Ruas Tol Prambanan (Klaten)-Purwomartani (Sleman) dioperasionalkan fungsional saat arus mudik Lebaran 2026. Dalam pelaksanaannya, ruas tol ini akan dibuka-tutup sesuai kondisi di lapangan. Hal ini dilakukan agar beban arus kendaraan tak menumpuk di satu titik.
Sekda DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, menjelaskan kecenderungan masyarakat akan memilih pintu keluar tol yang terdekat dengan tujuan. Untuk itu jika tidak diatur, akan muncul penumpukan kendaraan di ruas tol Prambanan-Purwomartani.
"Nanti sifatnya buka tutup, kan orang itu semakin dekat semakin seneng, nah orang kan lebih seneng cepet sampai Jogja kan, nah takutnya malah crowded di Kalasan," jelas Made saat ditemui di Kompleks Kepatihan Kota Jogja, Selasa (3/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi nanti dilihat situasi volume lalu lintasnya seperti apa, kalau masih bisa memungkinkan ya dibuka, kalau nggak ya dibagi dengan Prambanan, yang Kalasan ditutup. Kalau dibuka dua-duanya orang pasti pilih Kalasan, padahal di situ belum siap semua kan," sambungnya.
Lebih lanjut Made menjelaskan, belum ada tanggal pasti yang ditetapkan untuk kapan mulai dibukanya ruas tol ini.
"Belum sampai ke situ, ini kan masih lama, biasanya kalau udah mau mendekati 2-3 minggu sebelum lebaran kita ada rapat koordinasi," ungkap Made.
"Kalau masih fungsional otomatis dari pusat juga akan turun, mereka masih lihat kondisi, itu kan kondisi yang tidak ideal sehingga masih perlu dijaga juga," pungkasnya.
Diberitakan detikJateng, Direktur Utama PT Jasa Marga, Rivan Achmad Purwantono menjelaskan ruas tol Prambanan-Purwomartani merupakan seksi baru dengan panjang sekitar 20 kilometer. Seksi ini diharapkan mengurai kepadatan di Prambanan, Klaten sampai Kalasan, Sleman.
"Ini diperkirakan mampu mengurai kepadatan dari Prambanan sampai Kalasan. Jadi rencananya saat Lebaran atau mudik akan diberlakukan status ruas tol fungsional," terang Rivan kepada wartawan saat mengecek GT tol Prambanan, Klaten, Jumat (23/1).
"Jalur yang merupakan jalur cukup padat itu di Kalasan, yang tentu dibutuhkan satu rekayasa lalu lintas yang baik. Agar dipastikan masyarakat keluar dari jalan tol, sehingga bisa diambil keputusan yang tepat apakah diberlakukan dua arah atau satu arah," lanjut Rivan.
Keputusan fungsional itu, jelas Rivan, merupakan kesempatan yang baik dengan beberapa pertimbangan. PT Jasa Marga sendiri sejauh ini sudah siap.
"Dan dari Jasa Marga telah siap karena seluruh ruas dari Prambanan sampai Purwomartani sudah 95 persen. Tadi ada beberapa hal tapi sudah di konstruksi akhir dan beberapa tinggal finishing," ucap Rivan.
Petugas terkait pun menyusun beberapa skenario terkait operasional fungsional tol tersebut. Termasuk memberlakukan satu arah di ruas tersebut.
"Jadi ini fungsional untuk mendukung arus mudik dan balik saja. Kalau dihitung dari Prambanan ke Purwomartani sekitar 11 kilometer," jelas Dirut JMJ, Rudy Hardiansyah.
Rudy menjelaskan arus kendaraan yang melewati ruas fungsional sampai Purwomartani akan keluar di jalan arteri (Jalan Jogja-Solo) dekat RS Panti Rini.
"Itupun hanya satu jalur, satu arah, dan tadi setelah diskusi dengan Kementerian Perhubungan maupun Korlantas memang rekomendasinya lebih mengakomodir ke traffic yang keluar Jogja," ungkap Rudy.
Sementara untuk traffic yang tujuan Jogja, tetap diarahkan lewat GT tol Prambanan dan yang keluar Jogja melalui fungsional. Dengan fungsional diharapkan kepadatan kendaraan di Prambanan berkurang.
"Betul, diharapkan kepadatan di situ (Prambanan, Klaten-Kalasan) sedikit terurai. Untuk H-berapa itu belum, masih terus kita diskusikan karena kita belum punya jadwal, kita masih harus koordinasi dengan stakeholder terkait," terang Rudy.
"Tidak, tidak ada (perubahan median jalan) hanya kendaraan yang keluar Jogja lewat fungsional," pungkasnya.
(apl/alg)

Komentar Terbanyak
Serba-serbi SMA De Britto, Siswa Bebas Gondrong hingga Kelas Kandang Kuda
Duduk Perkara Danrem Pamungkas Cekcok dengan Marshal Saat Ikut Maraton
Kronologi Cekcok Ajudan Danrem Jogja Maraton Tanpa BIB Berujung Minta Maaf