Sesi educational class Jogja Financial Festival (JFF) 2026 bertema 'Muda Kaya Raya, Tua Sejahtera' membahas soal pentingnya asuransi untuk masyarakat. Bahkan, dalam sesi tersebut menyebut bahwa asuransi itu murah.
Direktur Keuangan Indonesia Financial Group (IFG), Heru Handayanto mengatakan, bahwa masyarakat seharusnya menanamkan pandangan jika asuransi bukan biaya namun pandangan. Heru menganalogikan, jika mahasiswa yang memiliki laptop pasti melakukan backup data.
"Seperti mahasiswa punya laptop datanya dibackup seperti tugas kuliah dan lain-lain. Nah, itu sebenarnya bagian dari asuransi, karena memastikan tugas itu bisa selesai," katanya saat menjadi pembicara sesi educational class di ruang Yudhistira A, Jogja Expo Center (JEC), Banguntapan, Bantul, Sabtu (23/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sehingga menggunakan asuransi sama saja mengukur risiko dan mempersiapkan apa yang terjadi di masa depan. Di sisi lain, saat ini premi asuransi terbilang murah.
"Mahal? Nggak kok. Jadi kita punya IFG lifeSAVER dan itu hanya Rp 49 ribu per bulan. Lalu manfaatnya? Kalau teman-teman keseleo tidak sampai Rp 50 ribu sudah terjamin pengobatannya. Apalagi pertanggungannya sekitar Rp 100 juta," ujarnya.
Terlebih, banyak jenis asuransi yang bisa masyarakat pilih. Sehingga masyarakat bisa menyesuaikan kemampuan dalam membayar premi asuransi sesuai kebutuhan sehari-hari.
"Jadi kalau dibilang mahal nggak kok, masih terjangkau. Tinggal mau memanfaatkan atau tidak," ucapnya.
Ketua Bidang Kerjasama Antar Lembaga, Regulator, Stakeholders Dalam Negri & Internasional Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia, Handojo G. Kusuma, mengatakan memahami asuransi itu sebenarnya simpel. Misalnya, lanjut Handojo, asuransi syariah yang konsepnya gotong royong.
"Jadi membantu yang lain yang tertimpa musibah dengan cara mengumpulkan uang. Konsepnya asuransi mengumpulkan dana dari yang membeli dan jika pembeli terkena musibah dana yang terkumpul itu digunakan untuk membantu yang terkena musibah," katanya.
Selain itu, Handojo juga menyebut bahwa premi asuransi saat ini memang sangat terjangkau. Namun, masih banyak orang yang menunda membeli asuransi
"Lebih murah lagi ada, setahun Rp 50 ribu dan uang pertanggungannya Rp 25 juta. Jadi ini bukan beban biaya tapi sebenarnya yang kita lakukan di sini melindungi masa depan kita," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Departemen Pengawasan Asuransi Dan Jasa Penunjang Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Sumarjono mengatakan, bahwa penetrasi asuransi di Indonesia masih rendah. Semua itu karena masyarakat terkadang lupa di sekitarnya banyak risiko namun tidak punya proteksi.
"Lalu memang literasi kita rendah, ada pengalaman buruk di masa lalu seperti perusahaan asuransi gagal bayar," ujarnya.
Akan tetapi, generasi muda saat ini lebih melek asuransi ketimbang generasi sebelumnya. Menurutnya semua itu karena media sosial seperti TikTok yang sudah menyediakan konten terkait asuransi.
"Akan tetapi eksekusinya yang belum. Padahal kalau mau sejahtera di akhir kita harus mempersiapkan merencanakan dari sekarang, saat masih produktif. Mari kita berasuransi, karena selagi muda, produktif kita punya uangnya maka proteksi akan ada," ucapnya.
(afn/aku)
Komentar Terbanyak
Prodi Unggulan Mulai Turun Peminat, Rektor USD Soroti Sistem Penerimaan PTN
Tudingan Malpraktik RSUD Prambanan Buntut Naura Hilang Nyawa Usai CT Scan
Resmi Naik! Ini Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 10 Juni 2026 di Jogja