Orang tua korban dugaan penganiayaan terhadap anak-anak di penitipan anak (daycare) Little Aresha menceritakan dalih yang diberikan pihak daycare sehingga membuat orang tua tergiur menitipkan anaknya.
Salah satu orang tua korban, Noorman Windarto mengatakan alasannya menitipkan kedua anaknya di Little Aresha lantaran tergiur branding yang dibangun daycare yang berlokasi di Umbulharjo kota Jogja tersebut.
"Sebenarnya pertimbangan memilih daycare itu branding-nya bagus, saya akui branding-nya bagus. Kemudian ketua yayasannya itu body language-nya terhadap anak itu sangat luar biasa, jadi saya sangat percaya," terang Noorman saat ditemui di rumah dinas Wali Kota Jogja, Minggu (26/4/2025).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Body language ibunya itu bagus, ketika kita datang tuh langsung menyambut beliau, owner-nya sendiri langsung ketika anak sedih bisa ditenangkan atau apa. Komunikasi juga bagus sekali, saya akui itu bagus sekali, dan pasti menenangkan orang tua ketika menanyakan sesuatu pasti kita dibikin tenang," lanjutnya.
Kedua, kata Noorman, fasilitas yang disediakan daycare cukup menjanjikan. Di antaranya AC, kasur, hingga fasilitas lain seperti pendidikan edukatif dan motorik.
Dalih ketiga yang membuat Noorman dan istrinya mantab memilih Little Aresha yakni adanya fleksibilitas waktu antar-jemput dan harga yang relatif murah.
"Antar jemput lebih ke fleksibel, terus biayanya ya cukup lumayan ya kalau Jogja tuh standar agak menengah ke atas sekitar satu jutaan. Bisa fleksibel (antar-jemput) dan tidak ada biaya tambahan charge gitu," ungkap Noorman.
"Nah itu menjadi branding yang bagus ya dan dicari daycare di Jogja mungkin ya susah kalau terkait yang fleksibel, tipe sistem kerja di kami harus menyesuaikan, kadang nggak on-time waktu pulang kerja, jadi dengan adanya Daycare yang menawarkan fleksibel ini kami tertarik," katanya.
Lebih lanjut Noorman menjelaskan, pihak daycare juga menjual gelar-gelar para petinggi dan pengasuhnya. Namun semua fasilitas yang dijanjikan ternyata hanya isapan jempol belaka.
"itu kan yang menjadi kita percaya tuh, di depan pintu masuk tuh kepengurusan yayasan Indonesia Center. Nah itu lengkap dan semua gelarnya S2 dan di situ ada perawat, ada bidang ini bidang itu semua lengkap yang itu menambah keyakinan kami untuk menitipkan anak di Daycare tersebut," ujarnya.
"Ternyata nggak ada, ternyata nggak ada fasilitas kesehatan itu ternyata nggak ada yang dijanjikan nggak ada," ungkap Noorman.
Noorman mengaku para orang tua hanya diperbolehkan mengantar atau menjemput di depan pagar saja. Ia tidak pernah benar-benar tahu suasana di dalam daycare apalagi aktivitas di dalamnya.
"Ya kami beranggapannya dia itu menerapkan menjaga ya artinya orang dari luar mungkin itu ada anak bayi-bayi dan mereka juga bermasker kan menjaga mungkin menjaga kesehatan bagi dia," terangnya.
Kini, Noorman dan para orang tua korban lainnya hanya berharap para tersangka atau pelaku yang terlibat mendapat hukuman yang setimpal. Menurutnya, para tersangka bisa saja dijerat dengan pasal berlapis.
"Pada pihak yang berwajib untuk dihukum yang seberat-beratnya karena saya kalau sudah melihat yang diikat itu sudah miris, mau nangis apa pasti aduh kayak saya salah lah menitipkan anak itu depan Allah tuh tidak amanah lah," pungkasnya.
(adg/alg)

Komentar Terbanyak
Pak Dukuh Tanam Padi di Pekarangan Pakai 840 Galon Bekas, Segini Hasil Panennya
Apakah Gigitan Orong-orong Berbahaya? Cari Tahu Bekas dan Cara Mengobatinya
14 Orang Jadi Tersangka Baru Kasus Penyiksaan Anak Daycare Little Aresha Jogja