7 Dosa Kaum Nabi Luth Selain Penyimpangan Seksual yang Jarang Dibahas

7 Dosa Kaum Nabi Luth Selain Penyimpangan Seksual yang Jarang Dibahas

Devi Setya - detikHikmah
Minggu, 21 Jun 2026 10:00 WIB
Nabi Luth
Foto: Ilustrasi: Mindra Purnomo
Jakarta -

Ketika membahas kisah Nabi Luth AS, banyak orang langsung mengingat perbuatan homoseksual yang dilakukan oleh kaumnya. Padahal, Al-Qur'an dan kitab-kitab tafsir menjelaskan bahwa kerusakan kaum Nabi Luth AS tidak hanya terbatas pada penyimpangan seksual saja.

Kaum Nabi Luth AS tidak hanya menolak ajaran tauhid, tetapi juga melakukan berbagai bentuk kejahatan sosial.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karena itu, para ulama menjelaskan bahwa azab yang menimpa mereka bukan hanya disebabkan oleh satu dosa, melainkan akumulasi dari berbagai bentuk kemaksiatan yang dilakukan secara terang-terangan dan terus-menerus.

Lalu, apa saja dosa kaum Nabi Luth AS selain penyimpangan seksual yang jarang dibahas? Berikut penjelasannya.

ADVERTISEMENT

Dosa Kaum Nabi Luth AS

1. Syirik dan Menolak Dakwah Nabi

Merujuk buku Ternyata Kita Tak Pantas Masuk Surga karya H. Ahmad Zacky El-Syafa, dosa terbesar kaum Nabi Luth AS adalah menolak ajaran tauhid yang dibawa oleh nabi mereka.

Sebagaimana umat-umat terdahulu, Nabi Luth AS diutus untuk mengajak kaumnya menyembah Allah SWT dan meninggalkan segala bentuk kesyirikan. Namun, mereka menolak seruan tersebut dan tetap berada dalam kekafiran.

Penolakan terhadap ajaran para nabi merupakan dosa besar yang menjadi sebab utama kehancuran banyak umat terdahulu. Allah SWT berfirman dalam surah Asy-Syu'ara Ayat 160,

كَذَّبَتْ قَوْمُ لُوطٍ ٱلْمُرْسَلِينَ

Artinya: "Kaum Luth telah mendustakan rasul-rasul,"

2. Mengusir Orang-Orang Saleh

Ketika Nabi Luth AS dan para pengikutnya mengajak kepada kebaikan, kaum tersebut justru merasa terganggu. Mereka bahkan mengancam akan mengusir orang-orang yang berusaha menjaga kesucian diri.

Allah SWT berfirman surah Al-A'raf Ayat 82,

وَمَا كَانَ جَوَابَ قَوْمِهِۦٓ إِلَّآ أَن قَالُوٓا۟ أَخْرِجُوهُم مِّن قَرْيَتِكُمْ ۖ إِنَّهُمْ أُنَاسٌ يَتَطَهَّرُونَ

Artinya: Jawab kaumnya tidak lain hanya mengatakan: "Usirlah mereka (Luth dan pengikut-pengikutnya) dari kotamu ini; sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berpura-pura mensucikan diri."

3. Melakukan Kemungkaran Secara Terang-terangan

Dalam buku Kala Kanjeng Nabi Bercerita yang ditulis Rizem Aizid, salah satu ciri kerusakan kaum Nabi Luth AS adalah mereka tidak lagi merasa malu melakukan dosa di hadapan publik.

Mereka melakukan kemaksiatan secara terbuka tanpa rasa bersalah dan bahkan menganggapnya sebagai sesuatu yang biasa.

Rasulullah SAW bersabda, "Jika engkau tidak memiliki rasa malu, maka berbuatlah sesukamu." (HR Bukhari)

4. Merampok dan Mengganggu Para Musafir

Dalam beberapa tafsir disebutkan bahwa kaum Nabi Luth AS juga terkenal suka mengganggu para pendatang dan musafir yang melewati wilayah mereka.

Disebutkan dalam surah Al-'Ankabut ayat 29,

أَئِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ ٱلرِّجَالَ وَتَقْطَعُونَ ٱلسَّبِيلَ وَتَأْتُونَ فِى نَادِيكُمُ ٱلْمُنكَرَ ۖ فَمَا كَانَ جَوَابَ قَوْمِهِۦٓ إِلَّآ أَن قَالُوا۟ ٱئْتِنَا بِعَذَابِ ٱللَّهِ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّٰدِقِينَ

Artinya: Apakah sesungguhnya kamu patut mendatangi laki-laki, menyamun dan mengerjakan kemungkaran di tempat-tempat pertemuanmu? Maka jawaban kaumnya tidak lain hanya mengatakan: "Datangkanlah kepada kami azab Allah, jika kamu termasuk orang-orang yang benar."

5. Melakukan Kemungkaran di Tempat Umum

Ayat dalam surah Al-'Ankabut di atas juga menjelaskan bahwa kaum Nabi Luth AS melakukan berbagai kemungkaran di tempat-tempat pertemuan.

Menurut sejumlah ulama tafsir, mereka sering berkumpul untuk melakukan tindakan yang bertentangan dengan norma agama dan akhlak.

6. Menantang dan Meremehkan Azab Allah

Ketika Nabi Luth AS memperingatkan tentang ancaman azab, kaumnya tidak takut. Sebaliknya, mereka justru menantang Nabi Luth AS untuk mendatangkan azab tersebut.

Hal ini sebagaimana telah dijelaskan dalam Al-Qur'an surah Al-'Ankabut ayat 29 yang disebutkan di atas.

7. Membela Kemaksiatan dan Menolak Bertobat

Meskipun telah berulang kali dinasihati oleh Nabi Luth AS, mereka tetap mempertahankan perbuatan buruk yang dilakukan.

Tidak ada keinginan untuk berubah atau bertobat. Bahkan mereka berusaha membenarkan kemaksiatan yang telah menjadi kebiasaan mereka.

Ketika para malaikat datang dalam wujud manusia tampan ke rumah Nabi Luth AS, kaum tersebut kembali menunjukkan keburukan mereka dengan mendatangi rumah Nabi Luth AS dan berniat melakukan perbuatan tercela.

Azab yang Menimpa Kaum Nabi Luth AS

Azab yang menimpa kaum Nabi Luth AS bukan hanya karena satu jenis dosa, tetapi karena mereka melakukan berbagai kemaksiatan sekaligus dan menolak semua peringatan yang disampaikan nabi mereka.

Turunnya azab Allah SWT kepada kaum Nabi Luth AS dijelaskan dalam Al-Qur'an surah Hud ayat 82,

فَلَمَّا جَآءَ أَمْرُنَا جَعَلْنَا عَٰلِيَهَا سَافِلَهَا وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهَا حِجَارَةً مِّن سِجِّيلٍ مَّنضُودٍ

Artinya: "Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi."

Naudzubillahi min dzalik.




(dvs/kri)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads