Rombongan Trump Buang Barang Pemberian China Sebelum Naik Air Force One

Internasional

Rombongan Trump Buang Barang Pemberian China Sebelum Naik Air Force One

Rita Uli Hutapea - detikJogja
Sabtu, 16 Mei 2026 18:40 WIB
US President Donald Trump boards Air Force One at Joint Base Andrews, Maryland, on May 12, 2026 as he departs for a 3-day state visit to China. President Trump said Monday he was ready to discuss US arms sales to Taiwan during his visit this week to Beijing, as he suggested his personal chemistry with counterpart Xi Jinping would prevent a Chinese invasion of the island. Trump will bring along top US executives for a trip expected to focus heavily on the US presidents hopes to ramp up trade. (Photo by Brendan SMIALOWSKI / AFP)
Momen Trump menaiki pesawat kepresidenan AS Air Force One untuk terbang ke China Foto: AFP/BRENDAN SMIALOWSKI
Jogja -

Rombongan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump disebut membuang barang-barang yang dibagikan pejabat China. Mereka membuangnya sebelum menaiki pesawat kepresidenan Air Force One.

Dilansir The Daily Express via detikNews, Sabtu (16/5/2026), disebutkan staf dan delegasi mengambil barang yang dibagikan Beijing kepada rombongan pers, dan membuangnya.

Menurut Emily Goodin, jurnalis dari New York Post, barang-barang itu termasuk "kartu identitas, telepon sekali pakai dari staf Gedung Putih, lencana untuk delegasi."

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Staf Amerika mengambil semua barang yang dibagikan oleh pejabat China - kartu identitas, telepon genggam sekali pakai dari staf Gedung Putih, lencana delegasi - mengumpulkannya sebelum kami naik AF1 (Air Force One) dan membuangnya ke tempat sampah di bawah tangga," tulis Goodin di media sosial X.

"Tidak ada barang dari China yang diizinkan di pesawat. Kami akan segera berangkat ke Amerika," imbuhnya.

Diketahui dalam pertemuan bilateral itu, Presiden China, Xi Jinping, menjamu Trump di kediaman resminya, Zhongnanhai, sebelum Trump kembali ke Washington.

Kedua pemimpin negara adidaya dunia itu berjalan-jalan singkat di halaman yang menampilkan pepohonan kuno dan mawar China. Setelahnya, mereka minum teh dan makan siang diapit para ajudan dan penerjemah utama, dan berbincang hampir tiga jam sebelum Trump menyelesaikan kunjungannya.

"Ini benar-benar beberapa hari yang luar biasa," kata Trump kepada wartawan.

Menurut pejabat-pejabat pemerintah China, Xi memperingatkan Trump selama pembicaraan pribadi bahwa perbedaan mereka mengenai pulau Taiwan yang berdaulat sendiri, jika ditangani dengan buruk, dapat mendorong kekuatan dominan dunia itu menuju "bentrokan dan bahkan konflik."

Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio mengatakan kepada NBC News bahwa kebijakan AS terhadap Taiwan "tidak berubah". Dia memperingatkan bahwa akan menjadi "kesalahan besar" bagi China untuk mencoba merebut Taiwan dengan kekerasan. Ia juga menggambarkan komentar Xi tersebut sebagai praktik standar.




(apu/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads