Tata Cara Membaca Tahiyat Akhir dalam Salat

Tata Cara Membaca Tahiyat Akhir dalam Salat

Anisa Rizki Febriani - detikHikmah
Jumat, 26 Jun 2026 17:45 WIB
Portrait of muslim man praying to god inside the mosque
Ilustrasi tahiyat akhir (Foto: Getty Images/leolintang)
Jakarta -

Tahiyat akhir adalah doa yang dibaca pada rakaat terakhir, tepatnya ketika duduk tasyahud akhir. Doa tahiyat akhir berisi sholawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Menurut buku Kitab Lengkap Panduan Shalat oleh M Khalilurrahman Al Mahfani dkk, doa tasyahud berisi ucapan penghormatan kepada Allah SWT dan salam kepada Nabi Muhammad SAW serta dua kalimat syahadat atau syahadatain.

Mazhab Syafi'i berpandangan membaca tahiyat akhir tidak boleh terlewat ketika salat, baik itu salat fardhu maupun sunnah. Tahiyat terdiri dari dua macam, yaitu tahiyat awal dan akhir.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tata Cara Membaca Tahiyat Akhir Saat Salat

Doa tahiyat akhir dibaca ketika muslim duduk tawaruk. Diterangkan dalam buku Sifat Wudhu & Shalat Nabi susunan Syaikh Muhammad Fahd dan Syaikh Bin Baz, terkait duduk tawaruk ini tercantum dalam hadits berikut.

ADVERTISEMENT

"Beliau (Nabi SAW) duduk tawaruk pada duduk tasyahud yang terakhir." (HR Bukhari)

Muslim bisa melantunkan bacaan tahiyat akhir ketika duduk tawaruk. Posisi duduk tahiyat akhir yaitu duduk dengan mengulurkan kaki kiri ke sebelah kaki kanan dan telapak kaki kanan didirikan, sedangkan pantat langsung menyentuh tanah.

Telapak kedua tangan diletakkan di atas paha, dengan telapak tangan kiri telungkup sedang tangan kanan dikepalkan kecuali telunjuk diangkat dari awal atau ketika membaca, "Asyhaduallaa ilaaha illallah" dengan pandangan fokus ke telunjuk.

Dari Zubair RA berkata:

"Ketika Rasulullah SAW duduk tasyahud, beliau meletakkan tangan kanan di atas paha kanan, dan meletakkan tangan kiri di atas paha kiri. Beliau menunjuk dengan jari telunjuk (kanan), sementara pandangan beliau tidak lebih dari arah jari telunjuk itu." (HR Ahmad, Muslim, dan Nasa'i)

Doa Tahiyat Akhir: Arab, Latin dan Arti

Berikut bacaan doa tahiyat akhir yang dikutip dari buku Fiqih Doa dan Dzikir Jilid 2 tulisan Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin Al Badr.

التَّحِيَّاتُ المُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لله، السَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللَّهِ

Attahiyyaatul mubaarakaatush shalawaatuth thayyibaatu lillaah, assalaamu 'alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullahi wa barakaatuh, assalaamu 'alainaa wa 'ala 'ibaadillahish shaalihiin. Asyhadu an laa ilaaha illallaah wa asyhadu anna muhammadan rasuulullah

Artinya: "Segala penghormatan, keberkahan, dan kebaikan, untuk Allah. Keselamatan atasmu wahai Nabi dan rahmat Allah serta keberkahan-Nya. Keselamatan atas kami dan atas hamba-hamba Allah yang shalih. Aku bersaksi bahwa tidak ada sembahan yang haq kecuali Allah. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah Rasulullah." (HR Muslim, dari Abdullah bin Abbas)

Kemudian dilanjut dengan sholawat Ibrahimiyah,

اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ إِبْرَاهِيْمَ و بَارِكْ عَلٰى مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰىإِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ إِبْرَاهِيْمَ فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

Allahumma shalli 'alaa muhammad wa'alaa aali muhammadin kamaa shallaita 'alaa ibraahiima wa'alaa aali ibrahiima, wabaarik 'alaa aali muhammadin wa'alaa aali muhammadin kamaa baarakta 'alaa ibraahima wa 'alaa aali ibraahima, fil 'aalamiina innaka hamiidun majiidun.

Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah sholawat atas Muhammad dan atas keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau melimpahkan sholawat atas Ibrahim dan atas keluarga Ibrahim. Sungguh Engkau Maha Terpuji lagi Mahamulia. Ya Allah, berkahilah atas Muhammad dan atas keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau berkahi atas Ibrahim dan atas keluarga Ibrahim, sungguh Engkau Maha Terpuji lagi Mahamulia." (HR Bukhari & Muslim, dari Ka'ab bin Ujrah)

Perbedaan Tahiyat Awal dan Akhir

Dinukil dari buku Sifat ash-Shalah an-Nabi tulisan Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani terjemahan Rohidin Wakhid, perbedaan yang paling umum antara tahiyat awal dan akhir adalah bacaannya. Tahiyat awal bacaannya lebih singkat dibanding tahiyat akhir.

Berikut bacaan tahiyat awal,

التَّحِيَّاتُ المُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لله، السَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللَّهِ

Attahiyyaatul mubaarakaatush shalawaatuth thayyibaatu lillaah, assalaamu 'alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullahi wa barakaatuh, assalaamu 'alainaa wa 'ala 'ibaadillahish shaalihiin. Asyhadu an laa ilaaha illallaah wa asyhadu anna muhammadan rasuulullah

Artinya: "Segala penghormatan, keberkahan, dan kebaikan, untuk Allah. Keselamatan atasmu wahai Nabi dan rahmat Allah serta keberkahan-Nya. Keselamatan atas kami dan atas hamba-hamba Allah yang shalih. Aku bersaksi bahwa tidak ada sembahan yang haq kecuali Allah. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah Rasulullah." (HR Muslim)

Kemudian, tahiyat awal dilakukan sambil duduk iftirasy. Duduk tersebut posisinya menjadikan kaki kiri sebagai alas, yaitu dengan menindihkan punggung kaki kiri ke lantai lalu diduduki sedangkan kaki kanan ditegakkan dengan ujung jari-jarinya menghadap kiblat.

Lain halnya dengan tahiyat akhir yang dilaksanakan sambil duduk tawaruk di akhir salat sebelum salam.




(aeb/kri)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads