Matikan Pelacak, 3 Tanker Lolos dari Selat Hormuz Tanpa Diserang

Internasional

Matikan Pelacak, 3 Tanker Lolos dari Selat Hormuz Tanpa Diserang

Heri Purnomo - detikJogja
Senin, 11 Mei 2026 23:28 WIB
The Parnassos crude oil tanker sits anchored as the traffic is down in the Strait of Hormuz, amid the U.S.-Israeli conflict with Iran, in Muscat, Oman, March 10, 2026. REUTERS/Benoit Tessier
Ilustrasi Selat Hormuz. Foto: REUTERS/Benoit Tessier
Jogja -

Sejumlah kapal tanker dilaporkan berhasil keluar dari Selat Hormuz dengan cara mematikan alat pelacak di kapalnya untuk menghindari serangan Iran. Masing-masing kapal itu membawa sekitar 2 juta barel minyak mentah.

Dilansir detikFinance, laporan ini menunjukkan adanya tren yang meningkat dari eksportir minyak dalam menjaga kelancaran distribusi energi global.

Menurut laporan data pengiriman Kpler dan LSEG, dikutip dari Reuters, (11/5/2026), dua kapal tanker raksasa jenis Very Large Crude Carrier (VLCC), yakni Agios Fanourios I dan Kiara M, melewati Selat Hormuz pada Minggu (10/5).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kedua kapal itu mengangkut sekitar 2 juta barel minyak mentah Irak. Kapal tanker Agios Fanourios I kini sedang menuju Vietnam untuk membongkar muatannya di fasilitas Kilang dan Petrokimia Nghi Son pada tanggal 26 Mei.

Sedangkan kapal tanker Kiara M juga meninggalkan Teluk pada hari Minggu. Tapi belum jelas di mana kapal tanker berbendera San Marino itu akan membongkar minyak mentah Basrah.

Kapal tersebut dikelola oleh sebuah perusahaan yang berbasis di Shanghai dan dimiliki oleh entitas yang terdaftar di Kepulauan Marshall.

Kemudian kapal tanker VLCC Basrah Energy memuat 2 juta barel minyak mentah Upper Zakum dari terminal Zirku milik Abu Dhabi National Oil Co (ADNOC) pada 1 Mei dan keluar dari Selat Hormuz pada 6 Mei.

Kapal berbendera Panama itu disebut membongkar muatannya di Terminal Tanker Minyak Fujairah pada tanggal 8 Mei.

Diketahui, ADNOC dan para pembelinya baru-baru ini telah mengirimkan beberapa kapal tanker bermuatan minyak mentah melalui Selat Hormuz dalam upaya untuk memindahkan minyak yang terperangkap di Teluk akibat konflik di Timur Tengah.




(dil/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads