Adzan merupakan panggilan bagi umat Islam untuk melaksanakan salat. Saat adzan dikumandangkan, setiap muslim dianjurkan untuk menyimak dan menjawab setiap lafadz yang diucapkan muazin, kemudian dilanjutkan dengan membaca doa setelah adzan. Berikut penjelasan lengkap berdasarkan dalil hadits.
Dari buku Fiqih Sunnah Jilid 1 karya Sayyid Sabiq, disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:
"Jika kalian mendengar adzan, ucapkanlah seperti yang diucapkan muazin." (HR. Bukhari, Muslim, Nasa'i, Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hadits ini menjadi dasar utama dalam tata cara menjawab adzan, yaitu mengikuti setiap lafadz yang diucapkan oleh muazin dengan jawaban yang sesuai.
Tata Cara Menjawab Adzan
Masih dari sumber yang sama, tata cara menjawab adzan dijelaskan lebih rinci dalam riwayat dari Umar RA. Rasulullah SAW bersabda:
"Apabila muazin mengucapkan, 'Allåhu akbar, Allåhu akbar,' lalu seseorang di antara kalian juga mengucapkan, 'Allåhu akbar, Allåhu akbar,' kemudian muazin mengucapkan, 'Asyhadu allå Ilåha illallåh,' ia juga mengucapkan, 'Asyhadu allå Ilåha illallåh,' kemudian muazin mengucapkan, 'Asyhadu anna Muhammadar rasülullåh,' ia juga mengatakan, 'Asyhadu anna Muhammadar rasülullåh,' kemudian muazin mengucapkan, 'Hayya 'alash shalåh,' ia mengucapkan, 'Lå haula wa la quwwata illå billåh,' kemudian muazin mengucapkan, 'Hayya 'alal falåh,' ia mengucapkan, 'Lå haula wa lå quwwata illå billåh,' kemudian muazin mengucapkan, 'Allåhu akbar, Allåhu akbar,' ia juga mengucapkan 'Allåhu akbar, Allåhu akbar,' kemudian muazin mengucapkan, 'La Ilåha illallåh,' ia juga mengucapkan, 'Lå Ilåha illallåh,' dengan penuh keyakinan di hati, ia akan masuk ke dalam surga." (HR. Muslim, Abu Dawud)
Berdasarkan hadits tersebut, berikut susunan tata cara menjawab adzan:
Lafadz Adzan
اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ
Allahu Akbar, Allahu Akbar
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ
Ashhadu alla ilaha illallah
أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ
Ashhadu anna Muhammadar Rasulullah
حَيَّ عَلَى الصَّلَاةِ
Hayya 'alash shalaah
حَيَّ عَلَى الْفَلَاحِ
Hayya 'alal falaah
اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ
Allahu Akbar, Allahu Akbar
لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ
Laa ilaha illallah
Jawaban Pendengar Adzan
اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ
Allahu Akbar, Allahu Akbar
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ
Ashhadu alla ilaha illallah
أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ
Ashhadu anna Muhammadar Rasulullah
لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ
Laa haula wa laa quwwata illa billah
لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ
Laa haula wa laa quwwata illa billah
اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ
Allahu Akbar, Allahu Akbar
لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ
Laa ilaha illallah
Jawaban Adzan Subuh
Pada adzan subuh terdapat lafadz tambahan:
الصَّلَاةُ خَيْرٌ مِنَ النَّوْمِ
Ash-shalaatu khairum minan-naum
Jawaban yang dianjurkan:
صَدَقْتَ وَبَرَرْتَ وَأَنَا عَلَى ذَلِكَ مِنَ الشَّاهِدِينَ
Shadaqta wa bararta wa ana 'ala dzalika minasy-syahidiin
Doa Setelah Adzan
Setelah menjawab seluruh lafaz adzan, dianjurkan membaca doa setelah adzan. Melansir dari buku Hafalan Luar Kepala Semua Bacaan Shalat, Doa Pilihan, Dan Surat-Surat Pendek By Ustaz Khalili Amrin Ali al-Sunguti, berikut bacaannya:
اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلاَةِ القَائِمَةِ آتِ سَيِّدَنَا مُحَمَّداً الوَسِيْلَةَ وَالفَضِيْلَةَ، وَابْعَثْهُ مَقَاماً مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ إِنَّكَ لَا تُخْلِفُ المِيْعَادَ
Allāhumma rabba hādzihid dakwatit tāmmah, was shalātil qā'imah, āti sayyidanā muhammadanil wasīlata wal fadhīlah, wab'atshu maqāmam mahmūdanil ladzī wa'attah, innaka lā tukhliful mī'ād.
Artinya:
"Ya Allah, Tuhan seruan yang sempurna dan salat yang ditegakkan, berikanlah wasilah dan keutamaan kepada Nabi Muhammad SAW. Bangkitkan beliau pada kedudukan terpuji yang Engkau janjikan. Sesungguhnya Engkau tidak akan menyalahi janji."
(inf/dvs)

Komentar Terbanyak
37 Organisasi Tolak Desakan MUI Soal Pidana Pelaku dan Kampanye LGBT
MUI Tegaskan Orientasi Seksual Sesama Jenis Bukan Kodrat, Tapi Penyimpangan
Liga Muslim Dunia Kecam Serangan Pemukim Israel terhadap Warga Palestina