Jogja Run D-City tak hanya dipenuhi pelari biasa. Sejumlah peserta tampil mencuri perhatian dengan kostum unik mulai dari naga, peri, hingga reog yang beratnya mencapai 10 kilogram.
Pantauan detikJateng, tampak banyak peserta rela berlari menggunakan kostum berat demi meraih juara best costume. Salah satunya, Zahro (24), yang rela berlari 5 kilometer dengan kostum naga seberat hingga 10 kilogram.
"Konsepnya naga dengan api, filosofinya kobaran semangat buat pemuda-pemuda yang ikut lari," kata Zahro kepada detikJateng usai lomba, di GIK UGM, Minggu (24/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perempuan asal Solo itu mengaku membutuhkan waktu sekitar satu bulan untuk membuat kostum tersebut dari bahan eva foam yang dicat warna emas dan dipakai di pundaknya selama berlari.
"Ini beratnya sekitar 10 kilogram. Kesulitannya sih karena ini cukup berat dan panas. Kalau lari pakai ini susah, jadi lebih banyak jalan cepat, tapi untung berhasil dapat medali," katanya.
Para pelari menggunakan kostum sambil berlari di ajang Jogja Run D-City di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas UGM, Jogja, Minggu (24/5/2026). Foto: Arina Zulfa Ul Haq/detikJateng |
Ia mengaku baru pertama kali mencoba mengikuti event lari menggunakan kostum berat. Sebelumnya ia hanya mengikuti lari biasa, tetapi sudah sering tampil di acara karnaval.
"Kesehariannya memang ikut event-event kostum juga, jadi mau coba buat lari. Kebetulan ini pertama kali, bikin kostumnya sebulanan, khusus untuk hari ini. Tapi nanti mungkin bisa dipakai untuk karnaval atau event lari lain," ujarnya.
Peserta lainnya asal Kudus, Sherin (30), tampil dengan kostum peri lengkap dengan sayap besar. Sayap berwarna putihnya itu pun bisa dikepakkan dan memunculkan tulisan 'Jogja Run D-City'.
Sherin mengaku hanya membutuhkan empat hari untuk menyiapkan kostum tersebut. Ia juga dibantu sang suami dalam merancang kostum peri yang dipakainya.
"Konsepnya peri. Kostumnya ringan nggak kayak yang lain lebih berat karena rangkanya pakai kayu," kata Sherin.
Sherin sendiri telah menyelesaikan kategori 5K dengan semi lari dan jalan santai selama 52 menit. Ia mengaku berharap acara lari itu bisa digelar kembali.
"Keren sih acaranya, apalagi di Jogja kan adem ya ini rasanya, jadi nanti bisa sekalian liburan," ujarnya.
Tak kalah mencuri perhatian, Fatah (30) dari Solo tampil memakai kostum reog saat mengikuti lomba lari. Ia mengaku mengincar best costume.
"Aku memang mau ngincer best costume," kata Fatah.
Ia mengaku sudah sering memakai kostum tersebut untuk berbagai acara. Namun baru kali ini digunakan dalam event lari.
"Seru sih lari pakai kostum, cuma tadi sempat nyangkut-nyangkut," ujarnya sambil tertawa.
Kehadiran para peserta dengan kostum unik membuat suasana Jogja Run D City semakin meriah. Banyak peserta dari luar negeri yang mengajak berfoto para pelari berkostum di usai mencapai garis finish.
Para pelari menggunakan kostum sambil berlari di ajang Jogja Run D-City di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas UGM, Jogja, Minggu (24/5/2026). Foto: Arina Zulfa Ul Haq/detikJateng |
(alg/ahr)


Komentar Terbanyak
Prodi Unggulan Mulai Turun Peminat, Rektor USD Soroti Sistem Penerimaan PTN
Tudingan Malpraktik RSUD Prambanan Buntut Naura Hilang Nyawa Usai CT Scan
Resmi Naik! Ini Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 10 Juni 2026 di Jogja