebagian peristiwa memiliki dasar yang kuat dalam Al-Qur'an dan hadits, sementara sebagian lainnya banyak disebut dalam kitab-kitab sejarah Islam dan riwayat para ulama.
Berikut 10 peristiwa penting yang sering dikaitkan dengan bulan Muharram.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Hijrahnya Nabi Muhammad SAW Menjadi Dasar Kalender Hijriah
Peristiwa paling penting yang berkaitan dengan Muharram adalah penetapan kalender Hijriah yang berlandaskan hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah.
Dikutip dari buku Perkembangan Perumusan Kalender Islam Internasional karya Muh Rasywan Syarif, pada masa Khalifah Umar bin Khattab RA, para sahabat bermusyawarah untuk menentukan awal penanggalan Islam. Mereka sepakat menjadikan peristiwa hijrah sebagai titik awal perhitungan tahun Islam.
Meski hijrah Nabi SAW terjadi pada bulan Rabiul Awal, Muharram dipilih sebagai bulan pertama dalam kalender Hijriah karena menjadi awal dimulainya perencanaan hijrah setelah musim haji.
2. Diselamatkannya Nabi Musa AS dan Bani Israil dari Kejaran Firaun
Peristiwa yang paling terkenal pada bulan Muharram adalah kemenangan Nabi Musa AS atas Firaun.
Dalam buku Selamat Tinggal Susah yang ditulis Asrifin An-Nakhrawie, S. Ag, dikisahkan bahwa Allah SWT menyelamatkan Nabi Musa dan pengikutnya dengan membelah Laut Merah sehingga mereka dapat menyeberang dengan selamat. Ketika Firaun dan pasukannya mengejar, laut kembali menutup dan menenggelamkan mereka.
Peristiwa ini terjadi pada tanggal 10 Muharram atau yang dikenal sebagai Hari Asyura.
Ketika Rasulullah SAW tiba di Madinah, beliau mendapati kaum Yahudi berpuasa pada hari Asyura sebagai bentuk syukur atas keselamatan Nabi Musa AS.
Rasulullah SAW bersabda, "Kami lebih berhak terhadap Musa daripada mereka."
Lalu beliau berpuasa pada hari tersebut dan memerintahkan umat Islam untuk melakukannya. (HR. Bukhari dan Muslim)
3. Puasa Asyura Disyariatkan
Tanggal 10 Muharram dikenal sebagai Hari Asyura dan memiliki keutamaan besar dalam Islam.
Dalam hadits dari Abu Qotadah Al Anshoriy, ia berkata,
وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ فَقَالَ « يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ ». قَالَ وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ فَقَالَ « يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ
"Nabi SAW ditanya mengenai keutamaan puasa Arafah? Beliau menjawab, "Puasa Arafah akan menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang." Beliau juga ditanya mengenai keistimewaan puasa 'Asyura? Beliau menjawab, "Puasa 'Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu." (HR. Muslim).
4. Tobat Nabi Adam AS Diterima Allah SWT
Dalam sejumlah kitab sejarah Islam disebutkan bahwa Allah SWT menerima tobat Nabi Adam AS pada bulan Muharram setelah beliau dan Hawa diturunkan ke bumi.
Diterimanya taubat Nabi Adam AS disebutkan dalam Al Qur'an surah Al-Baqarah: ayat 37, Allah SWT berfirman:
فَتَلَقَّىٰٓ ءَادَمُ مِن رَّبِّهِۦ كَلِمَٰتٍ فَتَابَ عَلَيْهِ ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلتَّوَّابُ ٱلرَّحِيمُ
Artinya: "Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang." (QS Al-Baqarah: 37).
5. Nabi Nuh AS dan Pengikutnya Selamat dari Banjir Besar
Menurut riwayat yang banyak disebut dalam kitab-kitab sejarah Islam, bahtera Nabi Nuh AS berlabuh dengan selamat setelah banjir besar yang melanda kaumnya.
Dalam buku Kisah Para Nabi karya Imam Ibnu Katsir, disebutkan bahwa Qatadah dan ulama lainnya berkata, "Nabi Nuh dan para pengikutnya menaiki kapal pada tanggal sepuluh bulan Rajab, mereka berlayar selama 150 hari, setelah itu mereka berlabuh di Gunung Judi selama 1 bulan, dan mereka baru keluar dari kapal pada tanggal 10 bulan Muharram."
6. Nabi Ibrahim AS Diselamatkan dari Api Raja Namrud
Kisah Nabi Ibrahim AS yang dibakar oleh Raja Namrud merupakan salah satu mukjizat besar dalam sejarah kenabian.
Atas izin Allah SWT, api yang semula menyala besar berubah menjadi dingin dan menyelamatkan Nabi Ibrahim AS. Kisah ini diabadikan dalam Al-Qur'an surah Al-Anbiya' ayat 68-70, Allah SWT berfirman:
(68) قَالُوْا حَرِّقُوْهُ وَانْصُرُوْٓا اٰلِهَتَكُمْ اِنْ كُنْتُمْ فٰعِلِيْنَ
(69) قُلْنَا يَا نَارُ كُوْنِيْ بَرْدًا وَّسَلٰمًا عَلٰٓى اِبْرٰهِيْمَ
(70) وَاَرَادُوْا بِهٖ كَيْدًا فَجَعَلْنٰهُمُ الْاَخْسَرِيْنَ
Artinya: "Mereka berkata: 'Bakarlah dia dan bantulah tuhan-tuhan kamu, jika kamu benar-benar hendak bertindak'. Kami berfirman: 'Hai api menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim', mereka hendak berbuat makar terhadap Ibrahim, maka Kami menjadikan mereka itu orang-orang yang paling merugi."
Sebagian ulama menyebut peristiwa penyelamatan ini terjadi pada bulan Muharram.
7. Nabi Yunus AS Keluar dari Perut Ikan
Kisah Nabi Yunus AS juga sering dikaitkan dengan Hari Asyura.
Setelah berada di dalam perut ikan besar selama beberapa waktu, Allah SWT menerima doa dan tobat Nabi Yunus AS sehingga beliau dapat keluar dengan selamat.
Doa Nabi Yunus yang terkenal adalah, "Laa ilaaha illaa anta subhaanaka inni kuntu minazh-zhaalimiin."
Artinya: "Tidak ada Tuhan selain Engkau. Mahasuci Engkau. Sungguh aku termasuk orang-orang yang zalim." (QS. Al-Anbiya: 87)
8. Nabi Yusuf AS Dibebaskan dari Penjara
Beberapa riwayat sejarah menyebutkan bahwa Nabi Yusuf AS dibebaskan dari penjara pada bulan Muharram setelah fitnah yang menimpanya terbukti tidak benar.
9. Nabi Ayyub AS Disembuhkan dari Penyakit
Nabi Ayyub AS dikenal sebagai sosok yang sangat sabar dalam menghadapi ujian berupa penyakit yang berkepanjangan.
Dalam sejumlah riwayat disebutkan bahwa Allah SWT mengangkat penyakit beliau dan mengembalikan kesehatan serta keluarganya pada Hari Asyura.
Peristiwa tersebut diabadikan dalam surah Shad ayat 41-42, Allah SWT berfirman:
وَٱذْكُرْ عَبْدَنَآ أَيُّوبَ إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُۥٓ أَنِّى مَسَّنِىَ ٱلشَّيْطَٰنُ بِنُصْبٍ وَعَذَابٍ. ٱرْكُضْ بِرِجْلِكَ ۖ هَٰذَا مُغْتَسَلٌۢ بَارِدٌ وَشَرَابٌ
Artinya: "Dan ingatlah akan hamba Kami Ayyub ketika dia menyeru Tuhannya, 'Sesungguhnya aku diganggu setan dengan penderitaan dan bencana.' (Allah berfirman), 'Hentakkanlah kakimu, inilah air yang sejuk untuk mandi dan untuk minum.'" (QS Shad: 41-42).
10. Tragedi Syahidnya Husain bin Ali RA di Karbala
Salah satu peristiwa sejarah Islam yang paling dikenal pada bulan Muharram adalah wafatnya cucu Rasulullah SAW, Husain bin Ali RA.
Ibn Katsir dalam al-Bidayah wan Nihayah menceritakan peristiwa tersebut terjadi pada tanggal 10 Muharram tahun 61 Hijriah di Karbala, wilayah yang kini berada di Irak.
Husain bin Ali RA gugur bersama sejumlah anggota keluarga dan pengikutnya dalam konflik politik yang terjadi pada masa itu.
Peristiwa Karbala menjadi bagian penting dalam sejarah Islam dan dikenang oleh umat Islam sebagai simbol keberanian, pengorbanan, serta perjuangan mempertahankan prinsip kebenaran.
Ibn Katsir menulis: "Yang membunuh Husein dengan tombak adalah Sinan bin Anas bin Amr Nakhai, dan kemudian dia menggorok leher Husein dan menyerahkan kepala Husein kepada Khawali bin Yazid." (Al-Bidayah, 8/204).
Wallahu a'lam.
(dvs/inf)












































Komentar Terbanyak
Cegah Korupsi, MUI Usul MBG Pakai Dapur Pesantren dan Benahi Pejabat BGN
Tega! Oknum KBIH Diduga Tipu 140 Jemaah Haji, Transaksi hingga Rp 1,4 M
MUI Minta Pelaku LGBT Dihukum Lebih Berat dari Perzinaan