Keutamaan Puasa Tasua dan Asyura Menurut Agama dan Medis

Keutamaan Puasa Tasua dan Asyura Menurut Agama dan Medis

Hanif Hawari - detikHikmah
Rabu, 17 Jun 2026 10:15 WIB
Ilustrasi Puasa Ayyamul Bidh
Ilustrasi puasa Tasua dan Asyura (Foto: Gemini AI)
Jakarta -

Bulan Muharram merupakan salah satu momentum yang sangat istimewa dalam kalender Islam. Selain menandai pergantian tahun baru Hijriah, Muharram juga dikenal sebagai sebaik-baiknya bulan untuk berpuasa selain bulan Ramadan.

Di antara amalan yang paling dianjurkan di dalam bulan mulia ini adalah Puasa Tasua dan Puasa Asyura yang dikerjakan pada tanggal 9 dan 10 Muharram. Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW menegaskan keistimewaan bulan ini dengan bersabda:

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan adalah puasa pada bulan Allah Muharram. Dan salat yang paling utama setelah salat fardhu adalah salat malam." (HR Muslim)

Kedua puasa sunnah ini memiliki kedudukan yang sangat tinggi karena dianjurkan langsung oleh Nabi Muhammad SAW melalui tekad kuat beliau di akhir hayatnya:

ADVERTISEMENT

"Sungguh, jika aku masih hidup sampai tahun depan niscaya aku akan berpuasa pada tanggal 9 dan 10." (HR Al Khallal dengan sanad yang bagus dan dipakai hujjah oleh Ahmad)

Keutamaan Puasa Tasua dan Asyura Menurut Agama

Merujuk pada aspek hukum Islam dan dalil-dalil sahih, ibadah sunnah ini membawa ganjaran yang luar biasa. Berikut adalah sejumlah keutamaan puasa Tasua dan Asyura dari segi syariat sebagaimana dikutip dari buku Panduan Muslim Sehari-hari karya Hamdan Rasyid dan Saiful Hadi El Sutha:

Dosa Setahun Lalu Dihapus

Rasulullah SAW melalui haditsnya menyebut bahwa muslim yang berpuasa pada hari Asyura akan mendapatkan ampunan atas dosa-dosa kecil yang dilakukannya setahun ke belakang. Beliau berkata:

Dari Abu Qotadah Al Anshoriy, berkata,

وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ فَقَالَ « يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ ». قَالَ وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ فَقَالَ « يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ

"Nabi SAW ditanya mengenai keutamaan puasa Arafah? Beliau menjawab, "Puasa Arafah akan menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang." Beliau juga ditanya mengenai keistimewaan puasa 'Asyura? Beliau menjawab, "Puasa 'Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu." (HR. Muslim).

Membedakan dengan Bangsa Yahudi

Puasa Tasua yang dilaksanakan pada 9 Muharram memiliki fungsi ideologis yang penting, yaitu sebagai pembeda (tasyabbuh) dari ritual bangsa Yahudi yang hanya berpuasa pada hari Asyura saja.

Dari Ibnu Abbas RA berkata:

"Nabi SAW datang di Madinah, tiba-tiba beliau mendapati orang-orang Yahudi pada berpuasa Asyura (10 Muharram). Mereka berkata, 'Ini adalah hari kemenangan Musa terhadap Firaun.' Lalu Nabi SAW bersabda kepada sahabat-sahabatnya, 'Kamu adalah lebih berhak atas Musa daripada mereka, oleh sebab itu berpuasalah'!" (HR Bukhari)

Dalam riwayat lain, Ibnu Abbas RA berkata bahwa ketika Rasulullah SAW melakukan puasa hari 'Asyura, beliau memerintahkan kaum muslimin untuk melakukannya, pada saat itu ada yang berkata,

يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ يَوْمٌ تُعَظِّمُهُ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى.

"Wahai Rasulullah, hari ini adalah hari yang diagungkan oleh Yahudi dan Nashrani." Lantas beliau mengatakan,

فَإِذَا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ - إِنْ شَاءَ اللَّهُ - صُمْنَا الْيَوْمَ التَّاسِعَ

"Apabila tiba tahun depan -insya Allah (jika Allah menghendaki)- kita akan berpuasa pula pada hari kesembilan." Ibnu Abbas mengatakan,

فَلَمْ يَأْتِ الْعَامُ الْمُقْبِلُ حَتَّى تُوُفِّىَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-.

"Belum sampai tahun depan, Nabi SAW sudah keburu meninggal dunia." (HR. Muslim)

Puasa Terbaik Kedua setelah Ramadan

Muharram memegang predikat sebagai bulan terbaik untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui ibadah puasa setelah bulan suci Ramadan. Hal ini didasarkan pada hadits dari Abu Hurairah RA bahwa Nabi SAW suatu hari pernah ditanya:

"Salat manakah yang lebih utama setelah salat fardhu?", kemudian Rasulullah menjawab, "Yaitu salat di tengah malam." Lalu ada lagi yang bertanya kepadanya, "Puasa manakah yang lebih utama setelah puasa Ramadan?", dan Rasulullah bersabda, "Puasa pada bulan Allah yang kamu namakan bulan Muharram." (HR Ahmad, Muslim, dan Abu Daud)

Pahalanya Setara 10 Ribu Orang Berhaji

Keutamaan yang tidak kalah menakjubkan dimuat dalam kitab Fadha 'Ilul Quqat (Edisi Indonesia) karya Imam Baihaqi yang diterjemahkan oleh Muflih Kamil. Di dalamnya disebutkan bahwa salah satu keutamaan puasa Asyura adalah mendapat pahala setara 10 ribu orang berhaji.

Dari Ibnu Abbas RA, Rasulullah SAW bersabda:

"Barangsiapa berpuasa pada hari Asyura, ditulis untuknya pahala ibadah enam puluh tahun termasuk di dalamnya ibadah puasa dan salatnya; barangsiapa berpuasa pada hari Asyura akan diberi pahala sepuluh ribu malaikat; barangsiapa berpuasa di hari Asyura akan diberi pahala yang setara dengan pahala seribu orang yang haji dan umrah; barangsiapa berpuasa di hari Asyura akan diberi pahala sepuluh ribu mati syahid; barangsiapa berpuasa Asyura sesungguhnya ia seperti orang yang memberi makan seluruh orang fakir dari umat Muhammad SAW dan membuat mereka semua kenyang; barangsiapa membelai anak yatim dengan tangannya pada hari Asyura, maka akan diberikan untuknya untuk setiap rambut satu derajat di surga."

Manfaat Puasa Tasua dan Asyura Secara Medis

Selain memberikan limpahan pahala secara spiritual, menahan diri dari lapar dan haus di hari Tasua dan Asyura juga menyimpan dampak medis yang luar biasa bagi metabolisme tubuh manusia.

Mengutip dari buku 10 Formula dasar Islam: Konsep dan Penerapannya tulisan Gamar Al Haddar, berikut adalah ragam manfaat Puasa Tasua dan Asyura bagi kesehatan fisik seorang muslim:

Menjaga Kesehatan Tubuh

Ibadah puasa secara klinis terbukti sangat baik bagi tubuh. Mekanisme pembatasan asupan kalori secara berkala mampu mencegah serangan berbagai penyakit berbahaya, sehingga muslim yang mengerjakannya secara tidak langsung turut berperan aktif menjaga kebugaran organ internalnya.

Memperbaiki Sel-Sel yang Rusak

Menurut temuan ilmiah dari Dr. Abdul Jawwad Ash-Shawi, sel-sel tubuh manusia dapat dibentuk kembali dan didistribusikan secara proporsional sesuai kebutuhan riil tubuh apabila seseorang berpuasa. Melalui puasa, pembentukan gugus-gugus baru untuk sel-sel ini memicu renovasi struktur (regenerasi) sekaligus meningkatkan fungsionalitas organ-organ penting di dalam tubuh.

Membersihkan Tubuh dari Racun (Detoksifikasi)

Puasa bertindak sebagai pembersih alami dari timbunan zat beracun. Saat seorang muslim berpuasa, cadangan lemak yang disimpan dalam tubuh dalam jumlah besar akan dipindahkan ke organ hati untuk dioksidasi dan dimanfaatkan kembali. Melalui proses biologis ini, berbagai jenis racun berbahaya akan meleleh, dikeluarkan, dan dibersihkan dari kotoran-kotoran tubuh.

Wallahu a'lam.




(hnh/erd)
Amalan Bulan Muharram

Amalan Bulan Muharram

104 konten
Bulan Muharram memiliki banyak keutamaan. Ada beberapa amalan yang dapat kita kerjakan seperti puasa tasua, asyura hingga puasa sunnah lain.
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads