Wakil Bupati Bantul, Aris Suharyanta angkat bicara soal pembubaran ibadah di Gereja Misi Sejahtera (GMS), Panggungharjo, Sewon, Bantul. Aris menyatakan Pemkab Bantul siap membantu soal perizinan gereja.
"Pemkab Bantul secara prinsip tidak akan melarang umat beragama yang melaksanakan Ibadah, sesuai agama masing-masing," kata Aris saat dihubungi wartawan, Senin (25/5/2026).
Selain itu, Aris meminta setiap tempat ibadah harus mengantongi izin, khususnya GMS. Bahkan, jika GMS mengalami kesulitan dalam mengurus izinnya, Pemkab Bantul akan memberikan bantuan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi tentu saja pihak GMS harus segera mempunyai izin dan pemerintah akan membantu prosesnya," ujarnya.
Adapun detikJogja mencoba meminta konfirmasi ke pihak gereja terkait pembubaran ibadah oleh sekelompok orang itu. Pengurus GMS Bantul, Joyo Riyadi terkesan irit bicara terkait kejadian tersebut. Joyo mengaku saat ini sedang mengikuti rapat
"Mohon maaf kami sedang rapat. Mohon waktu ya," ucapnya.
Dia menjanjikan pihak gereja akan memberikan keterangan usai rapat kelar.
"Nanti mungkin tim humas kami akan menghubungi ya. Terima kasih banyak," katanya.
Diberitakan sebelumnya, postingan bernarasi adanya pembubaran ibadah di salah satu gereja di Sewon, Bantul oleh salah satu organisasi kemasyarakatan (Ormas) ramai di media sosial (Medsos). Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bantul mengaku tengah mengambil langkah agar situasi tetap kondusif.
"Lagi dan lagi, hari ini saya mendapatkan laporan tentang adanya pembubaran ibadah paksa yang dialami oleh Jemaat Gereia GMS Bantul oleh oknum-oknum Intolerans. bahkan sampai memakai kekerasan. tolong diatensi broku @yudhawk157," kata akun Instagram @davidherson_official seperti dilihat detikJogja hari ini.
"Apa mereka lupa bahwa Negara ini menjamin sesuai dengan Pasal 29:1&2 Undang-undang dasar 1945 bahwa setiap negara berhak untuk beribadah sesuai dengan kepercayaannya masing-masing. Mohon perhatiannva dan tindak secara tegas oknum-oknum intolerans tersebut @kapolri_indonesia @pemkabbantul @kemenag_ri @polresbantuldiy @poldajogja," lanjut akun tersebut.
Plt. Kepala Kesbangpol Bantul, Yulius Suharta membenarkan adanya kejadian tersebut. Yulius menyebut kejadian itu terjadi kemarin, Minggu (24/5/2026).
"Kebangpol tidak hanya pada posisi menunggu laporan, tapi dari informasi kemarin ketika berkembang akan ada penolakan terkait kegiatan GMS, kami sudah mengkoordinasikannya," katanya saat dihubungi wartawan, Senin (25/5/2026).
Bahkan, Yulius menyebut jika Kesbangpol telah mencoba untuk melakukan antisipasi terkait pergerakan tersebut. Akan tetapi, kejadian tersebut akhirnya tetap terjadi.
"Kami sudah mencoba untuk mengantisipasi, tapi memang faktanya kemarin terjadi pergerakan di tempat kegiatan GMS seperti itu," ucapnya.
(ahr/afn)
Komentar Terbanyak
Prodi Unggulan Mulai Turun Peminat, Rektor USD Soroti Sistem Penerimaan PTN
Tudingan Malpraktik RSUD Prambanan Buntut Naura Hilang Nyawa Usai CT Scan
Resmi Naik! Ini Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 10 Juni 2026 di Jogja