- Cara Menjaga Kekhusyukan Salat 1. Menyempurnakan Wudhu sebelum Salat 2. Salat dengan Tenang dan Tidak Tergesa-gesa 3. Memusatkan Pandangan ke Tempat Sujud 4. Merenungi Bacaan Salat 5. Menjauhkan Hal yang Mengganggu Konsentrasi 6. Tidak Menahan Lapar atau Buang Hajat 7. Memperbanyak Doa Saat Sujud 8. Mengingat Kematian
Salat merupakan kewajiban bagi seorang muslim sekaligus sarana seorang hamba untuk berkomunikasi secara langsung dengan Allah SWT. Karena itu, Islam mengajarkan agar salat dikerjakan dengan penuh kekhusyukan.
Rasulullah SAW menjadi teladan terbaik dalam menjaga kekhusyukan saat salat. Beliau tidak hanya mengajarkan tata cara salat melalui ucapan, tetapi juga memberikan contoh melalui perilaku dan kebiasaan yang dilakukan sebelum maupun ketika salat berlangsung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip dari buku Perbaiki Shalatmu agar Allah Perbaiki Hidupmu karya Drs. Bahroin Suryantara, MA, khusyuk berarti menghadirkan hati, pikiran, dan anggota tubuh dalam ibadah sehingga seseorang benar-benar fokus kepada Allah SWT. Khusyuk bukan hanya soal menundukkan kepala atau diam, tetapi juga menghadirkan rasa takut, tunduk, berharap, dan mengagungkan Allah.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an surat Al-Mukminun ayat 1-2 yang artinya, "Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam salatnya."
Rasulullah SAW mengajarkan bahwa seorang muslim harus menyadari dirinya sedang berdiri di hadapan Allah ketika salat.
Dalam hadits, Rasulullah SAW bersabda, "Apabila salah seorang di antara kalian berdiri untuk salat, sesungguhnya ia sedang bermunajat kepada Tuhannya." (HR. Bukhari)
Cara Menjaga Kekhusyukan Salat
Merangkum buku Belajar Khusyuk karya Izzuddin ibn Abdussallam, berikut cara menjaga khusyuknya salat:
1. Menyempurnakan Wudhu sebelum Salat
Rasulullah SAW selalu menjaga kesempurnaan wudhu sebelum melaksanakan salat. Wudhu bukan sekadar membersihkan anggota tubuh, tetapi juga menjadi persiapan sebelum menghadap Allah SWT.
Rasulullah SAW bersabda,
"Barang siapa berwudu lalu menyempurnakan wudunya, keluarlah dosa-dosa dari tubuhnya hingga keluar dari bawah kuku-kukunya." (HR. Muslim)
2. Salat dengan Tenang dan Tidak Tergesa-gesa
Rasulullah SAW melaksanakan salat dengan penuh ketenangan. Setiap gerakan dilakukan secara sempurna tanpa terburu-buru.
Ketika melihat seseorang salat dengan tergesa-gesa, beliau bersabda, "Kembalilah dan salatlah, karena sesungguhnya engkau belum salat." (HR. Bukhari dan Muslim)
3. Memusatkan Pandangan ke Tempat Sujud
Dalam berbagai riwayat disebutkan bahwa Rasulullah SAW mengarahkan pandangannya ke tempat sujud ketika salat.
Kebiasaan ini membantu menjaga konsentrasi dan menghindarkan pandangan dari hal-hal yang dapat mengganggu kekhusyukan.
4. Merenungi Bacaan Salat
Rasulullah SAW membaca ayat-ayat Al-Qur'an dalam salat dengan tartil dan penuh penghayatan.
Memahami arti bacaan salat menjadi salah satu cara efektif untuk meningkatkan kekhusyukan.
5. Menjauhkan Hal yang Mengganggu Konsentrasi
Rasulullah SAW tidak menyukai sesuatu yang dapat mengalihkan perhatian saat salat.
Dalam sebuah hadits, beliau pernah melepas kain yang memiliki corak karena motifnya mengganggu konsentrasi ketika salat.
Dari Aisyah RA, Rasulullah SAW bersabda, "Bawalah kain ini kepada Abu Jahm dan bawakan kepadaku kain yang polos, karena coraknya tadi hampir melalaikanku dalam salat." (HR. Bukhari dan Muslim)
6. Tidak Menahan Lapar atau Buang Hajat
Islam mengajarkan agar seseorang tidak memulai salat ketika makanan telah tersaji atau ketika masih menahan buang air.
Rasulullah SAW bersabda, "Tidak ada salat ketika makanan telah dihidangkan, dan tidak pula ketika seseorang menahan buang air besar atau kecil." (HR. Muslim)
7. Memperbanyak Doa Saat Sujud
Sujud merupakan posisi paling dekat antara seorang hamba dengan Allah SWT.
Rasulullah SAW bersabda, "Keadaan seorang hamba yang paling dekat dengan Tuhannya adalah ketika ia sedang sujud. Maka perbanyaklah doa." (HR. Muslim)
8. Mengingat Kematian
Sebagian ulama menjelaskan bahwa salah satu cara menghadirkan khusyuk adalah mengingat bahwa salat yang sedang dikerjakan bisa jadi merupakan salat terakhir.
Rasulullah SAW bersabda, "Apabila engkau berdiri untuk salat, maka salatlah seperti salatnya orang yang akan berpisah (salat terakhirnya)." (HR. Ibnu Majah, dinilai hasan oleh sebagian ulama)
(dvs/inf)

Komentar Terbanyak
Ramai Keluhan soal Tahlilan, Begini Penjelasan soal Jamuan di Rumah Duka
BEM Psikologi UI Sebut Homoseksual Bukan Penyimpangan, MUI Sentil Moral Kampus
Kemenag Tanggapi Hoaks Bolehkan Korupsi Asal Sesuai Syariat