Sebelas bayi dievakuasi dari sebuah rumah di Kalurahan Hargobinangun, Pakem, Sleman, pada Jumat (8/5) lalu. Berdasarkan hasil penyelidikan kepolisian, bayi-bayi tersebut merupakan anak dari hubungan di luar nikah.
"Ya, untuk bayi ini mayoritas memang, terus terang, di luar pernikahan," kata Kasat Reskrim Polresta Sleman AKP Mateus Wiwit Kustiyadi kepada wartawam, Senin (11/6/2026).
Ia menjelaskan, polisi melakukan penyelidikan setelah menerima informasi adanya 11 bayi yang dirawat di sebuah rumah. Hasil pendalaman sementara diketahui para bayi tersebut dilahirkan dengan bantuan bidan berinsial ORP di wilayah Bayuraden, Gamping.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bayi itu dilahirkan di bidan di (Bayuraden gamping) itu. Bidan, salah satu bidan di sana," kata Wiwit.
Awalnya hanya ada satu ibu yang menitipkan bayinya karena alasan tertentu. Namun kemudian berkembang hingga total ada 11 bayi yang dititipkan.
"Si ibunya, yang pertama itu menitipkan kepada bidan tersebut untuk mungkin karena kemanusiaan, dan alasan tertentu dari yang menitipkan itu, bisa diterima oleh bidan itu," jelasnya.
Adapun dari hasil pemeriksaan, para orang tua ada yang berstatus mahasiswa dan ada yang sudah bekerja.
"Ada yang bekerja, ada yang masih mahasiswa," ujarnya.
Wiwit menambahkan rumah di Pakem tersebut hanya digunakan sementara selama sekitar satu minggu karena rumah utama di Gamping sedang ada kegiatan keluarga.
Adapun rentang usia bayi yang dievakuasi mulai dari 1 bulan hingga 10 bulan. Tiga bayi yang sempat dirawat di rumah sakit mengalami penyakit jantung bawaan, hernia, dan kuning. Dua di antaranya kini disebut sudah membaik.
(afn/aku)
Komentar Terbanyak
Prodi Unggulan Mulai Turun Peminat, Rektor USD Soroti Sistem Penerimaan PTN
Tudingan Malpraktik RSUD Prambanan Buntut Naura Hilang Nyawa Usai CT Scan
Resmi Naik! Ini Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 10 Juni 2026 di Jogja