Keluarga Prajurit TNI Gugur di Lebanon Dapat Santunan Rp 1,8 Miliar

Nasional

Keluarga Prajurit TNI Gugur di Lebanon Dapat Santunan Rp 1,8 Miliar

Jabbar Ramdhani - detikJogja
Rabu, 01 Apr 2026 19:17 WIB
Tiga prajurit TNI gugur dalam misi Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL). Pangkat ketiga prajurit dinaikkan dan keluarganya diberikan santunan. (dok TNI AD)
Foto: Tiga prajurit TNI gugur dalam misi Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL). Pangkat ketiga prajurit dinaikkan dan keluarganya diberikan santunan. (dok TNI AD)
Jogja -

Keluarga tiga prajurit TNI gugur dalam misi Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) akan mendapat santunan masing-masing sekitar Rp 1,8 miliar. Ketiga prajurit itu juga akan mendapatkan kenaikan pangkat hingga diberikan medali penghargaan.

Dilansir detikNews, Ketiga prajurit yang gugur adalah Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur Ikhwan, dan Praka Farizal Rhomadhon. Panglima TNI Jenderal Agus Subianto memastikan hak-hak ketiga prajurit dipenuhi.

"Selain santun tunai ketiga prajurit gugur juga mendapatkan Kenaikan Pangkat Luar Biasa Operasi Militer Selain Perang Anumerta (KPLB OMSPA), penghargaan Medal 'Dag Hammarskjold'," kata Agus dalam keterangan dari Puspen TNI, Rabu (1/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Santunan yang merupakan hak ketiga prajurit itu terdiri dari nilai tunai tabungan asuransi, santunan risiko kematian khusus, beasiswa untuk 2 anak, santunan kematian dari PBB, dana watzah, TWP AD, personal accident, santunan gugur dari perbankan.

ADVERTISEMENT

Santunan tunai yang akan diterima ketiga keluarga prajurit:

- Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar sebesar Rp 1.894.688.236
- Sertu Muhammad Nur Ikhwan sebesar Rp 1.846.309.049
- Praka Farizal Rhomadhon sebesar Rp 1.854.075.205

Pihak keluarga ketiga prajurit tersebut juga akan diberi gaji terusan selama 12 bulan (terdiri dari gaji pokok, uang lauk pauk (ULP), dan tunjangan jabatan), serta pensiun janda setelah gaji terusan selesai dibayarkan.

Diberitakan sebelumnya, Kontingen Pasukan Perdamaian yang bernama Praka Farizal Rhomadhon tewas pada Minggu (29/3) usai proyektil meledak di dekat salah satu posisi kelompok tersebut di dekat Desa Adchit al-Qusayr di Lebanon selatan.

Pada Senin (30/03), PBB mengkonfirmasi lagi dua prajurit TNI meninggal setelah sebuah ledakan menghantam konvoi logistik UNIFIL. Sementara dua lainnya terluka. Insiden itu terjadi di dekat Bani Hayyan di Lebanon selatan.

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan dukacita mendalam atas gugurnya tiga prajurit TNI saat menjalankan tugas dalam misi perdamaian di Lebanon. Prabowo menyatakan belasungkawa kepada keluarga para prajurit serta memberikan penghormatan atas pengabdian dan pengorbanan dalam menjalankan tugas negara.




(dil/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads