Kondisi bangunan penitipan anak (daycare) Little Aresha Jogja pagi ini dipenuhi coretan tulisan-tulisan makian. Tidak diketahui pasti kapan dan siapa yang melakukan vandalisme ini.
Pantauan detikJogja di lokasi sekitar pukul 09.30 WIB, coretan terlihat di bangunan daycare sisi utara. Sedangkan di bangunan daycare selatan tak terlihat adanya coretan. Garis polisi terlihat masih melintang di pagar-pintu daycare.
Coretan terlihat di hampir seluruh bangunan rumah. Di tembok depan dekat pagar, rolling door, pintu masuk, dan tembok depan pintu masuk.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Coretan tampak dibuat menggunakan cat semprot berwarna hitam. Bau cat masih sangat tercium dari depan pagar. Namun tak terlihat bekas kaleng cat semprot di lokasi, pagar pun terlihat masih tertutup rapat.
Coretan-coretan yang terpampang berisi tulisan-tulisan yang mayoritas berisi makian. Namun ada juga tulisan lain seperti 'Anak Jadi Korban', dan 'Tidak Ada Rasa Kemanusiaan' yang berukuran cukup besar.
Adapun suasana di sekitar lokasi tampak sepi, rumah-rumah di kanan-kiri daycare tampak tertutup rapat tanpa adanya aktivitas warga. Jalan di depan daycare tampak masih banyak lalu lalang kendaraan.
detikJogja mencoba mencari informasi dari warga sekitar perihal coretan ini. Namun tidak ada informasi pasti yang didapatkan terkait siapa yang melakukan dan kapan coretan dibuat.
"Wah ndak tahu saya Mas, tadi subuh itu sepertinya belum ada," ujar warga sekitar yang enggan menyebut namanya saat ditemui detikJogja, Selasa (28/4/2026).
Coretan memenuhi bangunan penitipan anak (daycare) Little Aresha Jogja, Selasa (28/4) pagi. Foto: Adji G Rinepta/detikJogja |
Sebelumnya, polisi menggerebek tempat penitipan anak (daycare) Little Aresha di Umbulharjo, Kota Jogja, terkait dugaan penganiayaan terhadap anak-anak, Jumat (24/4). Saat proses berlangsung, petugas kepolisian melihat secara langsung perlakuan pengasuh terhadap anak.
"Benar pada tanggal 24 kemarin kita telah melakukan penggerebekan di mana itu tempat penitipan anak di mana petugas kita memang melihat langsung bahwa anak tersebut diperlakukan tidak manusiawi," kata Kasat Reskrim Polresta Jogja, Kompol Riski Adrian kepada wartawan, Sabtu (25/4/2026).
"Tapi memang secara kesimpulan memang itu tidak manusiawi. Karena ada juga yang kakinya diikat, tangannya diikat dan sebagainya. Secara umum seperti itu yang bisa saya jelaskan," sambungnya.
Dari hasil pemeriksaan sementara, lanjut Adrian, total puluhan anak menjadi korban. Meski begitu penyidik masih terus melakukan penyelidikan. Kemungkinan, korban masih bisa terus bertambah.
"Kalau untuk yang kita lihat ada tindakan kekerasannya itu sekitar 53 orang. By data ya," ungkap Adrian.
(alg/ahr)

Komentar Terbanyak
Prodi Unggulan Mulai Turun Peminat, Rektor USD Soroti Sistem Penerimaan PTN
Tudingan Malpraktik RSUD Prambanan Buntut Naura Hilang Nyawa Usai CT Scan
Resmi Naik! Ini Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 10 Juni 2026 di Jogja