Polisi mengungkap motif seorang ibu yang melakban kedua tangan, kaki, dan mulut anaknya lalu ditinggal sendirian di kontrakan Kedaton, Pleret, Bantul karena kelelahan mengurus anak. Selanjutnya, sang ibu ingin refreshing dengan cara keluar dari rumah.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, mengatakan polisi telah memintai keterangan sang ibu, yakni TKS (25) di Polsek Pleret. Hasilnya, TKS mengakui telah melakban kedua tangan, kaki dan mulut anaknya.
"Pelaku dalam hal ini ibu kandung korban melakban anak dengan tujuan untuk refreshing, jalan-jalan melepas penat usai merasa lelah mengasuh anak sendirian," katanya kepada wartawan, Rabu (3/6/2026) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rita menambahkan, TKS memang sering merawat anak perempuannya yang berusia 3 tahun seorang diri. Pasalnya suami TKS merantau ke luar Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk bekerja.
"Sedangkan ayah korban atau suami pelaku kerja di Jakarta dan pulang ke rumah setiap sebulan sekali," ujarnya.
Terkait alasan TKS melakban beberapa bagian tubuh anaknya lalu meninggalkannya di dalam kamar kontrakan, Rita menyebut karena pelaku spontan saja. Rita menjelaskan hal tersebut kemungkinan karena TKS larut dalam rasa lelah karena mengurus anak.
"Tindakan melakban tersebut tidak dipikirkan oleh pelaku, risiko apa yang terjadi pada anak karena sudah terlalu capek mengurus anak sendiri," ucapnya.
Diberitakan sebelumnya, postingan bernarasi seorang balita dengan kondisi mulut, kaki hingga tangan terlakban ditemukan di kamar kontrakan daerah Kedaton, Pleret, Bantul. Orang tua bayi tersebut ternyata sengaja meninggalkan anaknya dan beruntung ketahuan tetangganya.
"Ditemukan seorang anak dalam kondisi tangan dan kaki ter!k4t, Mulut ter!k4t lakban. Lokasi sebuah kontrakan Kedaton Pleret Selatan SMP2 Pleret, Bantul. Menurut informasi Ayahnya Merantau Ke Jakarta hanya tinggal dengan ibunya," kata akun grup Facebook Waton Berkah Gunungkidul seperti dilihat detikJogja hari ini.
"Diketahui ibunya terakhir terlihat sore, Lalu pergi entah kemana, Anak ditinggal Di Kontrakan dalam keadaan ter!k4t lakban. Saat ini anak dititipkan dirumah pemilik kontrakan. Belum diketahui motif sang ibu meng!k4t anaknya menggunakan lakban, sampai berita ini diturunkan belum ada info resmi dari pihak kepolisian," lanjut akun tersebut.
Anak pemilik kontrakan sekaligus saksi, Mamat menceritakan, bahwa awalnya salah satu penghuni kontrakannya melihat ibu dari anak pergi mengendarai motor, Senin (1/6/2026) sore. Adapun sang ibu tinggal bersama anaknya yang masih berusia tiga tahun, sedangkan suaminya merantau ke Jakarta sehingga jarang pulang.
"Kata tetangga kontrakannya itu ibunya pergi naik motor tapi tidak mengajak anaknya. Nah, setelah maghrib itu tetangga kosnya dengar suara anak nangis tapi hanya pelan," katanya kepada wartawan di Kedaton, Pleret, Bantul, Rabu (3/6).
Karena berulang kali mendengar suara tangisan anak-anak dari kontrakan sebelah, penghuni kontrakan menghubungi Mamat. Selanjutnya, sekitar pukul 21.00 WIB, Mamat mendatangi kontrakan.
"Lalu saya ketuk pintunya tidak ada yang membuka. Karena curiga, saya lalu ambil linggis dan mencongkel jendela kontrakannya," ujarnya.
Setelah jendela terbuka, Mamat menyuruh salah satu penghuni kontrakan untuk masuk ke dalam. Semua itu karena badan Mamat tidak cukup untuk masuk melalui jendela tersebut.
"Tetangganya saya minta masuk karena badannya kecil. Sampai di dalam kamar ternyata di pojokan kamar ada anak hanya pakai baju dan pampers dengan kondisi kedua tangan, kedua kaki dan mulutnya terikat lakban warna bening," ucapnya.
Mamat melanjutkan, untungnya lakban pada mulut terbuka sedikit sehingga sang anak bisa menangis. Selain itu, AC dan kipas mengarah ke badan anak tersebut.
"Posisi AC dan kipas menyala di kamar saat itu menyala, untung saja ketahuan," ujarnya.
Setelah itu, warga membawa keluar anak berusia tiga tahun itu dari dalam kontrakan. Setelah sampai di luar, warga dan Mamat membuka lakban yang mengikat kedua tangan dan kaki anak tersebut.
"Dikeluarkan dulu baru dicopot lakbannya, setelah itu saya langsung bilang pak RT dan polisi," katanya.
(afn/apu)
Komentar Terbanyak
Prodi Unggulan Mulai Turun Peminat, Rektor USD Soroti Sistem Penerimaan PTN
Tudingan Malpraktik RSUD Prambanan Buntut Naura Hilang Nyawa Usai CT Scan
Resmi Naik! Ini Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 10 Juni 2026 di Jogja