- Urutan Doa dan Dzikir Malam Nisfu Syaban 1. Doa Syaikh Abdul Qadir al-Jilani 2. Doa dari Kitab Maslakul Akhyar 3. Doa Nabi Yunus Alaihis Salam 4. Doa Nabi Adam Alaihis Salam 5. Doa Ayat Al-Hirsh 6. Dzikir Ya Razzaq 7. Dzikir Istighfar
- FAQ tentang Doa dan Dzikir Malam Nisfu Syaban 1. Apa keutamaan berdoa pada malam Nisfu Syaban? 2. Dzikir apa saja yang dibaca pada malam Nisfu Syaban? 3. Kapan malam Nisfu Syaban 2026?
Malam ini amerupakan malam Nisfu Syaban yang penuh keutamaan. Karenanya, sejumlah ulama menyarankan umat Islam mengisinya dengan pelbagai amal shalih, seperti berdoa dan berdzikir.
Dikutip dari buku Mana Dalil Malam Nishfu Sya'ban? yang ditulis Ustadz Ma'ruf Khozin, salah satu ulama yang menganjurkan adalah Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri. Pengarang Sirah Nabawiyyah itu menulis:
وَهَذِهِ الأَحَادِيثُ كُلُّهَا تَدُلُّ عَلَى عَظِيمٍ خَطَرِ لَيْلَةِ نِصْفِ شَعْبَانَ وَجَلَالَةِ شَأْنِهَا وَقَدْرِهَا وَأَنَّهَا لَيْسَتْ كَاللَّيَالِي الأُخرِ فَلاَ يَنْبَغِي أَنْ يُغْفَلَ عَنْهَا بَلْ يُسْتَحَبُّ إِحْيَاءُهَا بِالْعِبَادَةِ وَالدُّعَاءِ وَالذِّكْرِ وَالْفِكْرِ
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Artinya: "Hadits-hadits ini secara keseluruhan menunjukkan keagungan malam Nisfu Syaban, dan malam tersebut tidak sama dengan malam-malam yang lain. Dan dianjurkan untuk tidak melupakannya, bahkan dianjurkan untuk menghidupinya dengan ibadah, doa, dzikir, dan tafakkur." (Syarah Misykat al-Mashabih 4/341)
Ibnu Hajar al-Haitami juga menyebutkan keutamaan malam Nisfu Syaban untuk berdoa. Dalam kitabnya, sang syaikh menulis:
وَالْحَاصِلُ أَنَّ لِهَذِهِ اللَّيْلَةِ فَضْلاً وَأَنَّهُ يَفْعُ فِيْهَا مَغْفِرَةٌ مَخْصُوصَةٌ وَاسْتِجَابَةٌ مَخْصُوْصَةٌ وَمِنْ ثُمَّ قَالَ الشَّافِعِيُّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ إِنَّ الدُّعَاءَ يُسْتَجَابُ فِيْهَا
Artinya: "Kesimpulannya, bahwa malam Nisfu Syaban ini memiliki keutamaan. Di dalamnya terdapat ampunan khusus dan terkabulnya doa secara khusus. Oleh karenanya as-Syafi'i berkata, 'Doa dikabulkan di malam Nisfu Syaban.'" (Al-Fatawa al-Kubra al-Fiqhiyyah 2/80)
Lantas, doa apa saja yang bisa dibaca pada malam Nisfu Syaban? Seperti apa urut-urutannya? Temukan jawabannya melalui uraian berikut!
Poin Utamanya:
- Karena keutamaannya, para ulama menganjurkan mengisi malam Nisfu Syaban dengan pelbagai amal shalih, termasuk berdoa dan berdzikir.
- Nabi Muhammad SAW tidak mengajarkan doa atau dzikir khusus untuk malam Nisfu Syaban.
- Di antara doa yang bisa dibaca pada malam Nisfu Syaban adalah doa Nabi Yunus alaihis salam. Dapat pula diisi istighfar atau dzikir dengan asmaul husna.
Urutan Doa dan Dzikir Malam Nisfu Syaban
Berdasarkan penjelasan di laman resmi Pondok Pesantren An-Nur Al-Murtadlo, tidak ada doa maupun dzikir yang dikhususkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam untuk malam Nisfu Syaban. Sayyid Muhammad bin Alwi al-Maliki berkata:
لَمْ يَثْبُتْ عَنْ رَسُوْ لِ اللهِ صلى الله عليه وسلم دُعَاءٌ مُعَيَّنٌ خَاصٌّ بِلَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ
Artinya: "Tidak ada ketetapan yang datang dari Rasul SAW mengenai doa tertentu yang khusus dibaca pada malam Nisfu Syaban." (Ma Dza Fi Sya'ban: 100)
Artinya, umat Islam bebas berdoa secara umum, tanpa pengkhususan, selama tidak menyalahi syariat. Otomatis, tidak ada pula urutan yang mesti dipedomani. Berikut beberapa doa dan dzikir yang bisa dibaca pada malam Nisfu Syaban serta contoh urutannya.
1. Doa Syaikh Abdul Qadir al-Jilani
Dilansir NU Online, Syaikh Abdul Qadir al-Jilani memasukkan sebuah doa dalam kitab Ghunyah ath-Thalibin untuk malam Nisfu Syaban. Redaksi lengkapnya:
اللّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِهِ، مَصَابِيْحِ الْحِكْمَةِ وَمَوَالِيْ النِّعْمَةِ، وَمَعَادِنِ الْعِصْمَةِ، وَاعْصِمْنِيْ بِهِمْ مِنْ كُلِّ سُوْءٍ. وَلَا تَأْخُذْنِيْ عَلَى غِرَّةٍ وَلَا عَلَى غَفْلَةٍ، وَلَا تَجْعَلْ عَوَاقِبَ أَمْرِيْ حَسْرَةً وَنَدَامَةً، وَارْضَ عَنِّيْ، فَإِنَّ مَغْفِرَتَكَ لِلظَّالِمِيْنَ، وَأَنَا مِنَ الظَّالِمِيْنَ، اللّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ مَا لَا يَضُرُّكَ، وَأَعْطِنِيْ مَا لَا يَنْفَعُكَ، فَإِنَّكَ الْوَاسِعَةُ رَحْمَتُهُ، اَلْبَدِيْعَةُ حِكْمَتُهُ، فَأَعْطِنِي السَّعَةَ وَالدَّعَةَ، وَالْأَمْنَ وَالصِّحَّةَ وَالشُّكْرَ وَالْمُعَافَاةَ، وَالتَّقْوَى، وَأَفْرِغِ الصَّبْرَ وَالصِّدْقَ عَلَيَّ، وَعَلَى أَوْلِيَائِيْ فِيْكَ، وَأَعْطِنِي الْيُسْرَ، وَلَا تَجْعَلْ مَعَهُ الْعُسْرَ، وَأَعِمَّ بِذَلِكَ أَهْلِيْ وَوَلَدِيْ وَإِخْوَانِيْ فِيْكَ، وَمَنْ وَلَدَنِيْ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ
Arab Latin: Allāhumma ṣalli 'alā Muḥammadin wa ālihi, maṣābīḥil-ḥikmati wa mawālīn-ni'mati, wa ma'ādinil-'iṣmati, wa'ṣimnī bihim min kulli sū'. Wa lā ta'khudznī 'alā ghirrah, wa lā 'alā ghaflah, wa lā taj'al 'awāqiba amrī ḥasratan wa nadāmah, warḍa 'annī, fa inna maghfirataka liẓ-ẓālimīn, wa anā minaẓ-ẓālimīn. Allāhumma-ghfir lī mā lā yaḍurruka, wa a'ṭinī mā lā yanfa'uka, fa innakal-wāsi'atu raḥmatuh, al-badī'atu ḥikmatuh. Fa a'ṭinīs-sa'ata wad-da'ata, wal-amna waṣ-ṣihḥata wasy-syukra wal-mu'āfāh, wat-taqwā. Wa afrighiṣ-ṣabra waṣ-ṣidqa 'alayya, wa 'alā awliyā'ī fīk. Wa a'ṭinil-yusr, wa lā taj'al ma'ahul-'usr. Wa a'imma bidhālika ahlī wa waladī wa ikh wānī fīk, wa man waladanī minal-muslimīna wal-muslimāt, wal-mu'minīna wal-mu'mināt.
Artinya: "Ya Allah limpahkan rahmat ta'dhim-Mu kepada Nabi Muhammad dan keluarganya, lampu-lampu hikmah, tuan-tuan nikmat, sumber-sumber penjagaan. Jagalah aku dari segala keburukan lantaran mereka, janganlah engkau hukum aku atas kelengahan dan kelalaian, janganlah engkau jadikan akhir urusanku suatu kerugian dan penyesalan, ridhailah aku, sesungguhnya ampunanMu untuk orang-orang zhalim dan aku termasuk dari mereka, ya Allah ampunilah bagiku dosa yang tidak merugikanMu, berilah aku anugerah yang tidak memberi manfaat kepadaMu, sesungguhnya rahmat-Mu luas, hikmah-Mu indah, berilah aku kelapangan, ketenangan, keamanan, kesehatan, syukur, perlindungan (dari segala penyakit) dan ketakwaan. Tuangkanlah kesabaran dan kejujuran kepadaku, kepada kekasih-kekasihku karena-Mu, berilah aku kemudahan dan janganlah jadikan bersamanya kesulitan, liputilah dengan karunia-karunia tersebut kepada keluargaku, anaku, saudar-saudaraku karena-Mu dan para orang tua yang melahirkanku dari kaum muslimin muslimat, serta kaum mukiminin dan mukminat."
2. Doa dari Kitab Maslakul Akhyar
Berdasarkan penjelasan di laman Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur, doa lain yang lazim dibaca pada malam Nisfu Syaban dimasukkan Sayyid Utsman bin Yahya dalam kitabnya, Maslakul Akhyar. Begini bunyi lengkapnya:
اللّٰهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْكَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالإِكْرَامِ يَا ذَا الطَوْلِ وَالإِنْعَامِ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَ اللَّاجِيْنَ وَجَارَ المُسْتَجِيْرِيْنَ وَمَأْمَنَ الخَائِفِيْنَ. اللّٰهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِيْ عِنْدَكَ فِيْ أُمِّ الكِتَابِ أَشْقِيَاءَ أَوْ مَحْرُوْمِيْنَ أَوْ مُقَتَّرِيْنَ عَلَيَّ فِي الرِزْقِ، فَامْحُ اللّٰهُمَّ فِي أُمِّ الكِتَابِ شَقَاوَتِيْ وَحِرْمَانِيْ وَاقْتِتَارَ رِزْقِيْ، وَاكْتُبْنِيْ عِنْدَكَ سُعَدَاءَ مَرْزُوْقِيْنَ مُوَفَّقِيْنَ لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ فِيْ كِتَابِكَ المُنْزَلِ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكَ المُرْسَلِ: "يَمْحُو اللهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الكِتَابِ" وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمـَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ العَــالَمِيْنَ
Arab Latin: Allāhumma yā dzal manni wa lā yumannu 'alaika yā dzal jalāli wal ikrām, yā dzat thauli wal in'ām, lā ilāha illā anta zhahral lājīna wa jāral mustajīrīna, wa ma'manal khā'ifīn. Allāhumma in kunta katabtanī 'indaka fī ummil kitābi asyqiyā'a au mahrūmīna au muqattarīna 'alayya fir rizqi, famhullāhumma fī ummil kitābi syaqāwatī, wa hirmānī waqtitāra rizqī, waktubnī 'indaka su'adā'a marzūqīna muwaffaqīna lil khairāt. Fa innaka qulta wa qaulukal haqq fī kitābikal munzali 'ala lisāni nabiyyikal mursali "Yamhullāhu mā yasyā'u wa yutsbitu wa 'indahū ummul kitāb." Wa shallallāhu 'alā sayyidinā Muhammadin wa 'alā ālihī wa shahbihī wa sallama, walhamdulillāḥi rabbil 'ālamīn.
Artinya: "Wahai Tuhanku yang maha pemberi, Engkau tidak diberi. Wahai Tuhan pemilik kebesaran dan kemuliaan. Wahai Tuhan pemilik kekayaan dan pemberi nikmat. Tiada Tuhan selain Engkau, kekuatan orang-orang yang meminta pertolongan, lindungan orang-orang yang mencari perlindungan, dan tempat aman orang-orang yang takut. Tuhanku, jika Kau mencatatku di sisi-Mu pada Lauh Mahfuzh sebagai orang celaka, sial, atau orang yang sempit rezeki, maka hapuskanlah di Lauh Mahfuzh kecelakaan, kesialan, dan kesempitan rezekiku. Catatlah aku di sisi-Mu sebagai orang yang mujur, murah rezeki, dan taufiq untuk berbuat kebaikan karena Engkau telah berkata-sementara perkataan-Mu adalah benar-di kitabmu yang diturunkan melalui ucapan Rasul utusan-Mu, 'Allah menghapus dan menetapkan apa yang Ia kehendaki di sisi-Nya Lauh Mahfuzh.' Semoga Allah memberikan shalawat kepada Sayyidina Muhammad, keluarga, beserta sahabatnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam."
3. Doa Nabi Yunus Alaihis Salam
Yang disebut doa Nabi Yunus AS adalah doa yang dipanjatkan sang nabi tatkala berada di kegelapan perut ikan. Doa tersebut diabadikan Allah SWT dalam Al-Quran surat al-Anbiya ayat ke-87. Begini bunyinya:
لَّآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنْتَ سُبْحٰنَكَ اِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظّٰلِمِيْنَ ۚ
Arab Latin: Lā ilāha illā anta subḥānaka innī kuntu minaẓ-ẓālimīn(a).
Artinya: "Tidak ada tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang zalim."
Dikutip dari laman NU Banten, Syaikh Abdul Hamid Qudus menganjurkan untuk membaca doa ini sebanyak 2375 pada malam Nisfu Syaban. Menurutnya, amalan ini membuat seseorang diberi perlindungan dari bala hingga tahun berikutnya.
4. Doa Nabi Adam Alaihis Salam
Sayyid Alawi al-Maliki memang tidak menyebutkan doa khusus dari Nabi SAW untuk malam Nisfu Syaban. Namun menurutnya, salah satu doa paling utama untuk mengisi malam tersebut adalah doa tobat Nabi Adam AS. Begini bacaan doanya, diambil dari buku Kalender Ibadah Sepanjang Tahun oleh Ustadz Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid:
اللّهُمّ إِنّكَ تَعْلَمُ سِرِّيْ وَعَلَانِيَتِيْ فَاقْبَلْ مَعْذِرَتِيْ وَتَعْلَمُ حَاجَتِيْ فَأَعْطِنِيْ سُؤَلِيْ وَتَعْلَمُ مَا فِيْ نَفْسِيْ فَاغْفِرْلِيْ ذَنْبِيْ. اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ إِيْمَانًا يُبَاشِرُ قَلْبِيْ وَيَقِيْنًا صَادِقًا حَتَّى أَعْلَمُ أَنَّهُ لَا يُصِيْبُنِيْ إِلَّا مَا كَتَبْتَ لِي وَرَضِّنِيْ بِقَضَائِكَ
Arab Latin: Allāhumma innaka ta'lamu sirrī wa 'alāniyatī faqb al ma'dziratī, wa ta'lamu ḥājātī fa a'ṭinī su'ālī, wa ta'lamu mā fī nafsī faghfir lī dzanbī. Allāhumma innī as'aluka īmānan yubāsyiru qalbī wa yaqīnan ṣādiqan ḥattā a'lamu annahū lā yuṣībunī illā mā katabta lī, wa raḍḍinī biqaḍā'ika.
Artinya: "Ya Allah, sungguh Engkau tahu apa yang tersembunyi dan tampak dariku, maka terimalah penyesalanku. Engkau tahu kebutuhanku, maka kabulkanlah permintaanku. Engkau tahu apa yang ada dalam diriku, maka ampunilah dosaku. Ya Allah sungguh aku memohon kepada-Mu iman yang menyentuh kalbuku dan keyakinan yang benar hingga aku tahu bahwa tidak akan menimpaku kecuali telah Engkau tetapkan atasku. Ya Allah berikanlah rasa rela terhadap ketetapanmu."
5. Doa Ayat Al-Hirsh
Dilihat dari laman resmi Universitas Sunan Gunung Djati, yang dimaksud Ayatul Hirsh adalah surat at-Taubah ayat 128 dan 129. Ada ulama yang merekomendasikan membaca ayat ini pada malam Nisfu Syaban. Lafal lengkapnya:
لَقَدْ جَاۤءَكُمْ رَسُوْلٌ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ عَزِيْزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيْصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِيْنَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ. فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُلْ حَسْبِيَ اللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ ۗ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ
Arab Latin: Laqad jā'akum rasūlum min anfusikum 'azīzun 'alaihi mā 'anittum ḥarīṣun 'alaikum bil-mu'minīna ra'ūfur raḥīm(un). Fa in tawallau faqul ḥasbiyallāhu lā ilāha illā huw(a), 'alaihi tawakkaltu wa huwa rabbul-'arsyil-'aẓīm(i).
Artinya: "Sungguh, benar-benar telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri. Berat terasa olehnya penderitaan yang kamu alami, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, dan (bersikap) penyantun dan penyayang terhadap orang-orang mukmin. Jika mereka berpaling (dari keimanan), katakanlah (Nabi Muhammad), "Cukuplah Allah bagiku. Tidak ada tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal dan Dia adalah Tuhan pemilik 'Arasy (singgasana) yang agung."
6. Dzikir Ya Razzaq
Syaikh Ahmad bin Ali al-Buni dalam kitabnya, Syamsul Ma'arif Wa Latha'iful 'Awarif, menganjurkan untuk membaca dzikir Ya Razzaq pada malam Nisfu Syaban sebanyak 1000 kali. Menurutnya, siapa saja yang membaca dzikir ini, akan dicukupi kebutuhannya oleh Allah SWT untuk setahun mendatang. Lafalnya:
يَا رَزَّاقُ
Arab Latin: Yā Razzāq.
Artinya: "Wahai Dzat yang Maha Memberi Rezeki."
7. Dzikir Istighfar
Dirujuk dari laman Pengurus Cabang NU (PCNU) Kota Blitar, malam Nisfu Syaban dapat diisi pembacaan dzikir. Hal ini berkesesuaian dengan keistimewaan malam Nisfu Syaban, yakni ampunan Allah SWT untuk makhluk-makhluk-Nya.
Dalam Al-Quran, terdapat banyak lafal istighfar yang dibaca para Nabi, seperti Nabi Adam dan Nabi Nuh. Salah satu lafal istighfar yang sederhana adalah:
أَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ
Arab Latin: Astaghfirullāh.
Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah."
Nah, itulah contoh urutan doa untuk malam Nisfu Syaban dan dzikirnya. Sebagai catatan, doa-doa lain juga bebas dibaca, selama tidak menyalahi aturan syariat. Mengingat, Nabi Muhammad SAW tidak mengkhususkan doa maupun dzikir tertentu untuk malam istimewa ini. Wallahu a'lam bish-shawab.
FAQ tentang Doa dan Dzikir Malam Nisfu Syaban
1. Apa keutamaan berdoa pada malam Nisfu Syaban?
Malam Nisfu Syaban merupakan momen penuh ampunan Allah SWT. Selain itu, Imam asy-Syafi'i pernah berkata bahwasanya malam Nisfu Syaban termasuk 1 dari 5 malam mustajab.
2. Dzikir apa saja yang dibaca pada malam Nisfu Syaban?
Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam tidak mengkhususkan doa atau dzikir tertentu. Umat Islam dapat membaca istighfar sebagai permisalan. Syaikh al-Buni menyarankan dzikir dengan melantunkan lafal Ya Razzaq.
3. Kapan malam Nisfu Syaban 2026?
Pergantian hari penanggalan Islam terjadi saat Matahari terbenam. Oleh karena itu, malam Nisfu Syaban 2026 dimulai sejak Senin malam, 2 Februari 2026.
(anm/afn)

Komentar Terbanyak
Awal Mula Ide Mbah Suhan Bikin 'Sawah Rongsok' di Gunungkidul
14 Orang Jadi Tersangka Baru Kasus Penyiksaan Anak Daycare Little Aresha Jogja
MBG Libur, Harga Ayam Hidup di Gunungkidul Anjlok Jadi Rp 17 Ribu/Kg