Puasa Asyura adalah ibadah sunnah yang banyak dikerjakan muslim pada 10 Muharram. Terdapat keutamaan luar biasa dari puasa ini sehingga sayang jika dilewatkan.
Menurut buku Panduan Muslim Sehari-hari susunan Hamdan Rasyid dan Saiful Hadi El Sutha, Muharram jadi sebaik-baiknya bulan untuk berpuasa setelah Ramadan. Nabi Muhammad SAW bersabda,
"Sebaik-baik puasa setelah bulan Ramadan adalah puasa bulan Muharram dan sebaik-baik salat setelah salat wajib adalah salat malam." (HR Ibnu Majah, Abu Dawud, Nasa'i, Tirmidzi, dan Ahmad)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anjuran puasa Asyura sendiri diterangkan dalam hadits Rasulullah SAW, berikut bunyinya:
"Sungguh, jika aku masih hidup sampai tahun depan niscaya aku akan berpuasa pada tanggal 9 dan 10." (HR Al Khallal dengan sanad yang bagus dan dipakai hujjah oleh Ahmad)
Sebelum puasa Asyura, biasanya muslim juga mengerjakan puasa Tasua pada 9 Muharram. Dikutip dari Syarah Riyadhus Shalihin Imam Nawawi yang Disyarah Musthafa Dib al Bugha terjemahan Misbah, puasa Tasua jadi pembeda dengan bangsa Yahudi yang hanya puasa di hari Asyura. Karenanya, muslim disunnahkan berpuasa pada 9 Muharram.
Lantas, kapan puasa Asyura 2026?
Waktu Puasa Asyura 2026
Mengacu pada Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 yang diterbitkan Kementerian Agama (Kemenag RI), 10 Muharram 1448 H jatuh pada Kamis, 25 Juni 2026. Dengan begitu, puasa Asyura akan berlangsung sekitar 1 minggu lagi.
Niat Puasa Asyura: Arab, Latin dan Arti
Berikut bacaan puasa Asyura yang dinukil dari sumber yang sama.
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ عَاشُورَأَ سُنَّةَ لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma yauma 'asyûra-a sunnata-lillâhi ta'âla.
Artinya: "Saya berniat puasa Asyura sunnah karena Allah Ta'ala."
Bolehkah Hanya Puasa Asyura Tanpa Tasua?
Pada dasarnya diperbolehkan berpuasa Asyura tanpa Tasua. Tetapi, para ulama berpandangan sebaiknya puasa Asyura dilakukan bersamaan dengan Tasua.
Pendapat tersebut bersandar pada hadits Nabi Muhammad SAW yang memerintahkan puasa Asyura dengan puasa sehari sebelum atau setelahnya untuk membedakan dengan ibadah orang yahudi.
Merujuk pada Syarah Riyadhu Shalihin, hari Asyura pada 10 Muharram adalah momen Allah SWT menyelamatkan Nabi Musa AS dan kaumnya, sementara Firaun ditenggelamkan bersama para pengikutnya. Orang-orang Yahudi memperingati hari tersebut dengan berpuasa.
Rasulullah SAW melihat tradisi puasa Asyura dilaksanakan orang Yahudi di Madinah. Dia lalu bersabda,
"Kami lebih berhak atas Musa daripada kalian semua."
Pada riwayat lain dari Ibnu Abbas RA, Nabi SAW bersabda:
"Seandainya aku masih hidup sampai tahun depan, niscaya aku akan berpuasa pada tanggal 9 Muharram." (HR Muslim)
Hadits tersebut jadi hujjah para ulama terkait anjuran puasa Asyura dan Tasua.
Keutamaan Puasa Asyura bagi Muslim
Diterangkan dalam kitab Fadha 'Ilul Quqat (Edisi Indonesia) oleh Imam Baihaqi yang diterjemahkan Muflih Kamil, muslim yang puasa Asyura pada 10 Muharram akan mendapat pahala setara 10 ribu rang pergi haji. Ini sesuai dengan hadits dari Ibnu Abbas RA, Nabi SAW bersabda,
"Barangsiapa berpuasa pada hari Asyura, ditulis untuknya pahala ibadah enam puluh tahun termasuk di dalamnya ibadah puasa dan salatnya; barangsiapa berpuasa pada hari Asyura akan diberi pahala sepuluh ribu malaikat; barangsiapa berpuasa di hari Asyura akan diberi pahala yang setara dengan pahala seribu orang yang haji dan umrah; barangsiapa berpuasa di hari Asyura akan diberi pahala sepuluh ribu mati syahid; barangsiapa berpuasa Asyura sesungguhnya ia seperti orang yang memberi makan seluruh orang fakir dari umat Muhammad SAW dan membuat mereka semua kenyang; barangsiapa membelai anak yatim dengan tangannya pada hari Asyura, maka akan diberikan untuknya untuk setiap rambut satu derajat di surga."
Selain itu, puasa Asyura juga disebut bisa menghapus dosa setahun yang lalu. Hal tersebut dijelaskan dalam hadits Rasulullah SAW,
"Puasa Arafah menghapus dosa dua tahun yang lalu dan yang akan datang, sementara puasa Asyura menghapus dosa setahun yang lalu." (HR Muslim)
Jadwal Puasa Sunnah Sepanjang Muharram 1448 H
Selain puasa Tasua dan Asyura, ada juga puasa sunnah lainnya yang bisa dikerjakan muslim pada bulan Muharram. Berikut jadwalnya seperti merujuk pada Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 Kemenag RI.
Selasa, 16 Juni 2026 / 1 Muharram 1448 H : Puasa Muharram
Rabu, 17 Juni 2026 / 2 Muharram 1448 H : Puasa Muharram
Kamis, 18 Juni 2026 / 3 Muharram 1448 H : Puasa Muharram dan puasa sunnah Kamis
Jumat, 19 Juni 2026 / 4 Muharram 1448 H : Puasa Muharram
Sabtu, 20 Juni 2026 / 5 Muharram 1448 H : Puasa Muharram
Minggu, 21 Juni 2026 / 6 Muharram 1448 H : Puasa Muharram
Senin, 22 Juni 2026 / 7 Muharram 1448 H : Puasa Muharram dan puasa sunnah Senin
Selasa, 23 Juni 2026 / 8 Muharram 1448 H : Puasa Muharram
Rabu, 24 Juni 2026 / 9 Muharram 1448 H : Puasa Tasua
Kamis, 25 Juni 2026 / 10 Muharram 1448 H : Puasa Asyura dan puasa sunnah Kamis
Jumat, 26 Juni 2026 / 11 Muharram 1448 H : Puasa Muharram
Sabtu, 27 Juni 2026 / 12 Muharram 1448 H : Puasa Muharram
Minggu, 28 Juni 2026 / 13 Muharram 1448 H : Puasa Ayyamul Bidh
Senin, 29 Juni 2026 / 14 Muharram 1448 H : Puasa Ayyamul Bidh dan Puasa sunnah Senin
Selasa, 30 Juni 2026 / 15 Muharram 1448 H : Puasa Ayyamul Bidh
Rabu, 1 Juli 2026 / 16 Muharram 1448 H : Puasa Muharram
Kamis, 2 Juli 2026 / 17 Muharram 1448 H : Puasa sunnah Kamis
Jumat, 3 Juli 2026 / 18 Muharram 1448 H : Puasa Muharram
Sabtu, 4 Juli 2026 / 19 Muharram 1448 H : Puasa Muharram
Minggu, 5 Juli 2026 / 20 Muharram 1448 H : Puasa Muharram
Senin, 6 Juli 2026 / 21 Muharram 1448 H : Puasa sunnah Senin
Selasa, 7 Juli 2026 / 22 Muharram 1448 H : Puasa Muharram
Rabu, 8 Juli 2026 / 23 Muharram 1448 H : Puasa Muharram
Kamis, 9 Juli 2026 / 24 Muharram 1448 H : Puasa sunnah Kamis
Jumat, 10 Juli 2026 / 25 Muharram 1448 H : Puasa Muharram
Sabtu, 11 Juli 2026 / 26 Muharram 1448 H : Puasa Muharram
Minggu, 12 Juli 2026 / 27 Muharram 1448 H : Puasa Muharram
Senin, 13 Juli 2026 / 28 Muharram 1448 H : Puasa sunnah Senin
Selasa, 14 Juli 2026 / 29 Muharram 1448 H : Puasa Muharram
Rabu, 15 Juli 2026 / 30 Muharram 1448 H : Puasa Muharram
(aeb/inf)












































Komentar Terbanyak
Cegah Korupsi, MUI Usul MBG Pakai Dapur Pesantren dan Benahi Pejabat BGN
MUI Minta Pelaku LGBT Dihukum Lebih Berat dari Perzinaan
DPR RI Dukung Desakan MUI Tindak Tegas Pelaku LGBT