2 Dugaan Penyebab Mahasiswa UGM Sekeluarga Tewas dalam Tenda di Temanggung

Regional

2 Dugaan Penyebab Mahasiswa UGM Sekeluarga Tewas dalam Tenda di Temanggung

Eko Susanto - detikJogja
Jumat, 29 Mei 2026 17:36 WIB
Bagas Amar Hakiki yang tewas bersama keluarganya di Temanggung dimakamkan di Semarang, Kamis (28/5/2026).
Bagas Amar Hakiki yang tewas bersama keluarganya di Temanggung dimakamkan di Semarang, Kamis (28/5/2026). Foto: Muhammad Iqbal Al Fardi/detikJateng
Jogja -

Mahasiswa Sastra Prancis Universitas Gadjah Mada (UGM) Bagas Amar Hakiki (21) dan kedua orang tua serta adiknya ditemukan tewas dalam tenda di kawasan Kledung, Temanggung. Polisi mengungkap dua dugaan penyebab kematian Bagas dan keluarganya.

Polisi mengungkap para korban diduga meninggal karena keracunan makanan atau gas dari hasil pembakaran barbeque. Hal ini disampaikan usai dilakukan autopsi pada jasad adik Bagas, Alvino Evan Hakim, Kamis (28/5/2026) kemarin.

"Untuk hasil pemeriksaan awal berdasarkan keterangan dari dokter yang memeriksa, diduga kematiannya ini ada dua dugaan kuat. Yang pertama diduga karena keracunan makanan dan yang kedua diduga karena keracunan gas hasil pembakaran," kata Kasat Reskrim Polres Temanggung Iptu I Komang Mahendra Deputra kepada wartawan di Lobil Polres Temanggung, dilansir detikJateng, Jumat (29/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Komang mengungkap di tenda tempat Bagas dan keluarganya menginap ditemukan satu set kompor gas portabel dan juga tungku tanah liat untuk membakar briket. Proses pemeriksaan juga dilakukan terhadap sampel makanan berupa sisa daging, sosis, sayur, dan nasi putih yang dibawa korban untuk memasak barbeque.

"Untuk temu di TKP-nya masih terpasang dan sudah dalam keadaan off (kompor gas portabel). Setelah kami melaksanakan penyelidikan di dalam tenda maupun di luar tenda di sekitaran TKP itu tidak ditemukan bekas muntah atau dugaan lain yang bisa diamankan tidak ada," ujar Komang.

Komang menyebut penyidik sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Disebutkan, kompor portabel itu berada di teras tenda.

"Diduga kemungkinan ketika gas hasil pembakaran ini, mungkin itu adalah CO, karbon monoksida, ini naik kemungkinan ada yang masuk ke dalam tenda. Nah, tenda tersebut kan berbentuk limas. Diduga ada asap hasil pembakaran tersebut yang masuk dan terperangkap di dalam tenda," bebernya.

"Diduga setelah selesai melaksanakan masak-masak tersebut, ketika istirahat, dengan gas atau asap tersebut masih terperangkap di dalam tenda. Ditutup lah dengan rapat pintu dan ventilasi yang ada di kanan dan kiri. Dari pihak Dokkes Polda Jawa Tengah, menduga adanya gas hasil pembakaran. Nah, dimungkinkan dengan persesuaian dengan TKP tersebut, itulah dimungkinkan yang dihirup secara terus-menerus oleh korban hingga menyebabkan meninggal dunia," jelasnya.

Dia menjelaskan satu set kompor portabel itu dibawa sendiri oleh korban. Sedangkan fasilitas dalam tenda itu hanya berupa dua kasur, sleeping bag, tanpa penghangat.

"Tidak ada dalam tenda itu, tidak ada penghangat atau water heater, tidak ada di dalam tenda," kata dia.

Sebagai informasi, jasad satu keluarga ini ditemukan petugas saat hendak mengingatkan check out pada Rabu (27/5). Namun, arena tak mendapat respons, petugas tersebut membuka pintu kamping dan menemukan keempat korban sudah terbujur kaku.

Keempat korban yakni Muhammad Ali Munawar atau MAM (52), Alvino Evan Hakim atau AEH (17) dan Bagas Amar Hakiki atau BAH (21) yang merupakan laki-laki, serta seorang perempuan berinisial Maghfirah atau M (43). Keempatnya merupakan warga Kelurahan Panjang, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang.




(ams/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads