Insiden kebocoran gas amonia terjadi di pabrik es di Purwomartani, Kalasan, Sleman. Akibatnya warga sekitar pabrik harus mengungsi.
Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (8/5/20260 malam hari. Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman, Bambang kuntoro memaparkan insiden ini terjadi sekitar pukul 23.30 WIB malam. Kebocoran pertama dirasakan oleh karyawan yang sedang bekerja.
"Saya dibel (ditelepon) Pak Dukuh jam 01.30 pas saya ronda. Terus gas amonia atau metana yang untuk es kristal pabrik es di barat jalan itu bocor gasnya. Masyarakat radius 200-300 meter itu matanya pedas dan baunya menyengat," papar Bambang saat dihubungi wartawan, Sabtu (9/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bambang bilang setidaknya para warga dari enam RT di sekitar pabrik terdampak insiden ini. Para warga pun langsung mengungsi ke rumah kerabat.
"Saya minta supaya telepon damkar karena kita tidak tahu cara penanganannya, kalau gas itu kan nggak tahu caranya. Terus rekan-rekan TRC meluncur untuk membagikan masker tadi malam, untuk mengurangi bau," ujarnya
Dari personil Damkar Sleman pun telah melakukan upaya menyemprot bagian luar pabrik untuk mengurai gas. Selain itu, kata Bambang, pihaknya juga berkoordinasi dengan Damkar Kota Jogja untuk langkah penanganan.
"Kemudian dari Pusdalops kami berkoordinasi dengan Damkar Kota Jogja karena di damkar kota infonya punya cara atau alat untuk menangani bocornya itu," ungkapnya.
Lebih lanjut Bambang mengatakan, info terbaru dari teknisi pabrik didampingi Damkar Sleman pagi tadi, telah masuk ke ruang katup menggunakan SCBA (Self-Contained Breathing Apparatus) untuk memastikan untuk katup tertutup semua.
"Jam 05.00 WIB, selatan pabrik masih bau menyengat namun warga sudah beraktivitas biasa. Keterangan dari teknisi pabrik untuk gas akan memuai jika terkena sinar matahari," pungkasnya.
(par/ahr)

Komentar Terbanyak
Apakah Gigitan Orong-orong Berbahaya? Cari Tahu Bekas dan Cara Mengobatinya
14 Orang Jadi Tersangka Baru Kasus Penyiksaan Anak Daycare Little Aresha Jogja
MBG Libur, Harga Ayam Hidup di Gunungkidul Anjlok Jadi Rp 17 Ribu/Kg