Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat akan menggelar Hajad Dalem peringatan Idul Fitri 2026/ Dal 1959 pekan depan. Pihak kepolisian menyiapkan rekayasa lalu lintas di sejumlah ruas jalan saat perayaan dilaksanakan.
Diketahui, salah satu rangkaian acara Hajad Dalem peringatan Idul Fitri Keraton Jogja adalah Garebek Syawal yang digelar saat Idul Fitri. Rencananya, Garebeg Syawal pada tahun ini digelar pada Jumat (20/3/2026) di Pagelaran Kraton, Masjid Gedhe, Kepatihan Pura Pakualaman, dan Ndalem Mangkubumen.
Kasat Lantas Polresta Jogja, AKP Alvian Hidayat, mengatakan pola rekayasa lalu lintas Garebek Syawal tahun ini tak jauh berbeda dari pelaksanaan di tahun sebelumnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kurang lebih hampir sama, sebetulnya. Untuk Garebeg Syawal tidak ada yang berubah dari tahun ke tahun karena memang untuk kegiatannya sampai sejauh ini masih sama dengan tahun kemarin," ujar Alvian saat dihubungi detikJogja, Jumat (13/3).
Alvian menjelaskan nantinya rombongan gunungan dari Keraton menuju Masjid Gedhe Kauman akan dibagi ke tiga arah. Sementara terkait lalu lintas, polisi akan melakukan rekayasa di sejumlah titik di kawasan pusat kota.
"Ya, yang satu ada tiga, tiga plot tempat nanti kan setelah dari Keraton ke Masjid Gedhe, nanti kan dibagi, ada yang balik lagi ke dalam, ada yang ke Pakualaman, ada juga yang ke Kepatihan," terangnya.
"Nanti akan ada rekayasa pasti di seputaran Nol KM, di seputaran Pangurakan, Alun-alun Utara, kemudian nanti juga akan ada contra flow untuk yang mengarah ke Kepatihan," jelasnya.
Sementara untuk akses masuk ke Malioboro juga akan ditutup sementara. Sedangkan untuk arus lalu lintas menuju Pakualaman, polisi akan menerapkan sistem buka-tutup di beberapa ruas jalan.
"Jadi sementara yang dari utara Hotel Grand Malioboro yang pintu masuk ke Malioboro kita tutup. Untuk yang arah Pakualaman nanti akan ada sistem buka-tutup juga di seputaran Gondomanan sampai Permata sampai akhirnya nanti sampai di seputaran Pakualaman," ujarnya.
Alvian menyebut pelaksanaan Garebek Syawal tahun ini diperkirakan tidak mengalami perubahan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, terdapat kemungkinan perbedaan waktu pelaksanaan karena Lebaran diperkirakan terjadi dua kali.
"Hanya bedanya kan tahun ini kemungkinan besar Lebarannya dua kali. Nah, infonya kan terakhir pelaksanaan adalah tanggal 20, jadi berarti kan hari lebaran yang satu, antara Masjid Gedhe hari Lebaran yang satunya lagi tanggal 21," pungkasnya.
(ams/ahr)
Komentar Terbanyak
Prodi Unggulan Mulai Turun Peminat, Rektor USD Soroti Sistem Penerimaan PTN
Tudingan Malpraktik RSUD Prambanan Buntut Naura Hilang Nyawa Usai CT Scan
Resmi Naik! Ini Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 10 Juni 2026 di Jogja