Lupa Niat Puasa Senin Kamis Semalam, Masih Bisa Puasa atau Tidak?

Lupa Niat Puasa Senin Kamis Semalam, Masih Bisa Puasa atau Tidak?

Anisa Rizki Febriani - detikHikmah
Senin, 29 Jun 2026 09:30 WIB
Ilustrasi Niat Puasa Tasua
Ilustrasi membaca niat puasa sunnah (Foto: Firman Marek Brew/Pexels)
Jakarta -

Puasa Senin Kamis adalah ibadah yang banyak dikerjakan muslim. Biasanya, niat puasa diamalkan sehari sebelumnya ketika malam hari. Lalu bagaimana jika seseorang lupa membaca niat saat malam? Apakah puasanya tetap sah?

Sebelum membahas lebih jauh terkait hukumnya, muslim harus memahami lebih dulu terkait puasa Senin Kamis itu sendiri. Amalan tersebut termasuk sunnah Nabi Muhammad SAW semasa hidupnya.

Dalil pengerjaan puasa Senin Kamis merujuk pada hadits dari Usamah bin Zaid RA, dia berkata:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Aku berkata pada Rasulullah SAW, "Wahai Rasulullah, engkau terlihat berpuasa sampai-sampai dikira tidak ada waktu bagimu untuk tidak puasa. Engkau juga terlihat tidak puasa, sampai-sampai dikira engkau tidak pernah puasa. Kecuali dua hari yang engkau bertemu dengannya dan berpuasa ketika itu." Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bertanya, "Apa dua hari tersebut?" Usamah menjawab, "Senin dan Kamis." Lalu beliau bersabda, "Dua hari tersebut adalah waktu dihadapkannya amalan pada Rabb semesta alam (pada Allah). Aku sangat suka ketika amalanku dihadapkan sedang aku dalam keadaan berpuasa." (HR An Nasa'i)

Dilansir dari buku The Miracle of Puasa Senin Kamis karya Ubaidurrahim El Hamdy, Senin adalah hari kelahiran Rasulullah SAW. Sang rasul juga diangkat menjadi nabi pada Senin, karenanya hari ini jadi momen yang istimewa.

ADVERTISEMENT

Melalui hadits lainnya Rasulullah SAW pernah menyebutkan terkait puasa Senin Kamis,

"Rasulullah SAW pernah ditanya tentang puasa pada hari Arafah, Beliau menjawab: Puasa itu menghapus dosa tahun yang lalu dan tahun yang akan datang. Dan Beliau ditanya tentang puasa Asyura, Beliau menjawab: Puasa itu menghapus dosa tahun yang lalu. Beliau ditanya lagi tentang puasa Senin Kamis, lalu Beliau menjawab: Pada hari itu adalah hari dimana aku dilahirkan, aku dijadikan seorang utusan (Rasul), dan pada hari itu juga aku menerima wahyu." (HR Muslim dari Abi Qatadah al-Anshariy RA)

Apakah Masih Bisa Puasa Senin Kamis Jika Lupa Baca Niat Ketika Malam?

Ketentuan membaca niat puasa sunnah berbeda dengan wajib. Puasa Senin Kamis tergolong ibadah sunnah sehingga muslim masih bisa membaca niat meski sudah pagi hari.

Menurut kitab Maqaashidul Mukallafin: An-Niyyat fil Ibadaat oleh Umat Sulaiman Al-Asyqar terjemahan Faisal Saleh, niat puasa sunnah bahkan tetap sah jika dibaca pada siang hari. Ketentuan ini jadi pendapat jumhur ulama termasuk Ali bin Abi Thalib, Ibnu Mas'ud, Hudzaifah bin Yaman, Thalhal, Ibnu Abbas, Abu Hanifah, Ahmad dan Syafi'i.

Turut dijelaskan dalam buku Kitab Lengkap dan Praktis Fiqh Wanita karya Abdul Syukur Al Azizi, kebolehan membaca niat puasa sunnah pada pagi dan siang hari dapat dilakukan selama muslim belum makan dan minum atau melakukan hal-hal yang bisa membatalkan puasa.

Bolehkah Membatalkan Puasa Senin Kamis Tanpa Uzur?

Al Hafiz Ibnu Hajar Al Asqalani melalui kitab Bulughul Maram yang diterjemahkan Irfan Maulana Hakim menyatakan boleh berpuasa sunnah dan membatalkannya tanpa ada uzur. Ketentuan ini mengacu pada hadits dari Aisyah RA, dia berkata:

"Pada suatu hari Nabi SAW masuk ke tempatku lalu beliau bertanya, 'Apakah kamu memiliki makanan?' Saya menjawab, 'Tidak.' Beliau bersabda, 'Kalau begitu aku berpuasa.' Pada hari yang lain beliau datang lagi kepadaku, dan aku berkata, 'Kita diberi hadiah berupa makanan kurma yang dicampur dengan samin dan susu kering.' Beliau bersabda, 'Perlihatkan itu kepadaku. Sebenarnya tadi pagi aku telah berpuasa.' Tetapi kemudian beliau makan," (HR Muslim)

Niat Puasa Senin Kamis: Arab, Latin dan Arti

Berikut niat puasa sunnah Senin Kamis yang dikutip dari buku Panduan Muslim Kaffah Sehari-hari oleh Muh Hambali.

1. Niat Puasa Senin

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ اْلاِثْنَيْنِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

Nawaitu sauma yaumal itsnaini sunnatan lillahi ta'ala.

Artinya: "Saya niat puasa sunnah hari Senin, sunnah karena Allah Ta'ala."

2. Niat Puasa Kamis

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ الْخَمِيْسِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

Nawaitu sauma yaumal khomiisi sunnatan lillahi ta'ala.

Artinya: "Saya niat puasa sunnah hari Kamis, sunnah karena Allah Ta'ala."




(aeb/erd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads