Kecelakaan lalu lintas terjadi pada Selasa (7/7) di Jalan Wonosari, tepatnya di depan Warung Ubi Bakar Cilembu, Dusun Dawukan, Kalurahan Sendangtirto, Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman. Kecelakaan dari arah berlawanan itu menyebabkan dua pemotor meninggal.
Kasi Humas Polresta Sleman, Iptu Argo Anggoro, menjelaskan kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 15.30 WIB. Kecelakaan melibatkan sebuah sepeda motor Honda Vario dan sebuah dump truk.
"Melibatkan sebuah sepeda motor Honda Vario dan sebuah dump truk. Berdasarkan hasil olah TKP sementara, sepeda motor yang melaju dari arah timur ke barat," terang Argo saat dimintai konfirmasi detikJogja, Selasa (7/7/2026) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diduga hendak mendahului kendaraan di depannya, terang Argo, sepeda motor mengambil jalur kanan. Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan melaju dump truk.
"Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan melaju dump truk sehingga terjadi tabrakan. Akibat benturan tersebut, dump truk oleng ke kiri dan menabrak pagar rumah warga," lanjut Argo.
Akibat kecelakaan, ungkap Argo, pengendara sepeda motor berinisial RN (21), laki-laki, warga Kota Prabumulih, Sumatera Selatan meninggal dunia di lokasi. Korban mengalami cedera berat di bagian kepala.
"Pengendara mengalami cedera berat di bagian kepala. Penumpang sepeda motor berinisial CB (31), laki-laki, warga Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengalami luka berat dan meninggal dunia saat menjalani perawatan di rumah sakit," terang Argo.
Sementara itu, sebut Argo, pengemudi dump truk berinisial P (31), laki-laki, warga Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, mengalami luka di bagian kepala, nyeri dada, dan lecet pada tangan. Kedua kendaraan mengalami kerusakan serta pagar rumah warga roboh.
"Kedua kendaraan mengalami kerusakan serta pagar rumah warga roboh. Total kerugian material diperkirakan mencapai Rp 10.000.000," tutur Argo.
"Polresta Sleman mengimbau seluruh pengguna jalan agar selalu mematuhi peraturan lalu lintas, memastikan kondisi aman sebelum mendahului kendaraan lain, serta tidak menggunakan jalur lawan apabila ruang pandang terbatas. Utamakan keselamatan dalam berkendara karena kelalaian sekecil apa pun dapat berakibat fatal," pungkasnya.
(apu/afn)

Komentar Terbanyak
Apakah Gigitan Orong-orong Berbahaya? Cari Tahu Bekas dan Cara Mengobatinya
14 Orang Jadi Tersangka Baru Kasus Penyiksaan Anak Daycare Little Aresha Jogja
MBG Libur, Harga Ayam Hidup di Gunungkidul Anjlok Jadi Rp 17 Ribu/Kg