Ahmad Tri Efendi (10) bocah asal Jeruken, Girisekar, Panggang, Gunungkidul yang putus sekolah karena merawat ibunya yang sakit akhirnya kembali bersekolah. Bocah yang kerap disapa Fendi ini mulai masuk sekolah lagi hari ini.
"Tadi Fendi sudah masuk sekolah lagi," kata Ketua RT 06 Jeruken, Wahono saat dihubungi detikJogja, Senin (30/3/2026).
Wahono mengatakan kemauan Fendi untuk bersekolah lagi hari ini karena bujukan dari semua pihak khususnya keluarga Fendi. Selain itu, pihak sekolah juga memfasilitasi penuh kebutuhan sekolah Fendi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu bujukan dari semua pihak, ya dari keluarga juga membujuk dan dari sekolah juga, dari sekolah juga memberikan seragam sepenuhnya kepada Fendi," ujarnya.
Selain bujukan keluarga dan pihak sekolah, Wahono juga menyebut jika ajakan teman dekat juga mempengaruhi kemauan Fendi untuk bersekolah lagi.
"Lalu dari teman-temannya, teman yang paling dekat ada yang mengajak. Serta dari lingkungan mendorong agar Fendi mau bersekolah kembali agar besok ke depannya lebih baik," ucapnya.
Diberitakan sebelumnya, Kantor Kemenag Kabupaten Gunungkidul membebaskan biaya maupun tarikan selama Fendi bersekolah.
Kepala Kantor Kemenag Gunungkidul, Mukotip mengatakan, Fendi sebelumnya bersekolah di salah satu Madrasah Ibtidaiyah di Girisekar. Sehingga, Mukotip menilai sudah menjadi tanggungjawabnya agar Fendi mau bersekolah kembali.
"Kebetulan Fendi itu anak kami karena bersekolah di Madrasah Ibtidaiyah. Mereka memang dari berbagai sudut memang harus ditolong. Bukan semata-mata Fendi itu anak yang tidak mau sekolah, tapi efek dari kondisi ekonomi keluarga," katanya kepada wartawan di Wonosari, Gunungkidul, Selasa (17/3).
Mukotip menjelaskan kondisi perekonomian keluarga Fendi kurang baik karena sang ayah mengalami stroke. Sedangkan ibu dari Fendi mengalami kebutaan akibat sakit saraf.
"Mungkin sensitivitas anak kepada orang ruanya dan orang tuanya tidak bisa apa-apa itu yang menjadikan mereka tidak sekolah," ujarnya.
Oleh sebab itu, Mukotip memastikan bahwa Fendi akan kembali bersekolah. Terlebih, Mukotip akan membebaskan biaya dan tarikan selama Fendi bersekolah.
"Pertama saya minta untuk Fendi itu masuk dan alhamdulillah memastikan akan masuk. Karena apa? Saya yakin karena kami menginginkan anak kami, akan saya edukasi dan saya bebaskan dari segala tarikan, dan saya minta kepala madrasah untuk membebaskan segalanya," ucapnya.
Diketahui, sudah tiga tahun ini Fendi putus sekolah. Dia terakhir merasakan bangku sekolah saat duduk di kelas 1 SD.
Fendi mulai tak sekolah sejak ibunya mengalami kelumpuhan dan tak bisa merawat dirinya sendiri. Kondisi ayahnya juga tak jauh berbeda. Fendi akhirnya berhenti sekolah dan merawat ibunya.
"Karena ibunya sakit, terus Fendi berhenti sekolah. Penyebabnya (putus sekolah) karena tidak ada support dari orang tua, karena kedua orang tuanya sakit. Dan apa-apa kan Fendi tergantung ibunya juga," kata Ketua RT 06 Jeruken, Wahono,.
"Jadi karena tidak ada respons untuk pendidikan, sekolah, dorongan dari orang tua berkurang, membuat Fendi inginnya di rumah menunggu ibunya yang sakit," lanjut Wahono.
(par/ahr)

Komentar Terbanyak
Apakah Gigitan Orong-orong Berbahaya? Cari Tahu Bekas dan Cara Mengobatinya
14 Orang Jadi Tersangka Baru Kasus Penyiksaan Anak Daycare Little Aresha Jogja
MBG Libur, Harga Ayam Hidup di Gunungkidul Anjlok Jadi Rp 17 Ribu/Kg