Brigade Joxzin menduga kasus pembunuhan terhadap seorang anggotanya di Bantul bermotif dendam, karena pelaku dengan korban pernah ada gesekan sebelumnya.
"Kalau motifnya belum tahu, tapi kalau teman-teman tetap menduga ada unsur dendam," kata Anggota Tim Hukum dan HAM Brigade Joxzin, Mohamad Novweni saat dihubungi detikJogja, Selasa (10/3/2026).
Dugaan itu, kata Novweni, karena antara tersangka dengan korban pernah berseteru. Sehingga menurut dia, latar belakang pembunuhan itu lebih karena dendam pribadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau dari pandangan teman-teman yang mereka juga kenal (dengan korban) kayaknya dendam pribadi karena antara mereka (korban dan pelaku) pernah ada gesekan sebelumnya," ujar dia.
Terlepas dari hal tersebut, Novweni berharap pelaku pembunuhan yang berinisial SS itu mendapat hukuman yang setimpal atas perbuatannya. Joxzin juga menyerahkan semua penanganan kasus tersebut ke Polres Bantul.
"Kalau dari teman-teman Joxzin minta tersangka dihukum sesuai perbuatannya," ucapnya.
Diberitakan sebelumnya, pembunuhan sadis terhadap warga Sedayu, Bantul, bernama KYR (36) itu terjadi pada Rabu (25/2) lalu.
Korban saat itu sedang tidur di rumah bersama anak dan istrinya. Pelaku tiba-tiba mendobrak rumahnya dan menyerang korban dengan senjata tajam. Korban yang menderita luka cukup parah akhirnya tewas.
Polisi telah mengamankan pelaku pembunuhan sadis itu. Meski demikian polisi belum bisa memberikan keterangan terkait motif pembunuhan itu secara lengkap. Saat ini polisi masih terus memeriksa pelaku sembari mencari kemungkinan adanya pelaku lain.
"Jadi sakit hati, tersangka itu tersinggung dengan perkataan korban," kata Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto saat dihubungi detikJogja, Jumat (6/3/2026).
Rita menyebut bahwa antara tersangka SS (29) dengan korban KYR (36) sebelumnya sudah saling kenal.
"Padahal keduanya saling kenal, ya teman, kenal gitu," ujarnya saat itu.
(dil/afn)

Komentar Terbanyak
Serangan Balik Tiyo Eks BEM UGM Usai Dituding Dekat dengan Tokoh PDIP
Eks Ketua BEM UGM Tiyo Sebut Pelapor Dirinya ke Polisi Lagi Caper ke Presiden
Kronologi Cekcok Ajudan Danrem Jogja Maraton Tanpa BIB Berujung Minta Maaf