Saat Petugas Haji dan Jemaah Lansia Jadi Seperti Keluarga

Saat Petugas Haji dan Jemaah Lansia Jadi Seperti Keluarga

Rachmatunnisa - detikHikmah
Minggu, 21 Jun 2026 12:00 WIB
Saat Petugas Haji dan Jemaah Lansia Jadi Seperti Keluarga
Foto: Media Center Haji 2026
Makkah -

Menjadi petugas haji bukan hanya soal mengatur layanan atau memastikan operasional berjalan lancar. Bagi M. Ridho Prabowo, Koordinator Layanan Lansia dan Disabilitas (Landis) Sektor 9 Daerah Kerja (Daker) Makkah, tugas tersebut menjadi kesempatan untuk berbakti kepada orang tua melalui para jemaah lanjut usia yang ia layani setiap hari.

Ridho mengaku sejak awal tidak merasa terbebani saat ditugaskan sebagai koordinator Landis. Justru sebaliknya, ia merasa senang karena bisa berinteraksi langsung dengan para jemaah lansia dan penyandang disabilitas.

"Saya melayani, saya melihat ketika saya melayani lansia ini seperti melayani orang tua saya. Jadi terharu ya. Karena mungkin mereka yang di sini tidak dengan keluarganya, kami hadir, kami datang seakan kami itu berguna sekali untuk mereka," ujarnya ditemui di sela bertugas mengantar keberangkatan jemaah haji gelombang 2 ke Madinah dari hotel di wilayah Misfalah, Rabu (17/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baginya, tugas sebagai petugas Landis bukan sekadar pekerjaan. Ia berusaha menjalankan setiap amanah dengan sepenuh hati, termasuk ketika harus membantu kebutuhan pribadi para jemaah.

"Saya selalu menjalankan tugas saya sepenuh hati karena saya yakin apa yang sudah saya lakukan Allah nggak akan pernah diam. Semuanya akan kembali ke kita-kita lagi," katanya.

ADVERTISEMENT

Bahkan, Ridho mengaku pernah memiliki pengalaman yang sangat membekas selama bertugas di Tanah Suci.

"Ada salah satu lansia yang saya layani terus dia maunya saya tidur dengan dia, minta dipeluk gitu. Saya merasa berguna untuk orang tua saya sendiri," tuturnya.

Pengalaman-pengalaman tersebut, menurut Ridho, mengajarkannya tentang kesabaran dan ketulusan dalam melayani sesama.

"Jadi apa yang sudah saya lakukan di setiap kegiatan lansia dan disabilitas ini benar-benar membuat saya, mengajarkan saya untuk sabar dan mengerjakan segala sesuatu dengan hati," ujarnya.

Ridho mengaku sebelum bertugas sempat membayangkan pekerjaan tersebut akan terasa berat. Namun kenyataannya, ia justru menemukan kebahagiaan saat bisa mendampingi para jemaah lansia.

"Malam jam 2 pagi pun saya ditelepon salah satu lansia. Dia bilang, 'Pak saya maunya ditemenin sama Pak Ridho'. Seakan ini mereka sudah tersentuh. Saya senang aja," katanya.

Bahkan jika kembali mendapat kesempatan menjadi petugas haji pada masa mendatang, Ridho mengaku ingin kembali bertugas di bidang yang sama.

"Saya bakal milih Landis lagi. Itu karena saya senang aja merawat orang dan berguna untuk banyak orang," ujarnya.

Menjelang berakhirnya masa tugas, Ridho tak kuasa menahan haru saat menyampaikan pesan kepada para jemaah lansia dan disabilitas yang selama ini ia dampingi.

"Ibu, bapak, terima kasih. Saya minta maaf kalau selama saya melayani bapak dan ibu saya kurang totalitas, saya masih banyak kurangnya. Tapi saya ucapkan banyak terima kasih, ibu bapak sudah mau saya rawat juga," ucapnya sambil menahan tangis.

"Saya akan kangen bapak ibu. Sampai ketemu bapak ibu, doakan saya, saya mohon doa terbaik bapak ibu," lanjutnya.

Kepala Sektor 9 Daker Makkah, Arienta Nurcahya, menilai dedikasi para petugas Landis menjadi salah satu kunci keberhasilan pelayanan jemaah di sektor yang dipimpinnya.

Menurut Arienta, sejak awal seluruh petugas diminta meninggalkan atribut jabatan dan fokus bekerja sebagai satu tim untuk melayani jemaah.

"Jadi dari awal kita sudah bilang ke teman-teman bahwasannya atribut kita mohon dilepas di Jakarta," ujarnya.

Ia menyebut seluruh petugas, termasuk tim Landis, mampu menjalankan tugas dengan sangat baik selama operasional haji berlangsung.

"Performa dari keseluruhan luar biasa. Dibanding waktu saat pendorongan ke Arafah, kita lebih dulu kosong. Setengah lima kita sudah kosong. Di sektor lain masih ada yang sampai jam 9 malam, jam 10 malam," katanya.

Arienta menambahkan, keberhasilan tersebut tidak lepas dari semangat dan militansi para petugas yang bekerja tanpa melihat jabatan.

"Saya juga sebagai Kasektor tidak menganggap diri saya itu lebih tinggi dari mereka. Jabatan cuma dua bulan. Kita sama-sama kerja untuk kesuksesan Daker Makkah," pungkasnya.




(lus/lus)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads