Kapal Tanker AS Diklaim Terbakar Kena Rudal Garda Revolusi Iran

Internasional

Kapal Tanker AS Diklaim Terbakar Kena Rudal Garda Revolusi Iran

Tim BeritaKlik - detikJogja
Kamis, 05 Mar 2026 20:55 WIB
Ilustrasi Konflik Iran dan Amerika Serikat
Ilustrasi Konflik Iran dan Amerika Serikat. Foto: EduRaw/Pexels
Jogja -

Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah melancarkan serangan rudal ke kapal tanker AS di perairan Teluk hingga kapal itu terbakar.

Dilansir detikNews, perang antara Amerika Serikat (AS) vs Iran semakin memanas setelah Garda Revolusi Iran melancarkan serangan rudal ke kapal tanker AS tersebut.

Dalam pernyataannya, seperti dilaporkan televisi pemerintah Teheran dan dilansir AFP, Kamis (5/3/2026), IRGC mengklaim bahwa kapal tanker AS itu "terkena rudal di sebelah utara Teluk Persia".

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saat ini terbakar," kata IRGC dalam pernyataannya, merujuk pada kapal tanker AS yang diserang pasukannya. Sementara itu serangan rudal Iran terhadap kapal tanker AS ini belum dikonfirmasi secara independen.

Peristiwa ini terjadi ketika IRGC mengumumkan bahwa mereka kini memiliki "kendali penuh" atas perairan Selat Hormuz, yang menghubungkan Teluk Persia ke Samudra Hindia dan merupakan jalur pelayaran vital untuk minyak juga gas.

ADVERTISEMENT

IRGC memperingatkan bahwa setiap kapal yang berusaha melewati jalur perairan strategis itu, berisiko mengalami kerusakan akibat rudal atau drone yang nyasar.

Diketahui, Selat Hormuz ditutup sejak AS dan Israel melancarkan gelombang serangan terkoordinasi terhadap Iran pada Sabtu (28/2) waktu setempat. Iran membalas dengan serangan rudal dan drone terhadap target-target di Israel dan pangkalan-pangkalan AS di negara-negara Teluk.

IRGC sebelumnya mengklaim telah menyerang sebuah kapal militer AS di Samudra Hindia, ratusan kilometer jauhnya dari perbatasan Iran. Menurut IRGC, kapal perusak AS yang sedang mengisi bahan bakar dari kapal tanker Amerika di Samudra Hindia itu dihantam rudal Ghadr-380 dan rudal Talaeieh.

IRGC menyebut serangan rudal itu sebagai "serangan dahsyat" karena dilancarkan terhadap target yang berada di perairan yang berjarak lebih dari 600 kilometer dari pantai selatan Iran.

Menurut kesimpulan intelijen IRGC, serangan itu memicu "kebakaran meluas" pada kedua kapal militer tersebut, yang menyebabkan kepulan asap membubung ke langit di atas lautan. Sementara itu AS belum menanggapi klaim serangan-serangan tersebut.




(dil/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads