Di Tengah Teror Rudal, Israel Minta Warganya Main Aplikasi Kencan di Bunker

Internasional

Di Tengah Teror Rudal, Israel Minta Warganya Main Aplikasi Kencan di Bunker

Tim detikINET - detikJogja
Jumat, 13 Mar 2026 19:21 WIB
People dance in a headphones party inside a public shelter in an underground parking of a mall amid the Israel and Iran conflict in Tel Aviv, Israel June 23, 2025 REUTERS/Itai Ron ISRAEL OUT. NO COMMERCIAL OR EDITORIAL SALES IN ISRAEL      TPX IMAGES OF THE DAY
Potret Warga Israel Gelar Pesta Musik di Bunker Kala Iran Menyerang. (Foto: REUTERS/Itai Ron)
Jogja -

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Israel mempromosikan aplikasi kencan Hooked buat warganya yang berlindung dalam bunker di tengah kecamuk perang dengan Iran. Aplikasi kencan ini dipromosikan di tengah darurat perang.

"Aplikasi kencan di bomb shelter menunjukkan siapa saja yang jomblo karena meski dalam perang... cinta tetap berlanjut," tulis Kemenlu Israel di Facebook seperti dilihat detikINET, Jumat (13/3/2026).

Aplikasi kencan itu dikembangkan Noa Barazani dan Roi Revach. Aplikasi itu sudah ada sebelum perang, namun menjadi viral usai dipromosikan akun pemerintah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Aplikasi Hooked itu akan membuat QR Code dari event yang sedang berlangsung. Penyelenggara acara hanya perlu memasang QR Code itu di pintu masuk acara maupun secara online.

Para jomlo Israel pun bisa mengunggah profilnya di aplikasi dan menelusuri daftar acara untuk mendaftar lebih dulu atau memindai QR Code di pintu masuk acara. Setelahnya, mereka bisa mengakses daftar jomlo sesuai dengan apa yang mereka cari dan orang lain di acara itu juga bisa melihat profil mereka.

Nantinya jika dua orang cocok alias matched di aplikasi, mereka bisa mulai mengobrol atau tinggal jalan kaki mendatangi gebetannya. Sebab, gebetan tersebut berada di lokasi yang sama.

Oleh karena itu, dalam momen ini, para jomlo yang menggunakan aplikasi Hooked bisa berkenalan dengan jomlo lainnya yang berada dalam bunker yang sama.

Dikutip dari The Jerusalem Post, informasi soal aplikasi ini menjadi populer usai diunggah di X Yael Bar Tur. Cuitan itu menjadi viral pada pekan lalu.

"Tentu saja, beberapa orang Israel yang jenius menciptakan aplikasi di mana Anda dapat memindai kode batang dan melihat siapa yang lajang di tempat perlindungan," dan melampirkan tautan ke Hooked.

Postingan itu kemudian diunggah ulang di X oleh Duta Besar AS untuk Israel, Mike Huckabee.

"Dengan seluruh negara dalam mode 'berlindung di tempat', kita seharusnya mengharapkan hal seperti ini! Mereka menyebut Israel sebagai 'Negara Start-Up' karena suatu alasan. Suatu hari nanti mereka akan memberi tahu anak-anak mereka, 'Kita bertemu di aplikasi kencan di tempat perlindungan sambil menghindari rudal balistik'," ujarnya.




(ams/aku)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads