Tinjau Stasiun Tugu, GKR Mangkubumi Ingin Akses Kereta Sampai Bantul

Tinjau Stasiun Tugu, GKR Mangkubumi Ingin Akses Kereta Sampai Bantul

Adji G Rinepta - detikJogja
Rabu, 08 Apr 2026 18:27 WIB
Penghageng Datu Dana Suyasa GKR Mangkubumi usai pertemuan di Balai Kota Jogja, Rabu (14/5/2025) siang
Penghageng Datu Dana Suyasa GKR Mangkubumi usai pertemuan di Balai Kota Jogja, Rabu (14/5/2025) siang. Foto: Adji Ganda Rinepta/detikJogja.
Jogja -

Penghageng Kawedanan Hageng Punakawan (KHP) Datu Dana Suyasa, GKR Mangkubumi, mendampingi Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Dominic Jermey meninjau Stasiun Yogyakarta atau stasiun Tugu Jogja, hari ini. Usai tinjauannya, GKR Mangkubumi menyinggung akses kereta api hingga Bantul.

Putri sulung Raja Keraton Sri Sultan Hamengku Buwono X itu menyampaikan perbincangan antara Dubes Jermey, Pemda DIY, serta KAI dalam tinjuan itu, terfokus pada penataan kawasan utamanya untuk transportasi.

"Kemudian juga studi bersama tentang kawasan-kawasan heritage lah agar kawasan heritage itu tidak rusak, tidak hilang, nah kita juga menjaga tidak hanya dari transportasi tapi juga lingkungannya, budaya, seperti itu," papar Gusti Mangkubumi di Stasiun Tugu, Rabu (8/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kawasan heritage dalam hal ini stasiun Tugu Jogja, kata Gusti Mangkubumi, menjadi concern dari Dubes Inggris lantaran aktivitasnya yang cukup sibuk. Untuk itu diharapkan penataan dan pengembangan yang bisa mengakomodir banyaknya penumpang.

"Baru ngobrol-ngobrol awal, karena mereka sangat concern dengan perkembangan kereta api. Karena di Jogja itu nomor 3 (stasiun terpadat). Nah kita ingin sama-sama lah, karena passanger-nya banyak sekali, tapi stasiun masih cukup kecil, masih penuh padat," paparnya.

Untuk memfasilitasi perkembangan layanan kereta api, Gusti Mangkubumi pun menegaskan pihak Keraton Jogja bersedia memfasilitasi dengan mengizinkan penggunaan Tanah Kasultanan jika diperlukan.

Bahkan Gusti Mangkubumi berharap layanan kereta api bisa mengakomodir penumpang hingga wilayah Bantul.

"Oiya pasti (memfasilitasi pemanfaatan tanah kasultanan untuk layanan kereta api)," terang Gusti Mangkubumi.

"Jadi bagaimana kita sama-sama lah untuk pengembangan stasiun dan kereta apinya sendiri bisa bermanfaat untuk masyarakat. Kalau bisa ya keretanya bisa sampai Bantul sana lah," sambungnya.

Sementara Sekda DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, menambahkan terkait layanan kereta hingga Bantul bisa saja direalisasi, namun tidak dengan mengaktivasi kembali rel lama.

"Mungkin dengan catatan bukan reaktivasi rel ya. Jadi karena kan sudah tidak memungkinkan untuk (di-reaktivasi)," terang Made.

Made bilang, pelebaran jalur kereta sudah sejak lama digaungkan. Tak hanya ke Bantul atau selatan, namun juga barat, timur, dan utara. Namun dari kajian yang sudah dilakukan dan dialog bersama ahli, tidak memungkinkan untuk mereaktivasi rel lama.

"Hanya saja kita sudah ada kajian saya lupa tahun berapa, dari Dirjen Perkeretaapian memungkinkan tidak untuk reaktivasi, ternyata tidak memungkinkan. Karena rel-rel yang dulu itu sudah ketutupan bangunan-bangunan," ujarnya.

"Kalau memang itu akan difasilitasi dengan kereta, moda kereta, adalah moda kereta yang di aspal. Jadi pakai sinyal, tapi dia itu yang memungkinkan karena kita tidak harus membangun rel baru untuk itu atau mengaktifkan rel lama," pungkas Made.




(apl/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads