Kisah Zulqarnain dan tembok yang dibangunnya untuk menahan Ya'juj dan Ma'juj menjadi salah satu cerita yang disebutkan dalam Al-Qur'an. Kisah ini terdapat dalam Surah Al-Kahfi ayat 83-98.
Nama Zulqarnain disebutkan dalam Al-Qur'an, bersamaan dengan disebutkannya kisah Yajuj dan Majuj. Benarkah Zulqarnain membangun tembok besar untuk menahan Yauj dan Majuj?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Siapakah Zulqarnain?
Dikutip dari buku Menikmati Jamuan Allah 2 karya Syekh Muhammad al-Ghazali Zulqarnain adalah seorang pemimpin yang diberi kekuasaan besar oleh Allah SWT. Ia dikenal sebagai penguasa yang adil, bijaksana, dan beriman kepada Allah.
Dalam Al-Quran surat Al-Kahfi ayat 83, Allah SWT berfirman,
وَيَسْـَٔلُونَكَ عَن ذِى ٱلْقَرْنَيْنِ ۖ قُلْ سَأَتْلُوا۟ عَلَيْكُم مِّنْهُ ذِكْرًا
Artinya: Mereka akan bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Dzulkarnain. Katakanlah: "Aku akan bacakan kepadamu cerita tantangnya".
Ayat selanjutnya menjelaskan karunia Allah SWT yang memberi kekuasaan kepada Zulqarnain. Allah SWT berfirman,
إِنَّا مَكَّنَّا لَهُۥ فِى ٱلْأَرْضِ وَءَاتَيْنَٰهُ مِن كُلِّ شَىْءٍ سَبَبًا
Artinya: Sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepadanya di (muka) bumi, dan Kami telah memberikan kepadanya jalan (untuk mencapai) segala sesuatu. (iQS. Al Kahfi:84)
Siapakah Ya'juj dan Ma'juj?
Ya'juj dan Ma'juj adalah dua kelompok manusia yang disebut dalam Al-Qur'an dan hadits. Mereka dikenal sebagai kaum yang banyak membuat kerusakan di muka bumi.
Mengutip buku Sejarah Otentik Zulkarnain Panglima, Penakluk dan Raja yang Shalih karya Muhammad Khair Ramadan Yusuf, nama Yajuj dan Majuj disebutkan dua kali dalam Al-Quran.
Allah SWT mengabadikan ucapan suatu kaum kepada Zulqarnain dalam surat Al-Kahfi ayat 94,
قَالُوا۟ يَٰذَا ٱلْقَرْنَيْنِ إِنَّ يَأْجُوجَ وَمَأْجُوجَ مُفْسِدُونَ فِى ٱلْأَرْضِ فَهَلْ نَجْعَلُ لَكَ خَرْجًا عَلَىٰٓ أَن تَجْعَلَ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ سَدًّا
Artinya: Mereka berkata: "Hai Dzulkarnain, sesungguhnya Ya'juj dan Ma'juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka?"
Dalam berbagai hadits, Ya'juj dan Ma'juj disebut sebagai bangsa yang jumlahnya sangat banyak dan akan keluar menjelang hari kiamat setelah tembok penghalang mereka hancur atas izin Allah.
Kisah Pertemuan Zulqarnain dengan Suatu Kaum
Perjalanan Zulqarnain membawanya tiba di sebuah kawasan yang diapit oleh dua gunung besar.
Di antara kedua gunung tersebut terdapat sebuah celah atau lorong yang menjadi jalan keluar masuk bagi Ya'juj dan Ma'juj. Dari celah inilah mereka sering keluar untuk melakukan berbagai kerusakan terhadap wilayah-wilayah di sekitarnya.
Kerusakan yang ditimbulkan tidak hanya menyasar manusia, tetapi juga tanaman, hewan, dan keturunan. Karena itulah keberadaan mereka menjadi ancaman besar bagi masyarakat yang tinggal di kawasan tersebut.
Di wilayah tersebut, ia menemukan suatu kaum yang hidup dalam kondisi sederhana. Mereka tidak memiliki bangunan yang dapat digunakan sebagai tempat berlindung dari panas matahari. Bahkan, tidak ada pepohonan yang dapat memberikan keteduhan.
Menurut riwayat yang dinukil dari Sa'id bin Jubair, kaum tersebut digambarkan memiliki kulit kemerahan, bertubuh pendek, tinggal di dalam gua-gua, dan menjadikan ikan sebagai makanan utama mereka.
Allah SWT berfirman, "Hingga ketika dia telah sampai di antara dua gunung, dia mendapati di belakang kedua gunung itu suatu kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan." (QS Al-Kahfi: 93)
Kaum tersebut mengadukan gangguan yang mereka alami akibat serangan dan kerusakan yang dilakukan Ya'juj dan Ma'juj.
Mereka kemudian mengajukan permintaan agar Zulqarnain membangun sebuah penghalang yang dapat melindungi mereka dari ancaman tersebut.
Sebagai bentuk penghormatan dan rasa terima kasih, kaum itu bahkan menawarkan sejumlah harta sebagai imbalan atas bantuan yang diberikan.
Zukqarnain Membangun Tembok Raksasa
Setelah menyetujui permintaan kaum tersebut, Zulqarnain mengajak mereka bekerja sama membangun penghalang yang kokoh.
Ia memerintahkan penduduk setempat untuk mengumpulkan potongan-potongan besi dalam jumlah besar. Besi-besi itu kemudian ditumpuk hingga memenuhi celah di antara dua gunung dan tingginya hampir menyamai puncak gunung tersebut.
Setelah susunan besi selesai dibuat, Zulqarnain memerintahkan agar besi itu dipanaskan dengan tiupan api hingga membara dan meleleh.
Selanjutnya, tembaga cair dituangkan ke atas susunan besi tersebut sehingga terbentuk sebuah dinding yang sangat kuat dan sulit dihancurkan.
Pembangunan ini dilakukan dengan kerja sama antara Zulqarnain dan masyarakat setempat serta atas pertolongan Allah SWT.
Atas izin Allah, tembok yang dibangun Zulqarnain berhasil menjadi penghalang yang sangat kokoh.
Ya'juj dan Ma'juj tidak mampu memanjat bagian atasnya karena dinding tersebut terlalu tinggi dan licin. Mereka juga tidak sanggup melubanginya dari bawah karena struktur besi dan tembaga yang sangat kuat.
Dengan adanya tembok itu, masyarakat yang tinggal di sekitar dua gunung tersebut dapat hidup lebih aman dari ancaman dan kerusakan yang selama ini dilakukan oleh Ya'juj dan Ma'juj.
Kapan Ya'juj dan Ma'juj Akan Keluar?
Meskipun sangat kokoh, tembok tersebut tidak akan bertahan selamanya. Zulqarnain sendiri menyadari bahwa bangunan itu hanya akan tetap berdiri selama Allah SWT menghendakinya.
Kelak, ketika waktu yang telah ditetapkan Allah tiba, tembok itu akan dihancurkan. Saat itulah Ya'juj dan Ma'juj akan keluar kembali dan menyebar ke berbagai penjuru bumi.
Mereka akan bercampur dengan manusia dan menimbulkan kerusakan dalam skala yang sangat besar sebagai salah satu tanda menjelang hari kiamat.
Menurut penjelasan ulama tafsir, keluarnya Ya'juj dan Ma'juj termasuk salah satu tanda besar akhir zaman.
As-Suddi menjelaskan bahwa peristiwa tersebut akan terjadi ketika mereka keluar ke tengah-tengah manusia sebelum hari kiamat tiba dan setelah munculnya Dajjal.
Hal ini juga sejalan dengan berbagai hadis Nabi Muhammad SAW yang menyebutkan bahwa keluarnya Ya'juj dan Ma'juj merupakan rangkaian peristiwa besar yang akan terjadi menjelang berakhirnya kehidupan dunia.
Dalam hadits dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Ya'juj dan Ma'juj sedang berusaha keras melubangi dinding setiap hari, sampai apabila mereka melihat cahaya matahari, pemimpin mereka berkata: 'Pulanglah, kalian akan melubanginya besok.' Kemudian esok harinya mereka kembali melubangi dinding itu dan bekerja lebih kuat dari yang kemarin, sehingga jika waktunya telah tiba, Allah akan mengirimkan mereka kepada manusia sesuai dengan keinginan-Nya. Sehingga apabila mereka melihat cahaya matahari, pemimpin mereka berseru: 'Pergilah, kalian akan melubanginya besok, insya Allah, -bisa juga kiranya dia mengucapkan kata pujian itu-.' (Namun ketika) mereka kembali hendak melubanginya, ternyata dinding itu sudah seperti keadaan semula saat mereka tinggalkan (kemarin). Tapi mereka terus melubanginya dan (akhirnya) berhasil keluar menyerbu manusia. Mereka mengeringkan air dan orang-orang berlindung di benteng-benteng. Mereka melepaskan anak panahnya ke langit, lalu anak-anak panah itu kembali dengan berlumuran darah. Mereka berkata dengan sombong: "Kita telah mengalahkan penduduk bumi dan langit." Kemudian Allah mengirimkan sejenis ulat pada tengkuk mereka hingga mereka mati. Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: 'Demi yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, sesungguhnya binatang melata di bumi akan menjadi kenyang dan gemuk karena dapat makan daging dan darah mereka.'" (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad, dan Al-Hakim)
Wallahu a'lam.
(dvs/inf)

Komentar Terbanyak
MUI Tegaskan Orientasi Seksual Sesama Jenis Bukan Kodrat, Tapi Penyimpangan
Iran Berencana Bentuk NATO Versi Islam, Ajak Saudi dan Turki
Tukang Tambal Ban Rela Utang demi Haji, Kini Dilunasi Pemerintah-UEA