Masjid-masjid di Prancis Jadi Tempat Berteduh Warga Saat Gelombang Panas

Masjid-masjid di Prancis Jadi Tempat Berteduh Warga Saat Gelombang Panas

Anisa Rizki Febriani - detikHikmah
Rabu, 08 Jul 2026 19:15 WIB
Grand Mosque menjadi masjid ikonik di Paris. Kini muncul perdebatan terkait rencana membangun sebuah masjid di wilayah Strasbourg dengan dana publik.
Ilustrasi salah satu masjid yang ada di Prancis (Foto: Getty Images/Abdulmonam Eassa)
Jakarta -

Masjid-masjid di Prancis membuka pintu bagi warga yang terkena dampak gelombang panas hebat atau heatwave di negara tersebut. Tempat ibadah umat Islam tersebut meyediakan ruangan yang aman dan sejuk di tengah krisis cuaca.

Dilansir dari kantor situs Shia Waves pada Rabu (8/7/2026), inisiatif tersebut dimulai dari kot Paris bagian timur, Montreuil. Masjid-masjid menyediakan untuk menerima pengunjung sepanjang hari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bahkan, air minum dingin dan area tempat duduk disediakan di tengah peringatan resmi yang terus berlanjut terkait risiko dari suhu ekstrem di sebagian besar wilayah Prancis. Kepala Dewan Muslim Montreuil, Hassan Harmouz menuturkan inisiatif tersebut muncul setelah para pejabat masjid melihat banyak masyarakat Prancis menderita di jalanan karena gelombang panas yang luar biasa.

Menurut penuturannya, masjid tetap buka selama heatwave berlangsung tanpa diskriminasi. Masjid menawarkan ruang yang lebih sejuk dan didukung oleh sistem ventilasi.

ADVERTISEMENT

Selain itu masjid-masjid di Prancis juga menyediakan kurma dan area untuk bersitirahat atau berdoa. Harmouz menekankan inisiatif tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi umat Islam, melainkan bagi siapapun yang membutuhkan sehingga mencerminkan nilai-nilai kemanusiaan dan solidaritas sosial.

Imam salat Jumat di Masjid Al Isla yang bernama Ibrahim Belhaj mengatakan inisiatif tersebut bertujuan meringankan dampak gelombang panas pada warga, utamanya lansia dan orang-orang di tempat umum. Menurutnya, peran masjid tidak terbatas sebagai tempat ibadah melainkan juga pelayanan masyarakat selama krisis.

Dia menilai pembukaan masjid bagi semua orang di tengah krisis cuaca mencerminkan nilai-nilai Islam tentang kerja sama dan kasih sayang, sekaligus memperkuat hubungan dalam hidup berdampingan dan menyoroti peran sosial lembaga keagamaan.




(aeb/lus)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads