Viral Bocah Gunungkidul Rawat Ibu Sakit, Polisi Beri Sepeda-Kursi Roda

Viral Bocah Gunungkidul Rawat Ibu Sakit, Polisi Beri Sepeda-Kursi Roda

Adji G Rinepta - detikJogja
Minggu, 15 Mar 2026 23:13 WIB
Bupati-Kapolres mengunjungi rumah bocah di Girisekar, Gunungkidul, yang putus sekolah demi merawat ibunya yang sakit, Minggu (15/3/2026).
Bupati-Kapolres mengunjungi rumah bocah di Girisekar, Gunungkidul, yang putus sekolah demi merawat ibunya yang sakit, Minggu (15/3/2026). Foto: Dok. Polres Gunungkidul
Gunungkidul -

Bocah lelaki inisial F (9) di Girisekar, Gunungkidul, yang terpaksa putus sekolah demi merawat ibunya yang sakit hingga lumpuh menuai simpati dari berbagai pihak setelah kisahnya viral di media sosial. Polres Gunungkidul pun turut memberikan sejumlah bantuan untuk keluarga F.

Kapolres Gunungkidul, AKBP Damus Asa mengatakan kegiatan kunjungan dan Bakti Sosial (Baksos) ini merupakan tindak lanjut langsung dari hasil pengecekan dan laporan sebelumnya terkait kondisi keluarga Slamet dan Aminah, orang tua F.

"Bentuk bantuan sosial yang diberikan berupa 1 unit sepeda merek Polygon, 1 unit kursi roda, Peralatan sekolah, Paket sembako, 2 buah Kasur Busa, dan 1 Buah magic com," kata Damus dalam keterangan tertulis yang diterima detikJogja, Minggu (15/3).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bantuan ini diserahkan Pemkab Gunungkidul, jajaran Kepolisian Polres Gunungkidul, bersama stakeholder terkait pada Minggu (15/3) pagi. Bantuan diserahkan langsung ke kediaman keluarga F di Kalurahan Girisekar, Kapanewon Panggang.

Selain itu, trauma healing juga dilakukan oleh Polwan Polres Gunungkidul kepada F agar menumbuhkan semangat belajarnya lagi usai keadaan yang dialaminya.

Damus bilang, Bhabinkamtibmas bersama pemerintah kalurahan akan terus melakukan monitoring berkala terhadap perkembangan kondisi keluarga F. Selain itu, koordinasi lintas sektoral juga terus dilakukan guna memastikan bantuan yang diberikan berkelanjutan dan tepat sasaran.

"Polres Gunungkidul juga menyiapkan Dokter Kesehatan untuk melakukan penanganan bila diperlukan dan bisa berkordinasi dengan dinas kesehatan," terang Damus.

"Masyarakat apabila mengalami kendala apapun agar berkoordinasi dengan Polsek setempat atau bisa langsung melalui nomor pengaduan 110," sambungnya.

Selain bantuan materiil itu, Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih yang memimpin kegiatan baksos ini juga memastikan bantuan lainnya seperti jaminan pendidikan hingga kesehatan. Pihaknya menggandeng Baznas hingga Rumah Sakit Mata Dr YAP.

Tentang Kondisi Keluarga F

Diberitakan sebelumnya, Endah menjelaskan kondisi yang dialami F dan keluarganya. F terpaksa putus sekolah selama tiga tahun demi merawat ibunya yang menderita stroke dan gangguan saraf mata sehingga tidak bisa melihat maupun beraktivitas.

Sementara sang ayah, juga mulai mengalami gangguan penglihatan sejak setahun terakhir. Pemkab Gunungkidul pun memastikan orang tua F mendapat pelayanan kesehatan. Dinas Kesehatan telah berkoordinasi untuk memeriksa hasil laboratorium orang tua F.

Pemerintah juga berencana menggandeng Rumah Sakit Mata Yap untuk melihat kemungkinan adanya intervensi medis, seperti operasi katarak atau glaukoma, guna memulihkan penglihatan orang tua F.

"Hasil lab-nya sudah kami terima 2 hari lalu. Berikutnya nanti kami akan memohon ke rumah sakit YAP," jelas Endah dalam keterangannya.

"Tidak boleh F ditanya, dipaksa apakah mau sekolah lagi, anak itu akan menjawab kalau jaminan orang tuanya ini ada yang bertanggung jawab," imbuhnya.

F sebenarnya punya kakak tertua, namun ia tengah bekerja merantau di daerah Sleman sehingga tidak bisa menjaga orang tuanya. Alhasil, F lah yang mengalah untuk menjaga orang tuanya.

Untuk menjaga keberlangsungan hidup keluarga F, Pemkab Gunungkidul pun menggandeng Baznas untuk mendiskusikan modal usaha bagi kakak pertama F agar sang kakak bisa bekerja di dekat rumah tanpa harus merantau.

"Pemerintah juga memastikan bahwa keluarga ini telah terintervensi bantuan sosial, termasuk PKH, BPNT, dan BPJS." tegas Endah.

Di sisi lain, kakak kedua F, perempuan berinisial A kini tengah menempuh pendidikan di salah satu SMP Negeri di Gunungkidul. Pemkab juga memastikan F dan A bisa lanjut sekolah.

"Untuk urusan pendidikan F akan diselesaikan oleh Kemenag melalui pendekatan emosional yang baik, mengingat F menempuh jenjang pendidikan di madrasah," ujarnya

"Kakaknya adalah tanggung jawab Dinas Pendidikan, karena kakaknya sekolah di SMP Negeri," pungkas Endah.




(dil/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads