Setelah melaksanakan rangkaian ibadah di bulan Ramadan, umat Islam ditekankan untuk menyempurnakan Hari Raya Idul Fitri dengan melaksanakan sholat Ied. Dalam pelaksanaannya, terdapat tuntunan sunnah yang dicontohkan Rasulullah SAW, termasuk dalam pemilihan surat yang dibaca setelah Al-Fatihah pada setiap rakaat.
Mengetahui surat yang sunnah dibaca saat sholat Idul Fitri menjadi penting, karena termasuk sebagai salah satu amalan agar ibadah yang dilakukan sesuai dengan tuntunan sehingga mendapatkan banyak keutamaan di hari kemenangan. Jadi, surat apa saja yang disunnahkan Nabi SAW untuk dibaca saat sholat Idul Fitri?
Berikut ini adalah empat surat yang sunnah dibaca saat sholat Idul Fitri lengkap dengan tulisan Arab, Latin, dan artinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Surat yang Sunnah Dibaca Saat Sholat Idul Fitri
Dilansir laman Muhammadiyah, dalam praktik sholat Idul Fitri maupun Idul Adha, terdapat surat yang dianjurkan secara khusus untuk dibaca setelah takbir pada rakaat pertama dan kedua. Tuntunan ini sebagaimana yang hadits yang diriwayatkan oleh an-Nu'man Ibnu Basyir, berbunyi:
عَنِ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْرَأُ فِي الْعِيدَيْنِ وَفِي الْجُمُعَةِ بِسَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ اْلأَعْلَى وَهَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ الْغَاشِيَةِ قَالَ وَإِذَا اجْتَمَعَ الْعِيدُ وَالْجُمُعَةُ فِي يَوْمٍ وَاحِدٍ يَقْرَأُ بِهِمَا أَيْضًا فِي الصَّلاَتَيْنِ
Artinya: "Diriwayatkan dari an-Nu'man Ibnu Basyir bahwa ia berkata: Adalah Rasulullah SAW pada sholat dua hari raya dan pada sholat Jumat membaca sabbihisma rabbikal-a'laa dan hal ataka hadiitsul-ghaasyiyah. (An-Nu'man) berkata lagi: Dan apabila Id bertemu dengan Jumat pada hari yang sama, beliau membaca kedua surat itu juga dalam kedua sholatnya." [HR Muslim]
Hal serupa juga terdapat dalam hadits lain yang diriwayatkan dari 'Ubaidullah Ibnu 'Abdillah, turut disebutkan bahwa Umar Ibnu al-Khattab pernah bertanya kepada Abu Waqid al-Laitsi tentang bacaan yang dibaca oleh Rasulullah Saw dalam sholat Idul Adha dan Idul Fitri, berikut jelasnya:
عَنْ عُبَيْدِ اللهِ بْنِ عَبْدِ اللهِ أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ سَأَلَ أَبَا وَاقِدٍ اللَّيْثِيَّ مَا كَانَ يَقْرَأُ بِهِ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي اْلأَضْحَى وَالْفِطْرِ فَقَالَ كَانَ يَقْرَأُ فِيهِمَا بِق وَالْقُرْآنِ الْمَجِيدِ وَاقْتَرَبَتِ السَّاعَةُ وَانْشَقَّ الْقَمَرُ
Artinya: "Diriwayatkan dari 'Ubaidullah Ibnu 'Abdillah bahwa Umar Ibnu al-Khattab bertanya kepada Abu Waqid al-Laitsi mengenai apa yang dibaca oleh Rasulullah SAW pada sholat Idul Adha dan Idul Fitri, maka ia (Abu Waqid) menjawab: adalah beliau pada SHOLAT dua hari raya membaca qaaf wal-qur'aanil-majiid dan iqtarabatis-saa'ah wansyaqqal-qamar. [HR para ahli hadits, kecuali al-Bukhari].
Dengan demikian, melalui dua hadits tersebut dapat dimaknai bahwa saat sholat Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha terdapat surat khusus yang dipilih oleh Rasulullah sehingga menjadi sunnah bagi umat Islam.
Pada rakaat pertama setelah melakukan takbir tujuh kali, membaca surat al-Fatihah yang diikuti dengan surat al-A'la atau surat Qaf. Sedangkan pada rakaat kedua setelah takbir lima kali selain dari takbiratul-intiqal (qiyam), membaca surat al-Fatihah yang diikuti dengan surat al-Ghasyiyah atau surat al-Qamar.
Bacaan Surat yang Sunnah Dibaca Saat Sholat Idul Fitri
Sebagai pedoman detikers, berikut bacaan lengkap empat surat yang sunnah dibaca pada rakaat pertama dan kedua saat melaksanakan sholat Idul Fitri, diambil dari Quran NU:
Bacaan Surat Al-A'la
سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْاَعْلَىۙ ١
sabbiḫisma rabbikal-a'lâ
Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Mahatinggi,
الَّذِيْ خَلَقَ فَسَوّٰىۖ ٢
alladzî khalaqa fa sawwâ
yang menciptakan, lalu menyempurnakan (ciptaan-Nya),
وَالَّذِيْ قَدَّرَ فَهَدٰىۖ ٣
walladzî qaddara fa hadâ
yang menentukan kadar (masing-masing) dan memberi petunjuk,
وَالَّذِيْٓ اَخْرَجَ الْمَرْعٰىۖ ٤
walladzî akhrajal-mar'â
dan yang menumbuhkan (rerumputan) padang gembala,
فَجَعَلَهٗ غُثَاۤءً اَحْوٰىۖ ٥
fa ja'alahû ghutsâ'an aḫwâ
lalu menjadikannya kering kehitam-hitaman.
سَنُقْرِئُكَ فَلَا تَنْسٰىٓۖ ٦
sanuqri'uka fa lâ tansâ
Kami akan membacakan (Al-Qur'an) kepadamu (Nabi Muhammad) sehingga engkau tidak akan lupa,
اِلَّا مَا شَاۤءَ اللّٰهُۗ اِنَّهٗ يَعْلَمُ الْجَهْرَ وَمَا يَخْفٰىۗ ٧
illâ mâ syâ'allâh, innahû ya'lamul-jahra wa mâ yakhfâ
kecuali jika Allah menghendaki. Sesungguhnya Dia mengetahui yang terang dan yang tersembunyi.
وَنُيَسِّرُكَ لِلْيُسْرٰىۖ ٨
wa nuyassiruka lil-yusrâ
Kami akan melapangkan bagimu jalan kemudahan (dalam segala urusan).
فَذَكِّرْ اِنْ نَّفَعَتِ الذِّكْرٰىۗ ٩
fa dzakkir in nafa'atidz-dzikrâ
Maka, sampaikanlah peringatan jika peringatan itu bermanfaat.
سَيَذَّكَّرُ مَنْ يَّخْشٰىۙ ١٠
sayadzdzakkaru may yakhsyâ
Orang yang takut (kepada Allah) akan mengambil pelajaran,
وَيَتَجَنَّبُهَا الْاَشْقَىۙ ١١
wa yatajannabuhal-asyqâ
sedangkan orang-orang yang celaka (kafir) akan menjauhinya,
الَّذِيْ يَصْلَى النَّارَ الْكُبْرٰىۚ ١٢
alladzî yashlan-nâral-kubrâ
(yaitu) orang yang akan memasuki api (neraka) yang besar.
ثُمَّ لَا يَمُوْتُ فِيْهَا وَلَا يَحْيٰىۗ ١٣
tsumma lâ yamûtu fîhâ wa lâ yaḫyâ
Selanjutnya, dia tidak mati dan tidak (pula) hidup di sana.
قَدْ اَفْلَحَ مَنْ تَزَكّٰىۙ ١٤
qad aflaḫa man tazakkâ
Sungguh, beruntung orang yang menyucikan diri (dari kekafiran)
وَذَكَرَ اسْمَ رَبِّهٖ فَصَلّٰىۗ ١٥
wa dzakarasma rabbihî fa shallâ
dan mengingat nama Tuhannya, lalu dia salat.
بَلْ تُؤْثِرُوْنَ الْحَيٰوةَ الدُّنْيَاۖ ١٦
bal tu'tsirûnal-ḫayâtad-dun-yâ
Adapun kamu (orang-orang kafir) mengutamakan kehidupan dunia,
وَالْاٰخِرَةُ خَيْرٌ وَّاَبْقٰىۗ ١٧
wal-âkhiratu khairuw wa abqâ
padahal kehidupan akhirat itu lebih baik dan lebih kekal.
اِنَّ هٰذَا لَفِى الصُّحُفِ الْاُوْلٰىۙ ١٨
inna hâdzâ lafish-shuḫufil-ûlâ
Sesungguhnya (penjelasan) ini terdapat dalam suhuf (lembaran-lembaran) yang terdahulu,
صُحُفِ اِبْرٰهِيْمَ وَمُوْسٰىࣖ ١٩
shuḫufi ibrâhîma wa mûsâ
(yaitu) suhuf (yang diturunkan kepada) Ibrahim dan Musa.
Bacaan Surat Qaf
قۤۗ وَالْقُرْاٰنِ الْمَجِيْدِۖ ١
qâf, wal-qur'ânil-majîd
Qāf. Demi Al-Qur'an yang mulia.
بَلْ عَجِبُوْٓا اَنْ جَاۤءَهُمْ مُّنْذِرٌ مِّنْهُمْ فَقَالَ الْكٰفِرُوْنَ هٰذَا شَيْءٌ عَجِيْبٌۚ ٢
bal 'ajibû an jâ'ahum mundzirum min-hum fa qâlal-kâfirûna hâdzâ syai'un 'ajîb
(Mereka menolaknya,) bahkan mereka heran karena telah datang kepada mereka seorang pemberi peringatan dari (kalangan) mereka sendiri. Berkatalah orang-orang kafir, "Ini adalah sesuatu yang sangat mengherankan.
ءَاِذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًاۚ ذٰلِكَ رَجْعٌۢ بَعِيْدٌ ٣
a idzâ mitnâ wa kunnâ turâbâ, dzâlika raj'um ba'îd
Apakah setelah kami mati dan sudah menjadi tanah (akan dikembalikan)? Itu adalah pengembalian yang sangat jauh."
قَدْ عَلِمْنَا مَا تَنْقُصُ الْاَرْضُ مِنْهُمْۚ وَعِنْدَنَا كِتٰبٌ حَفِيْظٌ ٤
qad 'alimnâ mâ tangqushul-ardlu min-hum, wa 'indanâ kitâbun ḫafîdh
Sungguh, Kami telah mengetahui apa yang dimakan bumi dari (tubuh) mereka karena pada Kami ada kitab (catatan) yang terpelihara baik.
بَلْ كَذَّبُوْا بِالْحَقِّ لَمَّا جَاۤءَهُمْ فَهُمْ فِيْٓ اَمْرٍ مَّرِيْجٍ ٥
bal kadzdzabû bil-ḫaqqi lammâ jâ'ahum fa hum fî amrim marîj
Bahkan, mereka mendustakan kebenaran ketika datang kepadanya. Maka, mereka berada dalam keadaan kacau balau.
اَفَلَمْ يَنْظُرُوْٓا اِلَى السَّمَاۤءِ فَوْقَهُمْ كَيْفَ بَنَيْنٰهَا وَزَيَّنّٰهَا وَمَا لَهَا مِنْ فُرُوْجٍ ٦
a fa lam yandhurû ilas-samâ'i fauqahum kaifa banainâhâ wa zayyannâhâ wa mâ lahâ min furûj
Apakah mereka tidak memperhatikan langit yang ada di atas mereka, bagaimana cara Kami membangunnya dan menghiasinya tanpa ada retak-retak padanya sedikit pun?
وَالْاَرْضَ مَدَدْنٰهَا وَاَلْقَيْنَا فِيْهَا رَوَاسِيَ وَاَنْۢبَتْنَا فِيْهَا مِنْ كُلِّ زَوْجٍ ۢ بَهِيْجٍۙ ٧
wal-ardla madadnâhâ wa alqainâ fîhâ rawâsiya wa ambatnâ fîhâ ming kulli zaujim bahîj
(Demikian pula) bumi yang Kami hamparkan serta Kami pancangkan di atasnya gunung-gunung yang kukuh dan Kami tumbuhkan di atasnya berbagai jenis (tetumbuhan) yang indah
تَبْصِرَةً وَّذِكْرٰى لِكُلِّ عَبْدٍ مُّنِيْبٍ ٨
tabshirataw wa dzikrâ likulli 'abdim munîb
untuk menjadi pelajaran dan pengingat bagi setiap hamba yang kembali (tunduk kepada Allah).
وَنَزَّلْنَا مِنَ السَّمَاۤءِ مَاۤءً مُّبٰرَكًا فَاَنْۢبَتْنَا بِهٖ جَنّٰتٍ وَّحَبَّ الْحَصِيْدِۙ ٩
wa nazzalnâ minas-samâ'i mâ'am mubârakan fa ambatnâ bihî jannâtiw wa ḫabbal-ḫashîd
Kami turunkan dari langit air yang diberkahi, lalu Kami tumbuhkan dengannya kebun-kebun dan biji-bijian yang dapat dipanen.
وَالنَّخْلَ بٰسِقٰتٍ لَّهَا طَلْعٌ نَّضِيْدٌۙ ١٠
wan-nakhla bâsiqâtil lahâ thal'un nadlîd
Begitu pula pohon-pohon kurma yang tinggi yang mayangnya bersusun-susun
رِّزْقًا لِّلْعِبَادِۙ وَاَحْيَيْنَا بِهٖ بَلْدَةً مَّيْتًاۗ كَذٰلِكَ الْخُرُوْجُ ١١
rizqal lil-'ibâdi wa aḫyainâ bihî baldatam maitâ, kadzâlikal-khurûj
sebagai rezeki bagi hamba-hamba (Kami). Kami hidupkan pula dengan (air) itu negeri yang mati (tandus). Seperti itulah terjadinya kebangkitan (dari kubur).
كَذَّبَتْ قَبْلَهُمْ قَوْمُ نُوْحٍ وَّاَصْحٰبُ الرَّسِّ وَثَمُوْدُ ١٢
kadzdzabat qablahum qaumu nûḫiw wa ash-ḫâbur-rassi wa tsamûd
Sebelum mereka, kaum Nuh, penduduk Rass, dan (kaum) Samud telah mendustakan (rasul-rasul).
وَعَادٌ وَّفِرْعَوْنُ وَاِخْوَانُ لُوْطٍۙ ١٣
wa 'âduw wa fir'aunu wa ikhwânu lûth
(Demikian juga kaum) 'Ad, Fir'aun, kaum Lut,
وَّاَصْحٰبُ الْاَيْكَةِ وَقَوْمُ تُبَّعٍۗ كُلٌّ كَذَّبَ الرُّسُلَ فَحَقَّ وَعِيْدِ ١٤
wa ash-ḫâbul-aikati wa qaumu tubba', kullung kadzdzabar-rusula fa ḫaqqa wa'îd
penduduk Aikah, dan kaum Tubba'. Semuanya telah mendustakan rasul-rasul, maka berlakulah ancaman-Ku (atas mereka).
اَفَعَيِيْنَا بِالْخَلْقِ الْاَوَّلِۗ بَلْ هُمْ فِيْ لَبْسٍ مِّنْ خَلْقٍ جَدِيْدٍࣖ ١٥
a fa 'ayînâ bil-khalqil-awwal, bal hum fî labsim min khalqin jadîd
Apakah Kami letih dengan penciptaan yang pertama? (Sama sekali tidak,) bahkan mereka dalam keadaan ragu tentang penciptaan yang baru.
وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْاِنْسَانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهٖ نَفْسُهٗۖ وَنَحْنُ اَقْرَبُ اِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيْدِ ١٦
wa laqad khalaqnal-insâna wa na'lamu mâ tuwaswisu bihî nafsuh, wa naḫnu aqrabu ilaihi min ḫablil-warîd
Sungguh, Kami benar-benar telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh dirinya. Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.
اِذْ يَتَلَقَّى الْمُتَلَقِّيٰنِ عَنِ الْيَمِيْنِ وَعَنِ الشِّمَالِ قَعِيْدٌ ١٧
idz yatalaqqal-mutalaqqiyâni 'anil-yamîni wa 'anisy-syimâli qa'îd
(Ingatlah) ketika dua malaikat mencatat (perbuatannya). Yang satu duduk di sebelah kanan dan yang lain di sebelah kiri.
مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ اِلَّا لَدَيْهِ رَقِيْبٌ عَتِيْدٌ ١٨
mâ yalfidhu ming qaulin illâ ladaihi raqîbun 'atîd
Tidak ada suatu kata pun yang terucap, melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap (mencatat).
وَجَاۤءَتْ سَكْرَةُ الْمَوْتِ بِالْحَقِّۗ ذٰلِكَ مَا كُنْتَ مِنْهُ تَحِيْدُ ١٩
wa jâ'at sakratul-mauti bil-ḫaqq, dzâlika mâ kunta min-hu taḫîd
(Seketika itu) datanglah sakratulmaut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang dahulu hendak engkau hindari.
وَنُفِخَ فِى الصُّوْرِۗ ذٰلِكَ يَوْمُ الْوَعِيْدِ ٢٠
wa nufikha fish-shûr, dzâlika yaumul-wa'îd
Ditiuplah sangkakala. Itulah hari yang diancamkan.
وَجَاۤءَتْ كُلُّ نَفْسٍ مَّعَهَا سَاۤىِٕقٌ وَّشَهِيْدٌ ٢١
wa jâ'at kullu nafsim ma'ahâ sâ'iquw wa syahîd
Lalu, setiap orang akan datang bersama (malaikat) penggiring dan saksi.
لَقَدْ كُنْتَ فِيْ غَفْلَةٍ مِّنْ هٰذَا فَكَشَفْنَا عَنْكَ غِطَاۤءَكَ فَبَصَرُكَ الْيَوْمَ حَدِيْدٌ ٢٢
laqad kunta fî ghaflatim min hâdzâ fa kasyafnâ 'angka ghithâ'aka fa basharukal-yauma ḫadîd
Sungguh, kamu dahulu benar-benar lalai tentang (peristiwa) ini, maka Kami singkapkan penutup matamu, sehingga penglihatanmu pada hari ini sangat tajam.
وَقَالَ قَرِيْنُهٗ هٰذَا مَا لَدَيَّ عَتِيْدٌۗ ٢٣
wa qâla qarînuhû hâdzâ mâ ladayya 'atîd
(Malaikat) yang menyertainya berkata, "Inilah (catatan perbuatan) yang ada padaku."
اَلْقِيَا فِيْ جَهَنَّمَ كُلَّ كَفَّارٍ عَنِيْدٍ ٢٤
alqiyâ fî jahannama kulla kaffârin 'anîd
(Allah berfirman,) "Lemparkanlah olehmu berdua ke dalam (neraka) Jahanam semua orang yang sangat ingkar, keras kepala,
مَنَّاعٍ لِّلْخَيْرِ مُعْتَدٍ مُّرِيْبٍۙ ٢٥
mannâ'il lil-khairi mu'tadim murîb
sangat enggan melakukan kebajikan, melampaui batas, bersikap ragu-ragu,
ࣙالَّذِيْ جَعَلَ مَعَ اللّٰهِ اِلٰهًا اٰخَرَ فَاَلْقِيٰهُ فِى الْعَذَابِ الشَّدِيْدِ ٢٦
alladzî ja'ala ma'allâhi ilâhan âkhara fa alqiyâhu fil-'adzâbisy-syadîd
(dan) yang mempersekutukan Allah dengan tuhan lain. Maka, lemparkanlah dia ke dalam azab yang keras."
۞ قَالَ قَرِيْنُهٗ رَبَّنَا مَآ اَطْغَيْتُهٗ وَلٰكِنْ كَانَ فِيْ ضَلٰلٍ ۢ بَعِيْدٍ ٢٧
qâla qarînuhû rabbanâ mâ athghaituhû wa lâking kâna fî dlalâlim ba'îd
(Setan) yang menyertainya berkata (pula), "Ya Tuhan kami, aku tidak menyesatkannya, tetapi dia sendiri yang berada dalam kesesatan yang jauh."
قَالَ لَا تَخْتَصِمُوْا لَدَيَّ وَقَدْ قَدَّمْتُ اِلَيْكُمْ بِالْوَعِيْدِ ٢٨
qâla lâ takhtashimû ladayya wa qad qaddamtu ilaikum bil-wa'îd
(Allah) berfirman, "Janganlah bertengkar di hadapan-Ku dan sungguh, dahulu Aku telah memberikan ancaman kepadamu.
مَا يُبَدَّلُ الْقَوْلُ لَدَيَّ وَمَآ اَنَا۠ بِظَلَّامٍ لِّلْعَبِيْدِࣖ ٢٩
mâ yubaddalul-qaulu ladayya wa mâ ana bidhallâmil lil-'abîd
Keputusan-Ku tidak dapat diubah dan Aku (sama sekali) tidak menzalimi hamba-hamba-Ku."
يَوْمَ نَقُوْلُ لِجَهَنَّمَ هَلِ امْتَلَـْٔتِ وَتَقُوْلُ هَلْ مِنْ مَّزِيْدٍ ٣٠
yauma naqûlu lijahannama halimtala'ti wa taqûlu hal mim mazîd
(Ingatlah) pada hari (ketika) Kami bertanya kepada (neraka) Jahanam, "Apakah kamu sudah penuh?" Ia menjawab, "Adakah tambahan lagi?"
وَاُزْلِفَتِ الْجَنَّةُ لِلْمُتَّقِيْنَ غَيْرَ بَعِيْدٍ ٣١
wa uzlifatil-jannatu lil-muttaqîna ghaira ba'îd
Adapun surga didekatkan kepada orang-orang yang bertakwa pada tempat yang tidak jauh (dari mereka).
هٰذَا مَا تُوْعَدُوْنَ لِكُلِّ اَوَّابٍ حَفِيْظٍۚ ٣٢
hâdzâ mâ tû'adûna likulli awwâbin ḫafîdh
(Dikatakan kepada mereka,) "Inilah yang dijanjikan kepadamu, (yaitu) kepada setiap hamba yang bertobat lagi patuh.
مَنْ خَشِيَ الرَّحْمٰنَ بِالْغَيْبِ وَجَاۤءَ بِقَلْبٍ مُّنِيْبٍۙ ٣٣
man khasyiyar-raḫmâna bil-ghaibi wa jâ'a biqalbim munîb
(Dialah) orang yang takut kepada Zat Yang Maha Pengasih (sekalipun) dia tidak melihat-Nya dan dia datang (menghadap Allah) dengan hati yang bertobat.
ࣙادْخُلُوْهَا بِسَلٰمٍۗ ذٰلِكَ يَوْمُ الْخُلُوْدِ ٣٤
udkhulûhâ bisalâm, dzâlika yaumul-khulûd
Masuklah ke (dalam surga) dengan aman dan damai. Itulah hari yang abadi."
لَهُمْ مَّا يَشَاۤءُوْنَ فِيْهَا وَلَدَيْنَا مَزِيْدٌ ٣٥
lahum mâ yasyâ'ûna fîhâ wa ladainâ mazîd
Mereka di dalamnya memperoleh apa yang mereka kehendaki dan pada Kami masih ada lagi tambahan (nikmat).
وَكَمْ اَهْلَكْنَا قَبْلَهُمْ مِّنْ قَرْنٍ هُمْ اَشَدُّ مِنْهُمْ بَطْشًا فَنَقَّبُوْا فِى الْبِلَادِۗ هَلْ مِنْ مَّحِيْصٍ ٣٦
wa kam ahlaknâ qablahum ming qarnin hum asyaddu min-hum bathsyan fa naqqabû fil-bilâd, hal mim maḫîsh
Betapa banyak umat sebelumnya (kaum kafir Quraisy) yang telah Kami binasakan! Mereka itu lebih hebat kekuatannya daripada (kaum kafir Quraisy) itu, sehingga mampu menjelajah (dan mengamati) beberapa negeri. Adakah tempat pelarian (bagi mereka dari kebinasaan)?
اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَذِكْرٰى لِمَنْ كَانَ لَهٗ قَلْبٌ اَوْ اَلْقَى السَّمْعَ وَهُوَ شَهِيْدٌ ٣٧
inna fî dzâlika ladzikrâ limang kâna lahû qalbun au alqas-sam'a wa huwa syahîd
Sesungguhnya pada yang demikian itu pasti terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai hati atau yang menggunakan pendengarannya dan dia menyaksikan.
وَلَقَدْ خَلَقْنَا السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِيْ سِتَّةِ اَيَّامٍۖ وَّمَا مَسَّنَا مِنْ لُّغُوْبٍ ٣٨
wa laqad khalaqnas-samâwâti wal-ardla wa mâ bainahumâ fî sittati ayyâmiw wa mâ massanâ mil lughûb
Sungguh, Kami benar-benar telah menciptakan langit, bumi, dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa dan Kami tidak merasa letih sedikit pun.
فَاصْبِرْ عَلٰى مَا يَقُوْلُوْنَ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ قَبْلَ طُلُوْعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ الْغُرُوْبِ ٣٩
fashbir 'alâ mâ yaqûlûna wa sabbiḫ biḫamdi rabbika qabla thulû'isy-syamsi wa qablal-ghurûb
Maka, bersabarlah engkau (Nabi Muhammad) terhadap apa yang mereka katakan dan bertasbihlah seraya bertahmid (memuji) Tuhanmu sebelum terbit dan terbenamnya matahari.
وَمِنَ الَّيْلِ فَسَبِّحْهُ وَاَدْبَارَ السُّجُوْدِ ٤٠
wa minal-laili fa sabbiḫ-hu wa adbâras-sujûd
Bertasbihlah pula kepada-Nya pada sebagian malam hari dan setiap selesai salat.
وَاسْتَمِعْ يَوْمَ يُنَادِ الْمُنَادِ مِنْ مَّكَانٍ قَرِيْبٍ ٤١
wastami' yauma yunâdil-munâdi mim makâning qarîb
Dengarkanlah (seruan) pada hari (ketika malaikat) penyeru memanggil dari tempat yang dekat!
يَوْمَ يَسْمَعُوْنَ الصَّيْحَةَ بِالْحَقِّۗ ذٰلِكَ يَوْمُ الْخُرُوْجِ ٤٢
yauma yasma'ûnash-shaiḫata bil-ḫaqq, dzâlika yaumul-khurûj
Pada hari itulah mereka mendengar suara dahsyat dengan sebenar-benarnya. Itulah hari (ketika manusia) keluar (dari kubur).
اِنَّا نَحْنُ نُحْيٖ وَنُمِيْتُ وَاِلَيْنَا الْمَصِيْرُۙ ٤٣
innâ naḫnu nuḫyî wa numîtu wa ilainal-mashîr
Sesungguhnya Kamilah yang menghidupkan dan mematikan dan kepada Kamilah kembalinya (seluruh makhluk).
يَوْمَ تَشَقَّقُ الْاَرْضُ عَنْهُمْ سِرَاعًاۗ ذٰلِكَ حَشْرٌ عَلَيْنَا يَسِيْرٌ ٤٤
yauma tasyaqqaqul-ardlu 'an-hum sirâ'â, dzâlika ḫasyrun 'alainâ yasîr
Pada hari itu bumi terbelah dengan mengeluarkan mereka, (kemudian mereka) bergegas (menuju Padang Mahsyar). Yang demikian itu adalah pengumpulan yang mudah bagi Kami.
نَحْنُ اَعْلَمُ بِمَا يَقُوْلُوْنَ وَمَآ اَنْتَ عَلَيْهِمْ بِجَبَّارٍۗ فَذَكِّرْ بِالْقُرْاٰنِ مَنْ يَّخَافُ وَعِيْدِࣖ ٤٥
naḫnu a'lamu bimâ yaqûlûna wa mâ anta 'alaihim bijabbâr, fadzakkir bil-qur'âni may yakhâfu wa'îd
Kami lebih mengetahui apa yang mereka katakan dan engkau (Nabi Muhammad) bukanlah seorang pemaksa terhadap mereka. Maka, berilah peringatan dengan Al-Qur'an kepada siapa pun yang takut pada ancaman-Ku.
Bacaan Surat Al-Ghasyiyah
هَلْ اَتٰىكَ حَدِيْثُ الْغَاشِيَةِۗ ١
hal atâka ḫadîtsul-ghâsyiyah
Sudahkah sampai kepadamu berita tentang al-Gāsyiyah (hari Kiamat yang menutupi kesadaran manusia dengan kedahsyatannya)?
وُجُوْهٌ يَّوْمَىِٕذٍ خَاشِعَةٌۙ ٢
wujûhuy yauma'idzin khâsyi'ah
Pada hari itu banyak wajah yang tertunduk hina
عَامِلَةٌ نَّاصِبَةٌۙ ٣
'âmilatun nâshibah
(karena) berusaha keras (menghindari azab neraka) lagi kepayahan (karena dibelenggu).
تَصْلٰى نَارًا حَامِيَةًۙ ٤
tashlâ nâran ḫâmiyah
Mereka memasuki api (neraka) yang sangat panas.
تُسْقٰى مِنْ عَيْنٍ اٰنِيَةٍۗ ٥
tusqâ min 'ainin âniyah
(Mereka) diberi minum dari sumber mata air yang sangat panas.
لَيْسَ لَهُمْ طَعَامٌ اِلَّا مِنْ ضَرِيْعٍۙ ٦
laisa lahum tha'âmun illâ min dlarî'
Tidak ada makanan bagi mereka selain dari pohon yang berduri,
لَّا يُسْمِنُ وَلَا يُغْنِيْ مِنْ جُوْعٍۗ ٧
lâ yusminu wa lâ yughnî min jû'
yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar.
وُجُوْهٌ يَّوْمَىِٕذٍ نَّاعِمَةٌۙ ٨
wujûhuy yauma'idzin nâ'imah
Pada hari itu banyak (pula) wajah yang berseri-seri,
لِّسَعْيِهَا رَاضِيَةٌۙ ٩
lisa'yihâ râdliyah
merasa puas karena usahanya.
فِيْ جَنَّةٍ عَالِيَةٍۙ ١٠
fî jannatin 'âliyah
(Mereka) dalam surga yang tinggi.
لَّا تَسْمَعُ فِيْهَا لَاغِيَةًۗ ١١
lâ tasma'u fîhâ lâghiyah
Di sana kamu tidak mendengar (perkataan) yang tidak berguna.
فِيْهَا عَيْنٌ جَارِيَةٌۘ ١٢
fîhâ 'ainun jâriyah
Di sana ada mata air yang mengalir.
فِيْهَا سُرُرٌ مَّرْفُوْعَةٌۙ ١٣
fîhâ sururum marfû'ah
Di sana ada (pula) dipan-dipan yang ditinggikan,
وَّاَكْوَابٌ مَّوْضُوْعَةٌۙ ١٤
wa akwâbum maudlû'ah
gelas-gelas yang tersedia (di dekatnya),
وَّنَمَارِقُ مَصْفُوْفَةٌۙ ١٥
wa namâriqu mashfûfah
bantal-bantal sandaran yang tersusun,
وَّزَرَابِيُّ مَبْثُوْثَةٌۗ ١٦
wa zarâbiyyu mabtsûtsah
dan permadani-permadani yang terhampar.
اَفَلَا يَنْظُرُوْنَ اِلَى الْاِبِلِ كَيْفَ خُلِقَتْۗ ١٧
a fa lâ yandhurûna ilal-ibili kaifa khuliqat
Tidakkah mereka memperhatikan unta, bagaimana ia diciptakan?
وَاِلَى السَّمَاۤءِ كَيْفَ رُفِعَتْۗ ١٨
wa ilas-samâ'i kaifa rufi'at
Bagaimana langit ditinggikan?
وَاِلَى الْجِبَالِ كَيْفَ نُصِبَتْۗ ١٩
wa ilal-jibâli kaifa nushibat
Bagaimana gunung-gunung ditegakkan?
وَاِلَى الْاَرْضِ كَيْفَ سُطِحَتْۗ ٢٠
wa ilal-ardli kaifa suthiḫat
Bagaimana pula bumi dihamparkan?
فَذَكِّرْۗ اِنَّمَآ اَنْتَ مُذَكِّرٌۙ ٢١
fa dzakkir, innamâ anta mudzakkir
Maka, berilah peringatan karena sesungguhnya engkau (Nabi Muhammad) hanyalah pemberi peringatan.
لَّسْتَ عَلَيْهِمْ بِمُصَيْطِرٍۙ ٢٢
lasta 'alaihim bimushaithir
Engkau bukanlah orang yang berkuasa atas mereka.
اِلَّا مَنْ تَوَلّٰى وَكَفَرَۙ ٢٣
illâ man tawallâ wa kafar
Akan tetapi, orang yang berpaling dan kufur,
فَيُعَذِّبُهُ اللّٰهُ الْعَذَابَ الْاَكْبَرَۗ ٢٤
fa yu'adzdzibuhullâhul-'adzâbal-akbar
Allah akan mengazabnya dengan azab yang paling besar.
اِنَّ اِلَيْنَآ اِيَابَهُمْ ٢٥
inna ilainâ iyâbahum
Sesungguhnya kepada Kamilah mereka kembali.
ثُمَّ اِنَّ عَلَيْنَا حِسَابَهُمْࣖ ٢٦
tsumma inna 'alainâ ḫisâbahum
Kemudian, sesungguhnya Kamilah yang berhak melakukan hisab (perhitungan) atas mereka.
Bacaan Surat Al-Qamar
اِقْتَرَبَتِ السَّاعَةُ وَانْشَقَّ الْقَمَرُ ١
iqtarabatis-sâ'atu wansyaqqal-qamar
Hari Kiamat makin dekat dan bulan terbelah.
وَاِنْ يَّرَوْا اٰيَةً يُّعْرِضُوْا وَيَقُوْلُوْا سِحْرٌ مُّسْتَمِرٌّ ٢
wa iy yarau âyatay yu'ridlû wa yaqûlû siḫrum mustamirr
Jika mereka (kaum musyrik Makkah) melihat suatu tanda (mukjizat), mereka berpaling dan berkata, "(Ini adalah) sihir yang terus-menerus."
وَكَذَّبُوْا وَاتَّبَعُوْٓا اَهْوَاۤءَهُمْ وَكُلُّ اَمْرٍ مُّسْتَقِرٌّ ٣
wa kadzdzabû wattaba'û ahwâ'ahum wa kullu amrim mustaqirr
Mereka mendustakan (Nabi Muhammad) dan mengikuti keinginan mereka, padahal setiap urusan telah ada ketetapannya.
وَلَقَدْ جَاۤءَهُمْ مِّنَ الْاَنْبَاۤءِ مَا فِيْهِ مُزْدَجَرٌۙ ٤
wa laqad jâ'ahum minal-ambâ'i mâ fîhi muzdajar
Sungguh, benar-benar telah datang kepada mereka beberapa berita yang di dalamnya terdapat ancaman (terhadap orang-orang kafir).
حِكْمَةٌ ۢ بَالِغَةٌ فَمَا تُغْنِ النُّذُرُۙ ٥
ḫikmatum bâlighatun fa mâ tughnin-nudzur
(Berita-berita itu adalah) hikmah yang sempurna, tetapi peringatan-peringatan itu tidak berguna (bagi mereka).
فَتَوَلَّ عَنْهُمْۘ يَوْمَ يَدْعُ الدَّاعِ اِلٰى شَيْءٍ نُّكُرٍۙ ٦
fa tawalla 'an-hum, yauma yad'ud-dâ'i ilâ syai'in nukur
Maka, berpalinglah (Nabi Muhammad) dari mereka. Pada hari (ketika) penyeru (malaikat) mengajak (mereka) pada sesuatu yang tidak menyenangkan (hari Pembalasan),
خُشَّعًا اَبْصَارُهُمْ يَخْرُجُوْنَ مِنَ الْاَجْدَاثِ كَاَنَّهُمْ جَرَادٌ مُّنْتَشِرٌۙ ٧
khusysya'an abshâruhum yakhrujûna minal-ajdâtsi ka'annahum jarâdum muntasyir
pandangan mereka tertunduk. Mereka keluar (berhamburan) dari kubur seperti belalang yang beterbangan.
مُّهْطِعِيْنَ اِلَى الدَّاعِۗ يَقُوْلُ الْكٰفِرُوْنَ هٰذَا يَوْمٌ عَسِرٌ ٨
muhthi'îna ilad-dâ', yaqûlul-kâfirûna hâdzâ yaumun 'asir
Mereka bersegera datang kepada penyeru itu. Orang-orang kafir berkata, "Ini adalah hari yang sulit."
۞ كَذَّبَتْ قَبْلَهُمْ قَوْمُ نُوْحٍ فَكَذَّبُوْا عَبْدَنَا وَقَالُوْا مَجْنُوْنٌ وَّازْدُجِرَ ٩
kadzdzabat qablahum qaumu nûḫin fa kadzdzabû 'abdanâ wa qâlû majnûnuw wazdujir
Sebelum mereka, kaum Nuh juga telah mendustakan (rasul). Mereka mendustakan hamba Kami (Nuh) dan mengatakan, "(Dia) orang gila!" Dia pun dibentak (dengan cacian dan lainnya).
فَدَعَا رَبَّهٗٓ اَنِّيْ مَغْلُوْبٌ فَانْتَصِرْ ١٠
fa da'â rabbahû annî maghlûbun fantashir
Dia (Nuh) lalu mengadu kepada Tuhannya, "Sesungguhnya aku telah dikalahkan, maka tolonglah (aku)."
فَفَتَحْنَآ اَبْوَابَ السَّمَاۤءِ بِمَاۤءٍ مُّنْهَمِرٍۖ ١١
fa fataḫnâ abwâbas-samâ'i bimâ'im mun-hamir
Lalu, Kami membukakan pintu-pintu langit dengan (menurunkan) air yang tercurah.
وَّفَجَّرْنَا الْاَرْضَ عُيُوْنًا فَالْتَقَى الْمَاۤءُ عَلٰٓى اَمْرٍ قَدْ قُدِرَۚ ١٢
wa fajjarnal-ardla 'uyûnan faltaqal-mâ'u 'alâ amring qad qudir
Kami pun menjadikan bumi menyemburkan banyak mata air. Maka, berkumpullah semua air itu sehingga (meluap dan menimbulkan) bencana yang telah ditetapkan.
وَحَمَلْنٰهُ عَلٰى ذَاتِ اَلْوَاحٍ وَّدُسُرٍۙ ١٣
wa ḫamalnâhu 'alâ dzâti alwâḫiw wa dusur
Kami mengangkut dia (Nuh) ke atas (kapal) yang terbuat dari papan dan pasak
تَجْرِيْ بِاَعْيُنِنَاۚ جَزَاۤءً لِّمَنْ كَانَ كُفِرَ ١٤
tajrî bi'a'yuninâ, jazâ'al limang kâna kufir
yang berlayar dengan pengawasan Kami sebagai balasan (kebaikan) bagi orang yang telah diingkari (kaumnya).
وَلَقَدْ تَّرَكْنٰهَآ اٰيَةً فَهَلْ مِنْ مُّدَّكِرٍ ١٥
wa laqat taraknâhâ âyatan fa hal mim muddakir
Sungguh, Kami benar-benar telah menjadikan (kapal) itu sebagai tanda (pelajaran). Maka, adakah orang yang mau mengambil pelajaran?
فَكَيْفَ كَانَ عَذَابِيْ وَنُذُرِ ١٦
fa kaifa kâna 'adzâbî wa nudzur
Betapa dahsyatnya azab dan peringatan-Ku!
وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْاٰنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُّدَّكِرٍ ١٧
wa laqad yassarnal-qur'âna lidz-dzikri fa hal mim muddakir
Sungguh, Kami benar-benar telah memudahkan Al-Qur'an sebagai pelajaran. Maka, adakah orang yang mau mengambil pelajaran?
كَذَّبَتْ عَادٌ فَكَيْفَ كَانَ عَذَابِيْ وَنُذُرِ ١٨
kadzdzabat 'âdun fa kaifa kâna 'adzâbî wa nudzur
(Kaum) 'Ad pun telah mendustakan (rasul mereka). Maka, betapa dahsyatnya azab dan peringatan-Ku!
اِنَّآ اَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ رِيْحًا صَرْصَرًا فِيْ يَوْمِ نَحْسٍ مُّسْتَمِرٍّۙ ١٩
innâ arsalnâ 'alaihim rîḫan sharsharan fî yaumi naḫsim mustamirr
Sesungguhnya Kami telah mengembuskan angin yang sangat kencang kepada mereka pada hari nahas yang terus-menerus,
تَنْزِعُ النَّاسَۙ كَاَنَّهُمْ اَعْجَازُ نَخْلٍ مُّنْقَعِرٍ ٢٠
tanzi'un-nâsa ka'annahum a'jâzu nakhlim mungqa'ir
yang membuat manusia bergelimpangan, seakan-akan mereka itu pohon-pohon kurma yang tumbang dengan akar-akarnya.
فَكَيْفَ كَانَ عَذَابِيْ وَنُذُرِ ٢١
fa kaifa kâna 'adzâbî wa nudzur
Maka, betapa dahsyatnya azab dan peringatan-Ku!
وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْاٰنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُّدَّكِرٍࣖ ٢٢
wa laqad yassarnal-qur'âna lidz-dzikri fa hal mim muddakir
Sungguh, Kami benar-benar telah memudahkan Al-Qur'an sebagai pelajaran. Maka, adakah orang yang mau mengambil pelajaran?
كَذَّبَتْ ثَمُوْدُ بِالنُّذُرِ ٢٣
kadzdzabats tsamûdu bin-nudzur
(Kaum) Samud pun telah mendustakan peringatan-peringatan.
فَقَالُوْٓا اَبَشَرًا مِّنَّا وَاحِدًا نَّتَّبِعُهٗٓۙ اِنَّآ اِذًا لَّفِيْ ضَلٰلٍ وَّسُعُرٍ ٢٤
fa qâlû abasyaram minnâ wâḫidan nattabi'uhû innâ idzal lafî dlalâliw wa su'ur
Mereka berkata, "Bagaimana kita akan mengikuti seorang manusia (biasa) di antara kita? Sesungguhnya kalau begitu kita benar-benar telah sesat dan gila.
ءَاُلْقِيَ الذِّكْرُ عَلَيْهِ مِنْۢ بَيْنِنَا بَلْ هُوَ كَذَّابٌ اَشِرٌ ٢٥
a ulqiyadz-dzikru 'alaihi mim baininâ bal huwa kadzdzâbun asyir
Apakah wahyu itu diturunkan kepadanya di antara kita? Pastilah dia (Saleh) seorang yang sangat pendusta lagi sombong."
سَيَعْلَمُوْنَ غَدًا مَّنِ الْكَذَّابُ الْاَشِرُ ٢٦
saya'lamûna ghadam manil-kadzdzâbul-asyir
Kelak mereka akan mengetahui siapa yang sebenarnya sangat pendusta lagi sombong itu.
اِنَّا مُرْسِلُوا النَّاقَةِ فِتْنَةً لَّهُمْ فَارْتَقِبْهُمْ وَاصْطَبِرْۖ ٢٧
innâ mursilun-nâqati fitnatal lahum fartaqib-hum washthabir
Sesungguhnya Kami akan mengirimkan unta betina sebagai ujian bagi mereka, maka tunggulah mereka dan bersabarlah (wahai Saleh).
وَنَبِّئْهُمْ اَنَّ الْمَاۤءَ قِسْمَةٌ ۢ بَيْنَهُمْۚ كُلُّ شِرْبٍ مُّحْتَضَرٌ ٢٨
wa nabbi'hum annal-mâ'a qismatum bainahum, kullu syirbim muḫtadlar
Beri tahulah mereka bahwa air itu dibagi di antara mereka (dengan unta betina itu). Setiap pihak berhak mendapat giliran minum.
فَنَادَوْا صَاحِبَهُمْ فَتَعَاطٰى فَعَقَرَ ٢٩
fa nâdau shâḫibahum fa ta'âthâ fa 'aqar
Mereka memanggil kawannya, lalu dia menangkap (unta itu) dan menyembelihnya.
فَكَيْفَ كَانَ عَذَابِيْ وَنُذُرِ ٣٠
fa kaifa kâna 'adzâbî wa nudzur
Betapa dahsyatnya azab dan peringatan-Ku!
اِنَّآ اَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ صَيْحَةً وَّاحِدَةً فَكَانُوْا كَهَشِيْمِ الْمُحْتَظِرِ ٣١
innâ arsalnâ 'alaihim shaiḫataw wâḫidatan fa kânû kahasyîmil-muḫtadhir
Kami mengirimkan atas mereka suara menggelegar satu kali. Maka, jadilah mereka seperti batang-batang kering yang lapuk milik pembuat kandang ternak.
وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْاٰنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُّدَّكِرٍ ٣٢
wa laqad yassarnal-qur'âna lidz-dzikri fa hal mim muddakir
Sungguh, Kami benar-benar telah memudahkan Al-Qur'an sebagai pelajaran. Adakah orang yang mau mengambil pelajaran?
كَذَّبَتْ قَوْمُ لُوْطٍ ۢ بِالنُّذُرِ ٣٣
kadzdzabat qaumu lûthim bin-nudzur
Kaum Lut pun telah mendustakan peringatan-peringatan.
اِنَّآ اَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ حَاصِبًا اِلَّآ اٰلَ لُوْطٍۗ نَجَّيْنٰهُمْ بِسَحَرٍۙ ٣٤
innâ arsalnâ 'alaihim ḫâshiban illâ âla lûth, najjainâhum bisaḫar
Sesungguhnya Kami menimpakan atas mereka badai batu, kecuali pengikut Lut. Kami menyelamatkan mereka sebelum fajar menyingsing
نِّعْمَةً مِّنْ عِنْدِنَاۗ كَذٰلِكَ نَجْزِيْ مَنْ شَكَرَ ٣٥
ni'matam min 'indinâ, kadzâlika najzî man syakar
sebagai nikmat dari Kami. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.
وَلَقَدْ اَنْذَرَهُمْ بَطْشَتَنَا فَتَمَارَوْا بِالنُّذُرِ ٣٦
wa laqad andzarahum bathsyatanâ fa tamârau bin-nudzur
Sungguh, dia (Lut) benar-benar telah memperingatkan mereka akan hukuman Kami, tetapi mereka membantah peringatan itu.
وَلَقَدْ رَاوَدُوْهُ عَنْ ضَيْفِهٖ فَطَمَسْنَآ اَعْيُنَهُمْ فَذُوْقُوْا عَذَابِيْ وَنُذُرِ ٣٧
wa laqad râwadûhu 'an dlaifihî fa thamasnâ a'yunahum fa dzûqû 'adzâbî wa nudzur
Sungguh, mereka benar-benar telah membujuknya berkali-kali (agar menyerahkan) tamunya (kepada mereka). Lalu, Kami butakan mata mereka. Maka, rasakanlah azab-Ku dan peringatan-peringatan-Ku!
وَلَقَدْ صَبَّحَهُمْ بُكْرَةً عَذَابٌ مُّسْتَقِرٌّۚ ٣٨
wa laqad shabbaḫahum bukratan 'adzâbum mustaqirr
Sungguh, pada esok harinya mereka benar-benar ditimpa azab yang terus-menerus.
فَذُوْقُوْا عَذَابِيْ وَنُذُرِ ٣٩
fa dzûqû 'adzâbî wa nudzur
Maka, rasakanlah azab-Ku dan peringatan-peringatan-Ku!
وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْاٰنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُّدَّكِرٍࣖ ٤٠
wa laqad yassarnal-qur'âna lidz-dzikri fa hal mim muddakir
Sungguh, Kami benar-benar telah memudahkan Al-Qur'an sebagai pelajaran. Maka, adakah orang yang mau mengambil pelajaran?
وَلَقَدْ جَاۤءَ اٰلَ فِرْعَوْنَ النُّذُرُۚ ٤١
wa laqad jâ'a âla fir'aunan-nudzur
Sungguh, berbagai peringatan benar-benar telah datang kepada pengikut Fir'aun.
كَذَّبُوْا بِاٰيٰتِنَا كُلِّهَا فَاَخَذْنٰهُمْ اَخْذَ عَزِيْزٍ مُّقْتَدِرٍ ٤٢
kadzdzabû bi'âyâtinâ kullihâ fa'akhadznâhum akhdza 'azîzim muqtadir
Mereka mendustakan semua tanda-tanda (kebesaran) Kami. Maka, Kami mengazab mereka dengan azab (Tuhan) Yang Mahaperkasa lagi Mahakuasa.
اَكُفَّارُكُمْ خَيْرٌ مِّنْ اُولٰۤىِٕكُمْ اَمْ لَكُمْ بَرَاۤءَةٌ فِى الزُّبُرِۚ ٤٣
a kuffârukum khairum min ulâ'ikum am lakum barâ'atun fiz-zubur
Apakah orang-orang kafir di lingkunganmu (kaum Quraisy) lebih baik daripada mereka (kaum terdahulu) ataukah kamu telah mempunyai (jaminan) kebebasan (dari azab) dalam kitab-kitab terdahulu?
اَمْ يَقُوْلُوْنَ نَحْنُ جَمِيْعٌ مُّنْتَصِرٌ ٤٤
am yaqûlûna naḫnu jamî'um muntashir
Bahkan, apakah mereka mengatakan, "Kami adalah golongan yang pasti menang."
سَيُهْزَمُ الْجَمْعُ وَيُوَلُّوْنَ الدُّبُرَ ٤٥
sayuhzamul-jam'u wa yuwallûnad-dubur
Golongan itu pasti akan dikalahkan dan mereka berbalik ke belakang (mundur).
بَلِ السَّاعَةُ مَوْعِدُهُمْ وَالسَّاعَةُ اَدْهٰى وَاَمَرُّ ٤٦
balis-sâ'atu mau'iduhum was-sâ'atu ad-hâ wa amarr
Bahkan hari Kiamat itulah hari yang dijanjikan kepada mereka. Hari Kiamat itu lebih dahsyat dan lebih pahit.
اِنَّ الْمُجْرِمِيْنَ فِيْ ضَلٰلٍ وَّسُعُرٍۘ ٤٧
innal-mujrimîna fî dlalâliw wa su'ur
Sesungguhnya para pendurhaka berada dalam kesesatan dan akan berada dalam (neraka) Sa'ir (yang menyala-nyala).
يَوْمَ يُسْحَبُوْنَ فِى النَّارِ عَلٰى وُجُوْهِهِمْۗ ذُوْقُوْا مَسَّ سَقَرَ ٤٨
yauma yus-ḫabûna fin-nâri 'alâ wujûhihim, dzûqû massa saqar
Pada hari (ketika) mereka diseret ke neraka dengan wajah (tertelungkup), (dikatakan kepada mereka,) "Rasakanlah sentuhan (api neraka) Saqar."
اِنَّا كُلَّ شَيْءٍ خَلَقْنٰهُ بِقَدَرٍ ٤٩
innâ kulla syai'in khalaqnâhu biqadar
Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu sesuai dengan ukuran.
وَمَآ اَمْرُنَآ اِلَّا وَاحِدَةٌ كَلَمْحٍ ۢ بِالْبَصَرِ ٥٠
wa mâ amrunâ illâ wâḫidatung kalam-ḫim bil-bashar
Perintah Kami (ketika menghendaki sesuatu) hanyalah (dengan perkataan) sekali saja seperti kejapan mata.
وَلَقَدْ اَهْلَكْنَآ اَشْيَاعَكُمْ فَهَلْ مِنْ مُّدَّكِرٍ ٥١
wa laqad ahlaknâ asy-yâ'akum fa hal mim muddakir
Sungguh, Kami benar-benar telah membinasakan orang yang (kekafirannya) serupa dengan kamu. Maka, adakah orang yang mau mengambil pelajaran?
وَكُلُّ شَيْءٍ فَعَلُوْهُ فِى الزُّبُرِ ٥٢
wa kullu syai'in fa'alûhu fiz-zubur
Segala sesuatu yang telah mereka perbuat (tertulis) dalam buku-buku catatan (amal).
وَكُلُّ صَغِيْرٍ وَّكَبِيْرٍ مُّسْتَطَرٌ ٥٣
wa kullu shaghîriw wa kabîrim mustathar
Segala (amalan) yang kecil atau yang besar (semuanya) tertulis (di Lauh Mahfuz).
اِنَّ الْمُتَّقِيْنَ فِيْ جَنّٰتٍ وَّنَهَرٍۙ ٥٤
innal-muttaqîna fî jannâtiw wa nahar
Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada di taman-taman dan sungai
فِيْ مَقْعَدِ صِدْقٍ عِنْدَ مَلِيْكٍ مُّقْتَدِرٍࣖ ٥٥
fî maq'adi shidqin 'inda malîkim muqtadir
di tempat yang disenangi di sisi Tuhan Yang Mahakuasa.
Nah, itulah beberapa surat yang sunnah dibaca saat sholat Idul Fitri, lengkap dengan Arab hingga artinya. Semoga membantu, detikers!
Artikel ini ditulis oleh Khofifah Azzahro peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di BeritaKlik
(num/apl)

Komentar Terbanyak
Pak Dukuh Tanam Padi di Pekarangan Pakai 840 Galon Bekas, Segini Hasil Panennya
Apakah Gigitan Orong-orong Berbahaya? Cari Tahu Bekas dan Cara Mengobatinya
14 Orang Jadi Tersangka Baru Kasus Penyiksaan Anak Daycare Little Aresha Jogja