Prosesi penggantian kiswah atau kain penutup Ka'bah di Masjidil Haram, Makkah, selalu menjadi momen sakral yang dinantikan umat Islam sedunia. Menjelang Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, tradisi agung ini kembali bersiap digelar sebagai simbol pembaruan dan penghormatan tertinggi terhadap Baitullah.
Di balik kemegahan kain hitam berhias benang emas dan perak tersebut, ada sejarah panjang serta dedikasi para perajin legendaris yang mengalir dari generasi ke generasi. Salah satu nama yang paling dihormati dalam sejarah pembuatan kiswah adalah almarhum Abdul Rahim Amin Bukhari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengenal Maestro Kaligrafi Kiswah Ka'bah
Lahir di Makkah pada 1917, Bukhari tumbuh di lingkungan budaya yang sangat menghargai seni Islam. Bakat luar biasanya dalam kaligrafi Arab sudah terlihat sejak usia dini, yang kemudian mengantarkannya pada karier panjang selama lebih dari 30 tahun mengabdi untuk Ka'bah Suci.
Selama masa baktinya, menukil Arab News, Bukhari berhasil menyempurnakan dan mempercantik prasasti Arab serta elemen dekoratif kiswah. Sentuhan emas tangannya meliputi prasasti bersulam di kain kiswah, desain kaligrafi tirai Ka'bah, hingga prasasti dekoratif di gerbangnya.
Tercatat, Bukhari telah berkontribusi pada pembuatan 21 kiswah dan mengawasi langsung dekorasi untuk tiga gerbang Ka'bah. Sebagai bentuk penghormatan tertinggi atas jasanya, namanya diabadikan dan tertulis langsung di kain kiswah pada masa pemerintahan Raja Faisal, sebuah warisan abadi yang tetap bertahan hingga hari ini.
Kini, tradisi yang melambangkan perhatian besar Pemerintah Arab Saudi terhadap rumah suci umat Islam ini terus berlanjut. Dilansir dari Saudi Gazette, proses pembuatan kiswah baru dilakukan di King Abdulaziz Complex for the Holy Kaaba Kiswa, melibatkan para perajin dan spesialis tekstil yang bekerja keras selama berbulan-bulan.
Kiswah mewah ini terbuat dari sutra alami berkualitas tinggi, dengan hiasan ayat-ayat suci Al-Qur'an yang disulam menggunakan benang berlapis emas dan perak. Saat ini, bagian-bagian kain tersebut dilaporkan sudah mulai dipindahkan ke area Masjidil Haram.
Sebelum dipasang, tim teknis melakukan pengecekan menyeluruh dengan tingkat ketelitian tinggi pada seluruh komponen, mulai dari kaligrafi, motif hias, hingga sambungan antarbagian kain.
Pada malam pergantian tahun baru, tim khusus akan memulai prosesi sakral ini dengan melepas ornamen berlapis emas dan bagian sulaman pada kiswah lama. Kain penutup yang telah terpasang selama satu tahun itu kemudian akan diturunkan secara bertahap.
Pemasangan kiswah baru nantinya dilakukan berurutan pada empat sisi Ka'bah dengan tingkat presisi yang sangat tinggi agar seluruh lembaran kain menyatu dengan rapi dan harmonis. Petugas juga akan memasang kembali hizam (sabuk kiswah yang mengelilingi bagian atas Ka'bah) serta sitarah (tirai penutup pintu Ka'bah dengan hiasan sulaman emas ikonik).
Ketika fajar menyingsing pada 1 Muharram 1448 H, Ka'bah akan tampil memukau dengan balutan kiswah baru yang agung. Tradisi ini tidak hanya menandai dimulainya Tahun Baru Hijriah, tetapi juga menjadi simbol pembaruan spiritual bagi umat Islam di seluruh dunia yang menjadikannya kiblat utama selama lebih dari 14 abad.
(hnh/kri)












































Komentar Terbanyak
Cegah Korupsi, MUI Usul MBG Pakai Dapur Pesantren dan Benahi Pejabat BGN
Tega! Oknum KBIH Diduga Tipu 140 Jemaah Haji, Transaksi hingga Rp 1,4 M
MUI Minta Pelaku LGBT Dihukum Lebih Berat dari Perzinaan