12 Rumah dan 1 Masjid Rusak Imbas Longsor-Banjir di Ngawen Gunungkidul

12 Rumah dan 1 Masjid Rusak Imbas Longsor-Banjir di Ngawen Gunungkidul

Pradito Rida Pertana - detikJogja
Rabu, 18 Feb 2026 13:08 WIB
Rumah warga Jono, Tancep, Ngawen, Gunungkidul penuh dengan material longsoran berupa lumpur, pohon dan bebatuan, Rabu (18/2/2026).
Rumah warga Jono, Tancep, Ngawen, Gunungkidul penuh dengan material longsoran berupa lumpur, pohon dan bebatuan, Rabu (18/2/2026). Foto: Pradito Rida Pertana/detikJogja
Gunungkidul -

Lurah Tancep, Kapanewon Ngawen, Gunungkidul, Yudianto, menyebut ada belasan bangunan yang rusak akibat diterjang banjir dan longsor di Dukuh Jono.

"Ada 12 rumah dan 1 masjid yang rusak, terus ada lima (rumah di antaranya) yang rusak parah karena kena lumpur, batu, dan pohon," kata Yudianto saat ditemui wartawan di lokasi, Rabu (18/2/2026).

"Kalau rumah yang rusak parah ada lima unit, rumah-rumah itu berada di dekat bukit," sambungnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Yudianto mengimbau warga yang rumahnya rusak terdampak bencana agar mengungsi di kantor Kalurahan.

"Dari Kalurahan sudah mengimbau agar warga mengungsi untuk sementara waktu. Kalurahan juga telah menyiapkan shelter di kantor (Kalurahan)," ujar dia.

ADVERTISEMENT

Salah seorang warga Jono yang rumahnya rusak parah, Suyoto, mengaku sejak kemarin malam sudah tidak tidur di rumahnya.

"Tadi malam sudah tidur tempat kakak dan malam nanti sepertinya tetap tidur tempat kakak karena rumah saya belum bersih juga," kata dia.

Warga Jono lainnya, Suratmi bersama empat anggota keluarganya sekeluarga hingga saat ini belum bisa menempati rumahnya yang rusak akibat banjir-longsor.

"Saya pilih untuk sementara waktu tinggal di rumah saudara di bawah sampai rumah bisa ditempati lagi," ujar dia.

Puluhan Warga Mengungsi

Diberitakan sebelumnya, hujan deras yang mengguyur Kapanewon Ngawen, Gunungkidul, sejak Selasa (17/2) siang menyebabkan longsor dan banjir material dari bukit. Akibatnya, puluhan warga mengungsi sementara karena rumahnya penuh dengan material longsor batu dan tanah.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul, Edy Winarta menyebut Kalurahan Jurangjero dan Tancep di Ngawen yang terdampak paling parah.

"Pasalnya, akibat dari banjir dan longsor ini ada sejumlah warga mengungsi karena rumahnya penuh material longsoran," kata Edy kepada wartawan, Rabu (18/2/2026).

Terkait jumlah pengungsi, Edy mengatakan jumlahnya mencapai puluhan kepala keluarga (KK). Pengungsi terbanyak disebut berasal dari Jurangjero.

"Untuk pengungsi di Jurangjero sekitar 25 KK dan sudah menempati Balai Pedukuhan Wonosari. Lalu untuk di Tancep ada sekitar 10 KK mengungsi dan untuk sementara menempati Balai Kalurahan," ujarnya.

Edy menyebut tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Menurutnya, paling banyak kerugian materi.

"Korban jiwa nihil, hanya kerugian materi karena banyak rumah warga yang terkena material longsoran," ucapnya.

Sementara itu, Panewu Ngawen Agus Sumaryono mengatakan, bahwa awalnya terjadi hujan pada Selasa (17/2) siang. Selanjutnya, sekitar pukul 16.00 WIB bukit di dekat permukiman warga longsor.

"Karena hujan deras, material longsoran berupa tanah, batu dan pohon tumbang terbawa aliran air dan mengarah ke permukiman warga," kata Agus.

Menyoal jumlah rumah yang rusak, Agus mengungkapkan ada belasan unit. Namun, jumlah itu masih bersifat sementara karena pihaknya masih melakukan pendataan.




(dil/aku)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads