Amalan Wanita Haid di Hari Tasua dan Asyura 2026 yang Dianjurkan

Amalan Wanita Haid di Hari Tasua dan Asyura 2026 yang Dianjurkan

Indah Fitrah Yani - detikHikmah
Senin, 22 Jun 2026 15:32 WIB
Asian Muslim young woman in black traditional hijab praying with Islamic beads in mosque.
Ilustrasi wanita muslim. Foto: Getty Images/iStockphoto/trumzz
Jakarta -

Hari Tasua (9 Muharram) dan Asyura (10 Muharram) merupakan momen yang istimewa karena memiliki keutamaan besar. Umat Islam bisa menghidupkan hari tersebut dengan amalan saleh.

Salah satu amalan utama pada hari tersebut adalah puasa sunnah, terutama pada 10 Muharram. Namun, bagi wanita yang sedang haid dan tidak dapat berpuasa atau melaksanakan salat, masih ada berbagai ibadah lain yang bisa dilakukan.

Dalam buku Ringkasan Fikih Sunnah Sayyid Sabiq karya Syaikh Sulaiman Ahmad Yahya Al-Faifi, disebutkan hadits dari Ibnu Abbas:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tatkala Rasulullah puasa Asyura dan memerintahkan para sahabat untuk berpuasa, mereka berkata, 'Wahai Rasulullah, itu adalah hari yang diagungkan oleh Yahudi dan Nasrani?' Beliau bersabda, "Tahun depan insyaallah kita akan shaum pada hari ke-9." Ibnu Abbas berkata, "Namun tidak sampai datang tahun depan, Rasulullah sudah wafat." (HR Muslim dan Abu Dawud)

Keutamaan terbesar terdapat pada puasa Asyura. Nabi Muhammad SAW bersabda:

ADVERTISEMENT

"Puasa Arafah menghapus dosa dua tahun yang lalu dan yang akan datang, sementara puasa Asyura menghapus dosa setahun yang lalu." (HR Muslim)

Wanita haid memang tidak diperbolehkan berpuasa karena haid termasuk hal yang membatalkan puasa dan salat. Walau begitu, ibadah lain tetap bisa dilakukan untuk mengisi hari Tasua dan Asyura.

Amalan Wanita Haid di Hari Tasua dan Asyura

Berikut sejumlah amalan untuk wanita haid yang bisa dilakukan saat hari Tasua dan Asyura.

1. Memperbanyak Zikir

Zikir dapat dilakukan kapan saja, termasuk saat haid. Bacaan seperti tasbih, tahmid, takbir, dan tahlil bisa diamalkan untuk mengingat Allah.

Hal ini sebagaimana firman Allah SWT dalam surah Al-Ahzab ayat 41:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اذْكُرُوا اللّٰهَ ذِكْرًا كَثِيْرًاۙ

Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, ingatlah Allah dengan zikir sebanyak-banyaknya."

2. Berdoa

Doa bisa dipanjatkan kapan pun. Amalan ini menjadi jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah serta memohon kebaikan dunia dan akhirat.

Salah satu doa yang dapat dibaca adalah doa sapu jagat yang terdapat pada Al-Qur'an surah Al-Baqarah ayat 201:

رَبَّنَآ اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَّقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Arab latin: Rabbanā ātinā fid-dun-yā ḥasanataw wa fil-ākhirati ḥasanataw wa qinā 'ażāban-nār(i).

Artinya: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta lindungilah kami dari azab neraka."

3. Memperbanyak Istighfar

Awal Muharram bisa jadi waktu yang pas untuk banyak meminta ampun. Dengan istighfar, seorang muslimah dapat mengingat kembali kesalahan yang pernah dilakukan, lalu berharap diberi jalan yang lebih baik untuk ke depannya.

Bacaan istighfar:

أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ

Astagfirullahaladzim

Artinya: "Aku memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Agung."

4. Membaca dan Mendengarkan Al-Qur'an

Membaca Al-Qur'an tetap menjadi amalan yang dianjurkan pada hari Tasua dan Asyura. Allah SWT menjanjikan pahala bagi orang yang rutin membaca Al-Qur'an.

Sebagaimana firman-Nya dalam surah Fatir ayat 29-30:

اِنَّ الَّذِيْنَ يَتْلُوْنَ كِتٰبَ اللّٰهِ وَاَقَامُوا الصَّلٰوةَ وَاَنْفَقُوْا مِمَّا رَزَقْنٰهُمْ سِرًّا وَّعَلَانِيَةً يَّرْجُوْنَ تِجَارَةً لَّنْ تَبُوْرَۙ لِيُوَفِّيَهُمْ اُجُوْرَهُمْ وَيَزِيْدَهُمْ مِّنْ فَضْلِهٖۗ اِنَّهٗ غَفُوْرٌ شَكُوْرٌ

Artinya: "Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah (Al-Qur'an), menegakkan salat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepadanya secara sembunyi-sembunyi dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perdagangan yang tidak akan pernah rugi. (Demikian itu) agar Allah menyempurnakan pahala mereka dan menambah karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri."

Bagi yang meyakini untuk tidak menyentuh mushaf saat haid, bacaan Al-Qur'an tetap bisa dilakukan melalui hafalan atau aplikasi di telepon seluler.

Selain itu, mendengarkan ayat suci Al-Qur'an juga termasuk amalan yang dianjurkan. Lantunan ayat dapat menenangkan hati.

Hal ini juga tergambar dalam hadits dari Aisyah RA:

"Rasulullah SAW meletakkan kepalanya di pangkuanku saat aku sedang haid, dan dia membaca Al-Qur'an." (HR Ibnu Majah)




(inf/kri)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads