Sesi Educational Talks dalam Jogja Financial Festival (JFF) 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Bantul, berlangsung meriah. Acara literasi keuangan itu dibuka dengan kuis interaktif seputar kripto hingga pembagian hadiah gadget kepada peserta.
"Pertanyaan saya yang pertama, apakah benar kripto bikin cepat kaya? Satu, dua, tiga. Benar apa enggak?" kata pembawa acara saat membuka sesi diskusi, Jumat (22/5/2026).
Peserta pun kompak menjawab, "Nggak."
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suasana semakin cair saat moderator kembali melempar pertanyaan lain terkait investasi aset kripto.
"Kalau mau beli koin, beli koin itu yang lagi tren saja, benar apa salah?" tanyanya lagi.
Peserta kembali menjawab, "Salah."
Acara lalu dilanjutkan dengan kuis Kahoot berhadiah gadget mulai dari handphone, smartwatch hingga earphone. Puluhan peserta langsung mengeluarkan ponsel untuk mengikuti permainan tersebut.
"Ada gadget, ada AirPods, ada smartwatch, ada voucher belanja, ada banyak deh pokoknya," ujar pembawa acara.
Dalam sesi itu, ada peserta dari LPS dan Asosiasi Blockchain Indonesia bahkan sempat masuk jajaran pemenang kuis. Namun hadiah akhirnya diberikan kepada peserta lain setelah disepakati bersama.
Kemeriahan Educational Talks di Jogja Finance Festival 2026, Jumat (22/5/2026) Foto: Jauh Hari Wawan S/detikJogja |
"Tepuk tangan dulu dong. Berbesar hati juara duanya," kata pembawa acara disambut riuh peserta.
Setelah sesi kuis, diskusi soal perkembangan kripto di Indonesia dengan tema 'New Wealth Era: Market, Algorithm, and Money' dibuka oleh Kepala Departemen Pengaturan dan Perizinan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto OJK, Djoko Kurnijanto.
Selain itu, juga turut menghadirkan Kirana Soehaimi- Executive Director Asosiasi Blockchain Indonesia, Ronald Yusuf Wijaya Ketua Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI)
Djoko mengatakan perkembangan transaksi dan jumlah akun kripto di Indonesia terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
"Kalau kami mengamati sejak ditangani di Bappebti di 2022 hingga saat ini di 2026 bulan pertama, itu jumlah akun sangat meningkat," kata Djoko.
Dia menyebut transaksi aset kripto hingga bulan keempat tahun ini telah mendekati Rp 100 triliun secara kumulatif. Meski begitu, menurutnya nilai transaksi sempat mengalami penurunan akibat kondisi geopolitik global.
"Tapi penurunan ini bukan karena frekuensi yang menurun, tapi karena memang harga sedang menurun pasca terjadinya geopolitik, konflik," ujarnya.
Djoko juga menyinggung fenomena banyak anak muda tertarik berinvestasi kripto karena melihat kisah sukses investor lama. Ia mencontohkan sejarah Bitcoin Pizza Day yang diperingati setiap 22 Mei.
"Di tanggal 22 Mei 2010 itulah pertama kalinya Bitcoin digunakan untuk membeli sesuatu, yaitu pizza," jelasnya.
Namun, Djoko mengingatkan tidak semua investor kripto berakhir sukses. Menurutnya banyak juga investor yang justru merugi karena tidak memahami fundamental aset digital yang dibeli.
"Banyak juga teman-teman Gen Z, milenial sendiri, banyak juga yang bukannya success story yang didapat, tapi ambyar," katanya.
Karena itu, OJK mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan "uang panas" untuk membeli aset kripto dan selalu melakukan riset sebelum berinvestasi.
"Pastikan belinya di pedagang aset keuangan digital yang terdaftar di Indonesia, di OJK," pungkasnya.
(afn/apl)

Komentar Terbanyak
Prodi Unggulan Mulai Turun Peminat, Rektor USD Soroti Sistem Penerimaan PTN
Tudingan Malpraktik RSUD Prambanan Buntut Naura Hilang Nyawa Usai CT Scan
Resmi Naik! Ini Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 10 Juni 2026 di Jogja