Nama Saudara Nabi Yusuf AS, Siapa Saja dan Berapa Jumlahnya?

Nama Saudara Nabi Yusuf AS, Siapa Saja dan Berapa Jumlahnya?

Salsa Dila Fitria Oktavianti - detikHikmah
Senin, 30 Mar 2026 08:00 WIB
Nama Saudara Nabi Yusuf AS, Siapa Saja dan Berapa Jumlahnya?
Ilustrasi kisah Nabi. Foto: Getty Images/iStockphoto/rudall30
Jakarta -

Nama saudara Nabi Yusuf dalam Islam menjadi salah satu bagian penting dalam kisah kehidupan Nabi Yusuf AS yang diabadikan dalam Al-Qur'an, khususnya dalam Surah Yusuf.

Kisah ini tidak hanya menggambarkan perjalanan hidup Nabi Yusuf, tetapi juga melibatkan peran saudara-saudaranya dalam berbagai peristiwa yang penuh hikmah.

Dalam sumber-sumber Islam disebutkan bahwa Nabi Yusuf merupakan putra dari Nabi Ya'qub AS yang memiliki 12 anak. Saudara-saudara Nabi Yusuf inilah yang kemudian menjadi bagian dari rangkaian kisah yang sarat pelajaran, terutama terkait kecemburuan, ujian, dan pada akhirnya pengampunan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nama Saudara Nabi Yusuf AS

Berikut nama-nama saudara Nabi Yusuf yang sering disebut dalam literatur Islam:

  1. Rubil
  2. Syam'un
  3. Lawi
  4. Yahudza
  5. Dan
  6. Naftali
  7. Jad
  8. Asyir
  9. Yasakir
  10. Zabulun
  11. Bunyamin

Dari semua saudara tersebut, Bunyamin adalah yang paling dekat dengan Nabi Yusuf karena mereka berasal dari ibu yang sama, yaitu Rahil.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, saudara-saudara lainnya dalam kisah dikenal sebagai pihak yang sempat merasa iri kepada Nabi Yusuf, hingga akhirnya terjadi peristiwa pembuangan ke dalam sumur. Meski begitu, kisah ini berakhir dengan pertemuan kembali dan saling memaafkan.

Kisah Mimpi Nabi Yusuf

Kisah saudara-saudara Nabi Yusuf juga berkaitan dengan salah satu peristiwa penting dalam hidup beliau, yaitu mimpi yang diceritakan kepada Nabi Ya'qub.

Dalam buku Hikayat Sang Rupawan Sejarah Lengkap Nabi Yusuf Alaihi Salam karya Sulistyowati Khairu dijelaskan bahwa pada suatu malam, ketika saudara-saudara Nabi Yusuf sedang merencanakan sesuatu secara diam-diam untuk mencelakainya, beliau justru tertidur lelap dan berada dalam mimpi yang indah.

Pada saat itu, Nabi Yusuf tidak mengetahui rencana buruk yang sedang disusun terhadap dirinya, dan sama sekali tidak membayangkan bahwa penderitaan yang akan ia alami kelak berasal dari saudara-saudaranya sendiri, yang dipengaruhi oleh rasa iri, cemburu, dan dengki.

Dalam perjalanan hidupnya, Nabi Yusuf AS memang menghadapi berbagai ujian. Salah satu ujian berat datang dari orang-orang terdekatnya sendiri, yaitu saudara-saudaranya yang bersekongkol untuk berbuat jahat kepadanya.

Pada malam tersebut, Nabi Yusuf bermimpi melihat sebelas bintang, matahari, dan bulan yang seakan-akan turun dari langit lalu bersujud kepadanya. Setelah terbangun, ia segera mendatangi ayahnya, Nabi Ya'qub AS, untuk menceritakan mimpi yang dialaminya. Mendengar kisah tersebut, wajah Nabi Ya'qub tampak berseri-seri dan penuh kegembiraan atas mimpi yang diceritakan oleh putranya itu.

"Wahai anakku! Mimpimu adalah mimpi yang berisi dan bukan mimpi yang kosong. Mimpimu memberikan tanda yang membenarkan firasatku pada dirimu, bahwa engkau dikaruniakan oleh Allah kemuliaan, ilmu dan kenikmatan hidup yang mewah.

Mimpimu adalah suatu berita gembira dari Allah kepadamu bahwa hari depanmu adalah hari depan yang cerah penuh kebahagiaan, kebesaran dan kenikmatan yang berlimpah-limpah.

Akan tetapi engkau harus berhati-hati, wahai anakku, janganlah engkau ceritakan mimpimu itu kepada saudaramu yang aku tahu mereka tidak menaruh cinta kasih kepadamu, bahkan mereka iri kepadamu karena kedudukan yang aku berikan kepadamu dan kepada adikmu Bunyamin.

Mereka selalu berbisik-bisik jika membicarakan hal mengenai dirimu dan selalu menyindir dalam percakapan mereka mengenai kamu berdua. Aku khawatir, jika engkau ceritakan kepada mereka kisah mimpimu akan semakin meluaplah rasa dengki dan iri hati mereka terhadapmu dan bahkan tidak mungkin bahwa mereka akan merencanakan perbuatan jahat terhadapmu yang akan membinasakan engkau.

Dan dalam keadaan demikian syaitan tidak akan tinggal diam, tetapi akan semakin membakar semangat jahat mereka dan mengobarkan rasa dengki dan iri hati yang bersemayam dalam dada mereka. Maka berhati-hatilah, hai anakku, jangan sampai cerita mimpimu ini diketahui dan didengar oleh mereka."

Dalam rencana ini, Bunyamin tidak diikutsertakan karena ia adalah adik kandung Nabi Yusuf AS. Isi cerita mengenai mimpi yang dialami oleh Nabi Yusuf AS dan rencana saudara-saudara Nabi Yusuf AS tersebut terdapat dalam Al-Qur'an, dalam Surah Yusuf ayat 4 hingga ayat 10 yang berbunyi sebagai berikut:

إِذْ قَالَ يُوسُفُ لِأَبِيهِ يَتَأَبَتِ إِنِّي رَأَيْتُ أَحَدَ عَشَرَ كَوْكَبَا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ رَأَيْتُهُمْ لِي سَاجِدِينَ

"(Ingatlah), ketika Yusuf berkata kepada ayahnya: "Wahai ayahku, sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas bintang, matahari dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku"." (QS. Yusuf: 4)

قَالَ يَبْنَى لَا تَقْصُصْ رُهْ يَاكَ عَلَى إِخْوَتِكَ فَيَكِيدُوا لَكَ كَيْدًا إِنَّ الشَّيْطَانَ لِلْإِنسَانِ عَدُوٌّ مُّبِينٌ

"Ayahnya berkata: "Hai anakku, janganlah kamu ceritakan mimpimu itu kepada saudara-saudaramu, maka mereka membuat makar (untuk membinasakan)mu. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia"." (QS. Yusuf: 5)

وَكَذَلِكَ يَجْتَبِيكَ رَبُّكَ وَيُعَلِّمُكَ مِن تَأْوِيلِ الْأَحَادِيثِ وَيُتِمُّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكَ وَعَلَى ءَالِ يَعْقُوبَ كَمَا أَتَمَّهَا عَلَى أَبَوَيْكَ مِن قَبْلُ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْحَقَ إِنَّ رَبَّكَ عَلِيمٌ حَكِيمٌ )

"Dan demikianlah Tuhanmu, memilih kamu (untuk menjadi Nabi) dan diajarkan-Nya kepadamu sebahagian dari ta'bir mimpi-mimpi dan disempurnakan-Nya nikmat-Nya kepadamu dan kepada keluarga Ya'qub, sebagaimana Dia telah menyempurnakan nikmat-Nya kepada dua orang bapakmu sebelum itu, (yaitu) Ibrahim dan Ishak. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana." (QS. Yusuf: 6)

لَقَدْ كَانَ فِي يُوسُفَ وَإِخْوَتِهِ ايَتُ لِلسَّابِلِينَ

"Sesungguhnya ada beberapa tanda-tanda kekuasaan Allah pada (kisah) Yusuf dan saudara-saudaranya bagi orang-orang yang bertanya." (QS. Yusuf: 7)

إِذْ قَالُوا لَيُوسُفُ وَأَخُوهُ أَحَبُّ إِلَى أَبِينَا مِنَّا وَنَحْنُ عُصْبَةٌ إِنَّ أَبَانَا لَفِي ضَلَالٍ مُّبِينٍ

"(Yaitu) ketika mereka berkata: "Sesungguhnya Yusuf dan saudara kandungnya (Bunyamin) lebih dicintai oleh ayah kita dari pada kita sendiri, padahal kita (ini) adalah satu golongan (yang kuat). Sesungguhnya ayah kita adalah dalam kekeliruan yang nyata." (QS. Yusuf: 8)

اقْتُلُوا يُوسُفَ أَوِ اطْرَحُوهُ أَرْضَا يَخْلُ لَكُمْ وَجْهُ أَبِيكُمْ وَتَكُونُوا مِنْ بَعْدِهِ قَوْمًا صَالِحِينَ

"Bunuhlah Yusuf atau buanglah dia ke suatu daerah (yang tak dikenal) supaya perhatian ayahmu tertumpah kepadamu saja, dan sesudah itu hendaklah kamu menjadi orang-orang yang baik"." (QS. Yusuf: 9)

قَالَ قَاۤىِٕلٌ مِّنْهُمْ لَا تَقْتُلُوْا يُوْسُفَ وَاَلْقُوْهُ فِيْ غَيٰبَتِ الْجُبِّ يَلْتَقِطْهُ بَعْضُ السَّيَّارَةِ اِنْ كُنْتُمْ فٰعِلِيْنَ

Salah seorang di antara mereka berkata, "Janganlah kamu membunuh Yusuf, tetapi masukkan saja dia ke dasar sumur agar dia dipungut oleh sebagian musafir jika kamu hendak berbuat." (QS. Yusuf: 10)




(inf/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads