Ahli Geologi-Nuklir Dikerahkan Selidiki Teror Api Misterius di Seyegan Sleman

Ahli Geologi-Nuklir Dikerahkan Selidiki Teror Api Misterius di Seyegan Sleman

Tim detikJogja - detikJogja
Sabtu, 30 Mei 2026 07:05 WIB
Bekas barang-barang yang tiba-tiba terbakar di rumah Mutfiana, warga Seyegan, Sleman, Kamis (28/5/2026)
Bekas barang-barang yang tiba-tiba terbakar di rumah Mutfiana, warga Seyegan, Sleman, Kamis (28/5/2026). Foto: Jauh Hari Wawan/detikJogja
Sleman -

Sejumlah ahli akan dikerakan untuk menyelidiki kebakaran berulang di rumah Mutfiati, warga Seyegan, Sleman, yang terjadi selama hampir sepekan terakhir. UGM sendiri akan menerjunkan tujuh ahli untuk mengungkap penyebab teror api misterius tersebut.

Koordinator Tim Pusat Kajian Pelambatan Entropi (PKPE) FT UGM Prof Alva Edy Tontowi mengatakan ada tujuh ahli dari 4 departemen yang akan melakukan observasi besok.

Tujuh ahli itu rinciannya dari Departemen Teknik Mesin dan Industri, Departemen Teknik Nuklir dan Teknik Fisika, Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Departemen Geologi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada tujuh orang. Ya besok kita observasi dulu," kata Prof Alva saat dihubungi wartawan, Jumat (29/5/2026).

"Ya observasinya nanti melihat sumbernya, sumber itu, terus tempat yang kebakaran, terus lingkungannya," katanya.

Alva mengatakan peristiwa semacam ini sebenarnya bukan hal yang pertama. Beberapa fenomena serupa pernah terjadi dan bisa dijelaskan secara ilmiah.

"Ya ada yang gas metana, ada yang gas bio apa biogass. Macam-macam. Ada yang kebocoran SPBU, ada yang macam-macam," ujar guru besar di Departemen Mesin dan Industri itu.

Oleh karena itu, penelusuran sumber dan penyebab kebakaran di Seyegan ini dilakukan agar tidak ada kebingungan lagi di masyarakat.

"Masyarakat awam kan ya jadi bingung ya. Jan-jane penyebabnya apa gitu, kan. Nah, ini kan dari Fakultas Teknik ini coba dengan ilmu-ilmu yang ada itu kita lihat apa sih sebenarnya yang terjadi," ujarnya.

Analisis Dinas PUPESDM DIY

Diketahui, api pertama kali muncul di rumah Mutfiati pada Sabtu (24/5). Sejak itu, beberapa kali kebakaran kembali muncul hingga Tim Gegana Polda DIY turun tangan.

Saat itu, diduga api muncul karena gas metan di septic tank. Namun Mutfiati mengaku telah memperbaiki septic tank tetapi api kembali muncul.

"(Dari Gegana bilang) Cuma menghabiskan sisa-sisa gas, dari bawah tanah. Hilangnya metana bisa dalam mingguan atau bulanan," ucapnya.

Kepala Dinas PUPESDM DIY Anna Rina Herbranti juga menduga api di rumah Mutfiati terjadi karena tumpukan gas metan. Menurut dia, kecil kemungkinan api muncul karena gas alam.

"Litologi vulkanik muda tersebut pada umumnya berupa material lepasan dan tidak memiliki kemampuan menjadi batuan sumber maupun perangkap hidrokarbon yang dibutuhkan dalam sistem hidrokarbon," jelas Anna saat dihubungi, Jumat (29/5/2026).

Selain itu, kata Anna, berdasarkan kondisi struktur geologi regional, kawasan Seyegan juga tidak memiliki struktur geologi utama seperti sesar aktif, lipatan, maupun cekungan sedimen, yang berpotensi membentuk sistem akumulasi gas bawah permukaan.

"Dengan demikian, secara geologi regional wilayah tersebut tidak menunjukkan karakteristik yang mendukung adanya potensi gas alam," ungkapnya.

Dengan fakta-fakta tersebut, Anna menduga fenomena api misterius di Seyegan dimungkinkan karena adanya gas organik yang salah satu sumbernya kemungkinan berasal dari septic tank.

Kontur tanah di Seyegan, kata Anna, didominasi endapan vulkanik muda seperti pasir, lempung, dan abu vulkanik yang bersifat porous atau berpori. Sehingga memungkinkan gas dari septic tank merembes ke permukaan melalui pori-pori atau rekahan.

"Fenomena munculnya titik api sporadis dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik faktor lingkungan, keberadaan material mudah terbakar, kemungkinan akumulasi gas organik dalam skala lokal, maupun faktor teknis non-geologi," ujar Anna.

"Dalam hal ini, menurut pengamatan di lapangan adanya akumulasi gas metana dari septic tank. Jika ada rekahan kecil atau lapisan urug yang kurang padat, gas lebih mudah naik ke permukaan," sambungnya.

Lebih lanjut Anna mengatakan pihaknya bersama BPBD Sleman, PLN UP3 sleman, dan unsur akademisi akan mendatangi lokasi besok untuk melakukan penanganan.

"Dinas PUPESDM DIY secara terus menerus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan BPBD Sleman dan PLN. Hari ini terdapat 2 titik api yg masih muncul," pungkasnya.




(afn/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads