Istri Nabi Luth AS termasuk dalam golongan orang-orang yang binasa bersama kaum yang mendustakan ajaran Allah SWT. Kisahnya termaktub dalam beberapa ayat Al-Qur'an.
Kisah Nabi Luth AS menjadi salah satu pelajaran penting dalam Al-Qur'an tentang keimanan, ketaatan, dan tanggung jawab pribadi di hadapan Allah SWT. Kisah Nabi Luth AS diabadikan dalam Al-Qur'an melalui surat Al Araf ayat 80-84, Hud ayat 69-83, Al Hijr ayat 51-77, Asy Syu'ara ayat 160-175, An Naml ayat 54-58, Al Ankabut ayat 28-35, Ash Shaffat ayat 133-138, Adz Dzariyat ayat 31-37, dan Al Qamar ayat 33-40.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kisah Nabi Luth dan Kaumnya
Mengutip buku LGBT dalam Tinjauan Fikih: Menguak Konsepsi Islam terhadap Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender karya Mokhamad Rohma Rozikin, Nabi Luth AS memiliki nama lengkap Luth bin Haron bin Tarokh. Tarokh adalah nama lain Azar, yakni ayah Nabi Ibrahim.
Dengan kata lain, Haron ayah Nabi Luth AS itu adalah saudara Ibrahim. Jadi, Nabi Luth AS adalah keponakan Nabi Ibrahim.
Nabi Luth AS tinggal di kota Sadum atau dikenal juga dengan sebutan Sodom. Beliau diutus Allah SWT kepada penduduk Sodom dan sekitarnya. Kaum ini dikenal melakukan berbagai kemaksiatan, terutama perbuatan homoseksual yang belum pernah dilakukan oleh umat-umat sebelumnya.
Allah SWT berfirman dalam surat Al-A'raf ayat 80,
وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِۦٓ أَتَأْتُونَ ٱلْفَٰحِشَةَ مَا سَبَقَكُم بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِّنَ ٱلْعَٰلَمِينَ
Artinya: Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelummu?"
Selama bertahun-tahun Nabi Luth AS berdakwah mengajak kaumnya kembali ke jalan yang benar. Namun sebagian besar dari mereka menolak dan tetap melakukan kemungkaran.
Karena keingkaran yang terus-menerus, Allah SWT akhirnya menetapkan azab bagi kaum tersebut.
Perintah Menyelamatkan Keluarga Nabi Luth
Sebelum azab diturunkan, Allah mengutus para malaikat untuk menemui Nabi Luth AS dan memberitahukan bahwa kaumnya akan dibinasakan.
Malaikat memerintahkan Nabi Luth AS agar meninggalkan kota bersama orang-orang yang beriman. Kisah ini tercatat dalam Al-Qur'an surat Hud ayat 81,
قَالُوا۟ يَٰلُوطُ إِنَّا رُسُلُ رَبِّكَ لَن يَصِلُوٓا۟ إِلَيْكَ ۖ فَأَسْرِ بِأَهْلِكَ بِقِطْعٍ مِّنَ ٱلَّيْلِ وَلَا يَلْتَفِتْ مِنكُمْ أَحَدٌ إِلَّا ٱمْرَأَتَكَ ۖ إِنَّهُۥ مُصِيبُهَا مَآ أَصَابَهُمْ ۚ إِنَّ مَوْعِدَهُمُ ٱلصُّبْحُ ۚ أَلَيْسَ ٱلصُّبْحُ بِقَرِيبٍ
Artinya: Para utusan (malaikat) berkata: "Hai Luth, sesungguhnya kami adalah utusan-utusan Tuhanmu, sekali-kali mereka tidak akan dapat mengganggu kamu, sebab itu pergilah dengan membawa keluarga dan pengikut-pengikut kamu di akhir malam dan janganlah ada seorangpun di antara kamu yang tertinggal, kecuali istrimu. Sesungguhnya dia akan ditimpa azab yang menimpa mereka karena sesungguhnya saat jatuhnya azab kepada mereka ialah di waktu subuh; bukankah subuh itu sudah dekat?".
Ibnu Katsir dalam Kisah Para Nabi: Sejarah Lengkap Kehidupan Para Nabi sejak Nabi Adam Alaihissalam hingga Nabi Isa Alaihissalam menjelaskan ayat ini menegaskan bahwa istri Nabi Luth AS akan tertinggal dan ditimpa azab sebagaimana kaumnya.
As-Suhaili berkata, "Nama istri Nabi Luth adalah Walihah dan nama istri Nabi Nuh adalah Walighah."
Al-Qur'an secara tegas menyebut bahwa istri Nabi Luth AS termasuk orang-orang yang tertinggal dan menerima azab.
Allah SWT berfirman dalam surat Al-Hijr Ayat 60,
إِلَّا ٱمْرَأَتَهُۥ قَدَّرْنَآ ۙ إِنَّهَا لَمِنَ ٱلْغَٰبِرِينَ
Artinya: "Kecuali istrinya. Kami telah menentukan, bahwa sesungguhnya ia itu termasuk orang-orang yang tertinggal (bersama-sama dengan orang kafir lainnya)."
Dalam ayat lain disebutkan, "Lalu Kami selamatkan ia beserta keluarganya semua. Kecuali seorang perempuan tua (istrinya), yang termasuk dalam golongan yang tinggal." (QS Asy-Syu'ara: 170-171)
Para ulama tafsir menjelaskan bahwa istri Nabi Luth AS tidak beriman kepada risalah suaminya. Meski hidup serumah dengan seorang nabi, ia tetap mendukung kaum yang durhaka dan menolak ajaran Allah.
Istri Nabi Luth AS berpihak kepada kaum yang kafir dan membantu mereka dalam menentang Nabi Luth AS.
Dalam tafsir yang dinukil oleh Ibnu Katsir dalam Kisah Para Nabi, Nabi Luth AS merasa cemas ketika menerima kedatangan para tamu yang sebenarnya adalah malaikat yang menjelma sebagai pemuda berparas tampan. Kekhawatiran itu muncul karena beliau mengetahui kebiasaan buruk kaumnya yang gemar melakukan perbuatan keji. Bahkan, menurut riwayat tersebut, Nabi Luth AS belum pernah melihat orang dengan ketampanan seperti para tamunya.
Meski diliputi rasa khawatir, Nabi Luth AS tetap menjamu mereka dengan baik dan menjaga keberadaan mereka agar tidak diketahui masyarakat. Kedatangan para tamu itu pada awalnya hanya diketahui oleh anggota keluarganya yang berada di rumah.
Namun, salah seorang yang mengetahui kedatangan mereka adalah istri Nabi Luth AS. Alih-alih menjaga amanah, ia justru keluar dan menyampaikan kabar tersebut kepada penduduk Sodom.
Dalam penjelasan Ibnu Katsir disebutkan bahwa ia memberi tahu kaumnya bahwa di rumah Nabi Luth AS terdapat sejumlah tamu laki-laki yang sangat tampan, yang menurutnya belum pernah ia lihat sebelumnya.
Informasi itu membuat kaum Sodom berbondong-bondong menuju rumah Nabi Luth AS. Mereka datang untuk memastikan kabar tersebut sekaligus melampiaskan niat buruk mereka kepada para tamu yang sedang berada di kediaman sang nabi. Peristiwa inilah yang kemudian menjadi salah satu bentuk pengkhianatan istri Nabi Luth AS terhadap dakwah dan perjuangan suaminya.
Azab yang Menimpa Kaum Nabi Luth
Masih merujuk buku karya Ibnu Katsir, para malaikat memerintahkan Nabi Luth AS agar mendaki puncak gunung sehingga beliau dapat beribadah dengan tenang. Setelah Nabi Luth AS dan kaum beriman telah berada di tempat yang aman, Allah SWT menimpakan azab yang pedih.
Azab yang menimpa kaum Sodom tercatat dalam Al-Qur'an surat Hud Ayat 82,
فَلَمَّا جَآءَ أَمْرُنَا جَعَلْنَا عَٰلِيَهَا سَافِلَهَا وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهَا حِجَارَةً مِّن سِجِّيلٍ مَّنضُودٍ
Artinya: "Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi."
Para ahli tafsir menjelaskan, "Jibril menghancurkan negeri itu dengan sayapnya. Negeri itu terdiri atas tujuh kota yang dihuni oleh beberapa orang penduduk. Ada yang mengatakan bahwa jumlahnya 400.000 jiwa, tidak termasuk dengan hewan-hewan yang mereka miliki. Penduduk negeri kaum Luth itu semuanya diangkat tinggi-tinggi ke langit hingga para malaikat mendengar suara kokok ayam dan gonggongan anjing milik penduduk. Setelah diangkat tinggi-tinggi, negeri itu pun dibalik hingga bagian atas berada di bawah dan bagian bawah berada di atas."
Wallahu a'lam.
(dvs/kri)

Komentar Terbanyak
Iran Berencana Bentuk NATO Versi Islam, Ajak Saudi dan Turki
Tukang Tambal Ban Rela Utang demi Haji, Kini Dilunasi Pemerintah-UEA
MUI Godok Naskah Akademik RUU Pidana LGBT