Bagas Tewas Sekeluarga Saat Kamping Ternyata Fotografer Keraton Jogja

Bagas Tewas Sekeluarga Saat Kamping Ternyata Fotografer Keraton Jogja

Serly Putri Jumbadi - detikJogja
Kamis, 28 Mei 2026 19:14 WIB
Karangan bunga di rumah sekeluarga tewas saat kamping di Temanggung. Foto diambil Kamis (28/5/2026).
Karangan bunga di rumah sekeluarga tewas saat kamping di Temanggung. Foto diambil Kamis (28/5/2026). Foto: Muhammad Iqbal Al Fardi/detikJateng
Jogja -

Mahasiswa sastra Prancis Universitas Gadjah Mada (UGM), Bagas Amar Hakiki (21), ditemukan meninggal bersama kedua orang tua dan adiknya saat kamping di wilayah Kledung, Temanggung. Bagas ternyata juga bekerja sebagai fotografer lepas di Keraton Jogja.

Hal ini disampaikan Pengajeng Hudyanawara Kawedanan Tandha Yekti Keraton Jogja, Nyi RW. Kartiutami Guritno. Ia menyebut, Bagas sempat magang sebagai fotografer pada 2024 silam, hingga akhirnya menjadi fotografer lepas Keraton Jogja.

"Jadi Bagas ini sebenarnya awalnya salah satu peserta program magang di Kawedanan Tandha Yekti (KTY) tahun 2024. Lalu kemudian dari magang tersebut kami melihat keahlian fotografinya yang mumpuni, sehingga kemudian setelah masa magangnya 1 tahun selesai, Bagas bersama 2 orang teman lainnya menjadi bagian dari tim dokumentasi KTY sebagai fotografer lepas," ujar Kartiutami saat dihubungi wartawan, Kamis (28/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

" (Bagas) Fotografer lepas, tapi masuk dalam tim inti dokumentasi," lanjutnya.

Kartiutami juga mengenang sosok Bagas. Menurutnya, almarhum merupakan pribadi yang menyenangkan dan suka membantu.

"Bagas kami kenang sebagai pribadi yang senang membantu, bisa diandalkan, dan menyenangkan. Kami sangat kehilangan sekali, bukan hanya kehilangan salah satu fotografer terbaik kami, tapi juga kolega, rekan, adik, sahabat baik," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Seorang mahasiswa UGM bernama Bagas Amar Hakiki dikabarkan meninggal dunia di Posong, Temanggung. Dekan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UGM, Prof Setiadi, membenarkan Bagas merupakan mahasiswa Fakultas Sastra Perancis.

Bagas merupakan mahasiswa Sastra Perancis angkatan 2022. Dalam informasi yang beredar, Bagas dilaporkan meninggal bersama kedua orang tuanya pada Rabu (27/5/2026) dini hari.

"Nggih (betul). Yang bersangkutan mahasiswa kami dari Sastra Perancis," kata Setiadi saat dihubungi wartawan, Kamis (27/5/2026).

Setiadi mengatakan baru mendapatkan informasi terkait peristiwa tersebut pagi tadi. Sampai saat ini, fakultas masih menunggu keterangan lebih lanjut dari pihak kepolisian.

"Perkembangan lebih lanjut belum mendapat update karena masih dalam penyelidikan polisi terkait kronologi dan berbagai keterkaitan dengan hal lain sehingga benar-benar masih menunggu kabar," pungkasnya.

Dilansir detikJateng, Bagas ditemukan tewas di dalam tenda bersama ayah, ibu, dan adiknya. Keduanya ditemukan tak bernyawa oleh pengelola kamping di Temanggung.

Polisi telah melakukan autopsi dan menduga keempatnya meninggal akibat keracunan. Saat ini keempatnya telah dimakamkan di Semarang.




(ahr/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads