Ramai di media sosial kabar adanya cekcok antara driver ojek online dan customernya atau pelanggan di Sidokabul, Sorosutan, Umbulharjo, Kota Jogja. Kejadian yang dipicu salah paham itu membuat polisi un turun tangan untuk menangani masalah ini.
Viral di Medsos
Kabar tersebut viral usai diunggah akun Instagram @merapi_uncover. Ada dua unggahan yang masing-masing menyertakan video mengenai kabar ini.
Video pertama memperlihatkan personel kepolisian yang tiba di lokasi. Dan video kedua berisi bukti chat antara driver ojek online dan customernya yang disebut menjadi awal mula masalah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kejadian malam ini di Sidokabul, semoga tidak terulang lagi. Dan dapat diselesaikan secara musyawarah. saat ini posisi sudah di Polresta case SF Driver & Customer," tulis keterangan dalam unggahan tersebut dilihat detikJogja, Rabu (24/6/2026).
Penjelasan Polisi
Kasat Reskrim Polresta Jogja, Kompol Riski Adrian, saat dimintai konfirmasi mengenai kejadian ini membenarkannya. Menurutnya, kejadian ini terjadi Selasa (23/6) malam pukul 18.45 WIB.
"Jadi yang semalam itu kan, jadi ini ada miskomunikasi. Miskomunikasi dari si customer, restoran, sama ojol. Memang dari keterangan dari customer, dia memesan makanan itu sebanyak tiga, namun yang diantarkan oleh ojol itu cuma dua," ujar Adrian saat ditemui di Kejaksaan Negeri Jogja, hari ini.
"Sehingga kan karena ada selisih seperti itu, akhirnya si customer kan ada WA-WA-an lah, japri langsung sama dari pihak ojol. Mungkin dinilai di situ ada pembicaraan atau kata-kata yang menyinggung lah, sehingga terjadi ada peng-upload-an, sehingga terjadi ada mendatangi gitu, mengonfirmasi gitu," imbuhnya.
Ps Kasi Humas Polresta Jogja, Iptu Dani Hasan, menambahkan sebelum driver ojol tersebut mendatangi pelanggan, ia sempat memberi kabar ke driver-driver ojol lainnya. Hal ini mengakibatkan beberapa driver sempat ikut menggeruduk pelanggan tersebut.
"Iya (beberapa driver ikut mengguruduk rumah customer), aksi Solidaritas rekan-rekan driver online. Kurang lebih 15-an driver," terang Dani saat dihubungi detikJogja.
Adapun terkait status pelanggan apakah warga asli atau warga kos, Dani mengaku tidak mendapat info.
"Kami belum dapat info pastinya," ungkapnya.
Diselesaikan Kekeluargaan
Polisi kemudian memanggil kedua belah pihak yang ribut untuk menyelesaikan masalah ini. Seluruh pihak yang terlibat dipanggil ke Mapolresta Jogja untuk mediasi. Masalah pun selesai secara kekeluargaan.
"Rupanya memang ada miskomunikasi dari si restoran, karena restoran juga minta maaf, bahwa memang benar si customer itu mesannya tiga dan yang diberikan kepada ojol itu cuma dua, gitu," ujar Adrian.
"Namun, alhamdulillah tadi malam untuk semua pihak mengakui kesalahannya masing-masing, dan mereka dengan kesadaran menyelesaikan secara kekeluargaan," imbuhnya.
Kata Warga
detikJogja pun mendatangi lokasi tempat tinggal pelanggan tersebut di daerah Sorosutan, Kota Jogja. Namun dari informasi yang dihimpun detikJogja, rumah yang diduga tempat tinggal pelanggan yang terlibat cekcok dengan ojol tampak sepi.
Salah satu warga dekat kediaman pelanggan tersebut, Sri mengaku malah tidak tahu menahu mengenai kejadian tersebut. Begitupun ketua RT setempat, Iwan, yang mengaku tak tahu bahkan tak didatangi pihak kepolisian.
"Lho saya malah nggak tahu kalau ada kejadian itu. Kata anak-anak ini ya di situ kejadiannya, saya malah nggak tahu," ujar Sri saat ditemui detikJogja di rumahnya.
"Itu apa mas? Kok saya malah nggak tahu. Nggak ada (pihak kepolisian yang mendatanginya)," jelas Iwan saat ditemui detikJogja di rumahnya.
(apl/apl)

Komentar Terbanyak
Serba-serbi SMA De Britto, Siswa Bebas Gondrong hingga Kelas Kandang Kuda
Duduk Perkara Danrem Pamungkas Cekcok dengan Marshal Saat Ikut Maraton
Kronologi Cekcok Ajudan Danrem Jogja Maraton Tanpa BIB Berujung Minta Maaf