Apakah Boleh Berpuasa tapi Belum Mandi Wajib? Ini Penjelasan Sah Tidaknya

Apakah Boleh Berpuasa tapi Belum Mandi Wajib? Ini Penjelasan Sah Tidaknya

Nur Umar Akashi - detikJogja
Sabtu, 21 Feb 2026 11:18 WIB
Ilustrasi puasa
Ilustrasi puasa. (Foto: Getty Images/varniccha kajai)
Jogja -

Pada malam-malam Ramadan, pasangan suami istri diperkenankan melakukan hubungan seksual. Otomatis, keduanya diharuskan mandi wajib sebelum mengerjakan sholat fardhu dan membaca Al-Quran.

Bagaimana halnya dengan puasa Ramadan? Apakah boleh memulai puasa dalam kondisi belum mandi wajib? Mengingat, puasa Ramadan dimulai saat adzan Subuh berkumandang. Dan waktu-waktu dini hari identik dengan air dingin, terlebih di daerah pegunungan, sehingga keinginan menunda mandi semakin besar.

Selain bersenggama, seorang muslim yang mengalami mimpi basah dan baru tersadar saat sudah adzan subuh terkendala 'masalah' serupa. Juga wanita yang baru saja selesai siklus haidnya sehingga terkena kewajiban mandi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jadi, sahkah puasa tapi belum mandi wajib? Berikut penjelasannya!

Poin Utamanya:

ADVERTISEMENT
  • Puasa Ramadhan dalam kondisi belum mandi wajib hukumnya sah. Nabi Muhammad SAW dahulu melakukan yang demikian.
  • Mimpi basah di siang hari tidak lantas membatalkan puasa Ramadan. Sebab, orang mani keluar secara tidak sengaja. Orang yang tidur tidak bisa mengontrol tubuhnya.
  • Mandi wajib dimulai dengan mencuci tangan, menumpahkan air ke tangan kiri, membasahi rambut, hingga mencuci kaki.

Sahkah Puasa tapi Belum Mandi Wajib?

Diringkas dari buku Panduan Lengkap Puasa Ramadhan Menurut Al-Qur'an dan Sunnah tulisan Abu Ubaidah Yusuf dan Abu Abdillah Syahril Fatwa, memulai puasa dalam keadaan belum mandi wajib hukumnya sah. Dasarnya adalah hadits:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ لَيُصْبِحُ جُنُبًا مِنْ جِمَاعٍ غَيْرِ احْتِلَامٍ فِي رَمَضَانَ ثُمَّ يَصُومُ

Artinya: "Adalah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah memasuki fajar pada bulan Ramadan dalam keadaan junub sehabis berhubungan badan dengan istrinya bukan karena mimpi. Kemudian beliau berpuasa." (HR Bukhari no 1926 dan Muslim no 1109)

Perlu diingat, ketentuan berbeda berlaku untuk sholat. Seorang muslim yang tidak suci harus mandi wajib dahulu sebelum mengerjakan sholat. Dasarnya adalah sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan Abu Hurairah radhiyallahu anhu:

"Allah tidak menerima sholat seseorang di antara kamu apabila ia berhadats sampai ia berwudhu." (HR Bukhari dan Muslim)

Menurut penjelasan di laman Masjid Al-Kahfi Bunut, hadits di atas memang secara spesifik menyinggung hadats kecil yang bisa dihilangkan dengan wudhu. Namun, jika hadats kecil saja menghalangi sahnya sholat, bukankah hadats besar lebih-lebih lagi?

Batalkah Puasa Jika Mimpi Basah Siang Hari?

Mungkin timbul juga pertanyaan di pikiran detikers sekalian, bagaimana jika mimpi basahnya siang hari? Apakah puasa Ramadan yang sudah diusahakan sepenuh hati lantas batal?

Islam adalah agama yang memudahkan para pemeluknya. Berdasar penjelasan di buku Panduan Lengkap Puasa Romadhon oleh Nor Kandir, mimpi basah siang hari tidak lantas membatalkan puasa. Artinya, puasa tetap sah karena mani keluar tanpa kendali di luar kesadaran.

Nabi SAW bersabda:

رُفِعَ الْقَلَمُ عَنْ ثَلَاثَةِ: عَنِ النَّائِمِ حَتَّى يَسْتَيْقِظَ

Artinya: "Pena diangkat dari tiga golongan: (salah satunya) dari orang yang tidur sampai ia bangun." (HR Abu Dawud no 4403)

Hadits ini menjadi dasar bahwasanya mimpi basah tidak menggagalkan puasa seseorang. Sebab, orang tidur tidak memiliki pilihan untuk melakukan sesuatu. Ia mimpi basah karena reaksi biologis yang terjadi secara otomatis.

Hukum berbeda diberlakukan untuk orang yang sengaja mengeluarkan mani saat berpuasa. Apabila sengaja, maka puasanya batal menurut mayoritas ulama. Dalilnya adalah hadits qudsi:

"Dia meninggalkan makan, minum, dan syahwatnya karena Aku." (HR Bukhari no 1984 dan Muslim no 1151)

Tata Cara Mandi Wajib

Diambil dari Buku Pintar Thaharah: Panduan Bersuci Sesuai Syar'i dan Petunjuk Nabi oleh Ahmad Reza, tata cara mandi wajib dibeberkan oleh Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu anha:

"Ketika mandi janabah, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memulainya dengan mencuci kedua tangannya, kemudian beliau menumpahkan air dari tangan kanannya ke tangan kiri, lalu beliau mencuci kemaluannya, yang kemudian dilanjutkan dengan berwudhu seperti wudhu ketika hendak sholat.

Lantas, beliau mengambil air dan memasukkan jari-jari tangannya ke sela-sela rambutnya. Apabila beliau yakin semua kulit kepalanya telah basah oleh air, beliau menyiram kepalanya 3 kali. Setelah itu, beliau membersihkan seluruh tubuhnya dengan air, dan diakhiri dengan mencuci kakinya." (HR Bukhari dan Muslim)

Mengacu hadits di atas, urut-urutan mandi wajib adalah:

  1. Berniat.
  2. Mencuci kedua tangan sampai bersih.
  3. Menumpahkan air dari tangan kanan ke kiri.
  4. Mencuci kemaluan.
  5. Wudhu.
  6. Membasahi kepala dengan bantuan jari-jari.
  7. Menyiram kepala 3 kali.
  8. Membersihkan seluruh bagian tubuh.
  9. Mencuci kaki.

Demikian pembahasan lengkap mengenai sah tidaknya puasa jika dimulai dalam kondisi belum mandi wajib. Semoga bermanfaat!

FAQ

1. Belum mandi wajib haid tapi puasa apakah sah?

Puasa tetap sah. Namun, disarankan segera mandi wajib karena untuk mendirikan sholat, tubuh mesti bersih dan suci.

2. Apa hukum tidak mandi wajib tapi sholat?

Sholatnya tidak sah. Sebab, suci dari hadats kecil dan besar menjadi salah satu syarat sahnya.

3. Apakah mandi wajib harus pakai sabun dan sampo?

Bila mengikuti tuntunan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, mandi wajib cukup dengan air biasa, tanpa adanya syarat sabun atau sampo.




(sto/aku)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads