Kata Netanyahu soal Israel Cegat Kapal Global Sumud Flotilla Ditumpangi WNI

Internasional

Kata Netanyahu soal Israel Cegat Kapal Global Sumud Flotilla Ditumpangi WNI

Novi Christiastuti - detikJogja
Selasa, 19 Mei 2026 12:43 WIB
PM Israel Benjamin Netanyahu
PM Israel Benjamin Netanyahu. Foto: Reuters
Jogja -

Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu memuji aksi militer Angkatan Laut Tel Aviv yang mencegat kapal-kapal armada Global Sumud Flotilla dengan misi membawa bantuan kemanusiaan untuk Gaza. Netanyahu mengklaim pencegatan tersebut menggagalkan 'rencana jahat' untuk menerobos blokade terhadap Gaza.

"Saya meyakini Anda melakukan pekerjaan yang luar biasa... dan pada intinya telah menggagalkan rencana jahat yang dirancang untuk melanggar blokade yang telah kita terapkan terhadap teroris Hamas di Gaza," kata Netanyahu, dilansir AFP, sebagaimana dikutip dari detikNews, Selasa (19/5/2026).

"Anda melaksanakannya dengan sangat sukses... dan tentu saja dengan jauh sedikit gembar-gembor daripada yang diantisipasi musuh-musuh kita... Lanjutkan hingga akhir," kata Netanyahu saat berbicara dengan komandan militer Israel tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Global Sumud Flotilla melaporkan dalam perjalanan misi kemanusiaannya, puluhan kapal dicegat dan diserang oleh pasukan Israel di perairan internasional, dekat Siprus. Kapal itu disebut sedang menjalankan misi terbaru untuk menembus blokade Israel terhadap Jalur Gaza sekaligus membawa bantuan kemanusiaan.

Adapun armada itu terdiri atas lebih dari 50 kapal yang berlayar sejak Kamis (14/5) pekan lalu dari distrik Marmaris di perairan Mediterania di Turki. Tim manajemen krisis armada kemanusiaan itu mengonfirmasi tentara-tentara Israel menyerang dan menaiki beberapa kapal, dengan kontak terputus untuk 23 kapal di antaranya.

Terdapat siaran langsung dari kapal-kapal Global Sumud Flotilla menunjukkan momen pasukan Israel menyerang dan menaiki kapal satu demi satu.

Menurut laporan berita Israel, Walla, Israel telah menahan sekitar 100 aktivis dari misi kemanusiaan tersebut. Lima aktivis di antaranya disebut sebagai warga negara Indonesia (WNI), dengan Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) mengonfirmasi penangkapan para WNI ditangkap oleh Israel.

Dalam pernyataan terpisah, Kementerian Luar Negeri Israel mengecam konvoi kemanusiaan itu. Menurutnya, agenda kemanusiaan itu merupakan bentuk provokasi. Mereka juga berjanji mencegah awak kapal tersebut mencapai Gaza.

Dalam rekaman video yang dirilis oleh Tel Aviv kepada wartawan menunjukkan sekelompok aktivis berpelukan di atas kapal Israel setelah dipindahkan dari kapal-kapal Global Sumud Flotilla.

Media harian lokal Israel, Yedioth Ahronoth, melaporkan sejumlah aktivis itu dipindahkan ke sebuah kapal Angkatan Laut yang digambarkan sebagai "penjara terapung", sebelum mengangkut mereka ke pelabuhan Ashdod di Israel bagian selatan.

Untuk diketahui, kapal-kapal Global Sumud Flotilla itu membawa bantuan kemanusiaan dan bantuan darurat, termasuk susu formula untuk bayi, bagi para penduduk Gaza yang dilanda krisis kemanusiaan akibat serangan Israel sejak Oktober 2023.

Namun juru bicara Kementerian Luar Negeri Israel, Oren Marmostein, membantah adanya bantuan kemanusiaan di kapal-kapal tersebut. "Sejauh ini, belum ditemukan bantuan kemanusiaan di kapal-kapal mereka," tegas Marmorstein dikutip dari detikNews.

Kementerian Luar Negeri Israel juga membantah klaim yang menyebut Gaza menghadapi kekurangan bantuan kemanusiaan.

"Jalur Gaza dibanjiri bantuan. Sejak Oktober saja, lebih dari 1,58 juta ton bantuan kemanusiaan dan ribuan ton pasokan medis telah masuk ke Gaza," katanya.




(par/ams)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads